Mengenal Gaya Belajar Anak – Jagoan Muslim


Banyaknya jagoan-jagoan yg dikenal anak-anak melalui media mengharuskan kami mengenalkan pula jagoan muslim baik melalui media buku, cerita langsung, maupun baju.

Mas Sabiq senang sekali dengan cerita jagoan-jagoan. Senang main silat-silatan sama Abi nya. Maka kami mngarahkannya dengan sering menceritakan pahlawan-pahlawan muslim. Sehingga selain mengenal superman, batman, dkk ia juga mengidolakan Sa’ad bin Abi Waqqash, Amr bin Al Ash, Salahuddin Al Ayyubi, Thariq bin Ziyad, dll.

Sampai kmrn, terjadi AHA moment yg buat Ummi bangga. Selama ini mas Sabiq senang sekali dengam hadiah kartu 3d yg kalo di scan pake aplikasi di Hp, tokoh nya bisa muncul. Tapi biasanya kartu tsb berupa tokoh kartun seperti boboiboy. Nah, kmrn mas Sabiq bilang “aku punya ide… Gimana kalo kartu 3d nya (gambarnya) jagoan muslim” wah, iya.. bener juga. Saya pribadi blom pernah tau kalo ada kartu seperti ini. Pasti bagus utk mengenalkan pahlawan-pahlawan muslim kepada anak-anak. Rencananya ini saya tindak lanjuti dengan menanyakannya pada pakde nya anak-anak yg tau tng programing

Visual: mengenal kehebatan islam melalui buku cerita bergambar

Auditori: memahami sejarah islam melalui cerita lisan

Kinestetik: menggerakkan tubuh utk bermain silat bersama Abi

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Advertisements

Mengenal Gaya Belajar Anak – Cooking Time

Mas Sabiq suka sekali kalo diajak memasak bersama. Terutama masak camilan kesukaannya seperti jelly atau pancake. Mas Sabiq selalu ingin terlibat dengan membantu menuang tepung, mencampur bahan-bahan, bahkan sampai ingin ikut mengaduk diatas kompor. Sayangnya desain dapur kami tidak memungkinkan anak-anak terlalu terlibat sampai masak diatas kompor.
Sedangkan Aufa, biasanya semangat membantu di awal, ikut-ikutan apa yg dilakukan masnya, tapi kemudian sibuk main sendiri.

Visual: walaupun belum bisa membaca, mas Sabiq tau dimana instruksi membuat jelly dilihat, dan meminta ummi utk membacakan. 

Auditori: memahami instruksi ummi secara lisan, untuk menakar bahan, menuang, hingga mencampur bahan-bahan

Kinestetik: menyentuh langsung tekstur bahan-bahan. Memptaktekkan secara langsung apa yg sudah tertulis di resep.

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Mengenal Gaya Belajar Anak – Menonton Video


Saat menonton video yg terdapat musik di dalamnya, Sabiq dan Aufa cenderung berdiri dan bergerak mengikuti irama musik. Awalnya selalu seperti itu pada soundtrack kartun favoritnya, sehingga ia menirukan gerakan tokohnya. Namun, sekarang saat Sabiq mendengar musik, dia akan otomatis joget dimanapun ūüėÖ sambil berusaha menirukan liriknya.
Visual: belajar menirukan gerakan dan ekspresi yg dilihat di video

Auditori: belajar menirukan kata-kata yg di dengar melalui video. Biasanya Sabiq akan menirukan mirip begitu juga dengan intonasinya

Kinestetik: bergerak, menari

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Mengenal Gaya Belajar Anak – Bermain Sendiri


Saat di rumah, kami lebih sering bertiga saja. Saya, Sabiq, dan Aufa. Alhamdulillah anak-anak terbiasa utk main sendiri saat saya harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Sabiq, lebih senang main sesuatu yg dimainkannya seperti wayang. Misalnya main mobil2an atau robot. Dia akan bercerita (ngomong sendiri) sambil menjalankan mainannya. Saat berkegiatan Sabiq juga selalu terlihat sering bicara sendiri. Misalnya saat menggunting kertas, Sabiq bukan anak yg fokus menyelesaikan guntingannya hingga selesai, tapi dipertengahan menggunting Sabiq bisa saja tiba2 menyampaikan apa yg ada di pikirannya dan menghentikan keg mengguntingnya. Kadang bisa lupa juga sama guntingannya dan berpindah ke hal lain.

Aufa, belum terlalu terlihat bagaimana ia bermain. Meskipun tidak sevokal kakaknya, tapi gaya main Aufa sepertinya juga mengikuti mas Sabiq. Tiap main sendiri, pasti sambil ngomong sendiri. 

Visual: –

Auditori: bermain sambil bicara pada diri sendiri

Kinestetik: bermain lebih sering sambil bergerak tidak duduk manis dan fokus

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Mengenal Gaya Belajar Anak – Menghafal Surat Pendek


Seingat saya, saya tidak pernah dengan sengaja dr awal mempersiapkan anak2 utk hafal Al Quran. Jd kalo ditanya mulai umur brp mereka mulai menghafal, saya lupa. 

Karena belum bisa membaca, Sabiq menghafal dengan cara mendengarkan. Awalnya mendengarkan saya. Dan kemampuan anak2 dalam menirukan dan menghafal itu memang sangat luar biasa ya… Otak masih fresh, sehingga mudah bagi mereka menghafal surat-surat pendek. 

Sekarang, Sabiq biasanya minta didengarkan murottal pake headphone. Ini lebih karena dia suka pake headphone kayanya ūüėĀ sambil denger suara qari nya, dia jd bisa menirukan juga panjang pendeknya dengan benar. Terkadang, walaupun dia belum bisa baca, dia minta pegang hp utk lihat Al Quran nya. Jadi kaya gaya orang lg baca Al Quran beneran.

Saat murojaah, Sabiq sering g fokus. Mudah terganggu dengan hal lain, misalnya lihat adeknya main apa, maka hafalannya terhenti atau lupa ditengah-tengah.

Aufa, tinggal ngikutin aja apa yg dilakukan masnya. Terbiasa dengar masnya hafalan, tanpa disuruh dia ikut menirukan sendiri dan hafal-hafal sendiri, Alhamdulillah.

Visual: karena belum bisa membaca, sabiq dan aufa tidak membaca utk menghafal. Saat mendengarkan ummi dan abi nya membacakan surat, Sabiq memperhatikan (bila sedang serius)

Auditori: menghafal dengan cara menirukan/ mendengarkan baik dari mulut kami, maupun murottal

Kinestetik: biasanya hafalan tidak sambil jalan-jalan, tapi bisa sambil melakukan hal lain seperti main mobil2an/robot. Tapi jd tidak fokus

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Mengenal Gaya Belajar Anak – Membacakan Buku

Membacakan buku menjadi kegiatan yang saya usahakan ada setiap hari. Alhamdulillah, tanpa diminta, biasanya anak-anak akan memilih sendiri buku yg ingin dibacakan.

Mas Sabiq dan Aufa biasanya akan memilih buku yg sama utk dibacakan sampai mereka bosan dan berganti dengan buku yg lain. Untuk saat ini, Aufa selalu ingin dibacakan buku serial kapten gizi mata rabun. Sedangkan mas Sabiq akan selalu meminta dibacakan buku komik 10 pahlawan islam dengan cerita Amr Bin Al Ash.

Saat saya sedang membaca, terkadang saya tanya tentang gambar-gambar di dalamnya. Bisa juga saya suruh mereka menirukan ekspresi tokoh-tokoh yg ada pada gambar. 

Sabiq dan Aufa sama-sama detail dalam menanyakan sesuatu. Misalnya tentang baju yg berbeda antara gambar satu dan lainnya, padahal tokohnya sama. Bahkan ekspresi kuda Amr Bin Al Ash saat akan perang juga ditirukan dan ditanyakan ‘kenapa?’ ūüėÖ

Aufa, biasanya menanyakan atau mengomentari hal yg sama setiap dibacakan cerita yg sama. Misalnya, pada halaman ini dia akan bercerita tng kejadian saat ia melihat mata kucing yg menyala di malam hari. Pada halaman lain dia akan selalu menunjuk bag tengah steples buku dan menanyakan itu apa ūüėÖ dan itu dilakukan berulang-ulang.

Sabiq dan Aufa sama-sama mudah mengingat cerita yg saya bacakan. Misalnya, saat saya membacakan cerita, saya akan dengan sengaja berhenti pada suatu kata dan berharap mereka yg meneruskan. Maka, Sabiq dan Aufa sama-sama bisa meneruskan kalimat saya persis seperti yg di buku.

Visual: Melatih kemampuan mereka dalam detail melihat gambar-gambar dalam buku. Melihat perbedaan dan persamaannya. Menambah wawasan tng banyak benda yg belum pernah dulihat di dunia nyata.

Auditori: Melatih kemampuan mereka dalam fokus mendengarkan cerita maupun perintah-perintah secara lisan

Kinestetik: Saat mendengarkan cerita, anak-anak banyak belajar tentang berbagai ekspresi wajah dan menirukannya. Selebihnya, saat mendengarkan cerita, anak-anak lebih banyak anteng mendengarkan (tidak berlarian kesana kemari)

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Mengenal Gaya Belajar Anak – Day #1

Sebelum mengamati secara mendalam aktivitas sehari-hari anak-anak utk mengetahui gaya belajarnya, apakah visual, auditory, atau kinestetik, saya akan mencoba untuk menganalisanya melalui ciri-ciri masing-masing gaya belajar yg sudah disampaikan pada kelas bunda sayang

Sabiq (4th 1bln):
mementingkan penampilan dalam berpakaian (visual)
Mengingat yg dilihat, dari pada yg didengar (visual)
Sering mengetahui apa yg harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata (visual)
Suka Musik (visual)

Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri (auditori)
Penampilan rapi (auditori)
Mudah terganggu oleh keributan (auditori)
Biasanya ia pembicara yang fasih (auditori)
Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual (auditori)
Berbicara dalam irama yang terpola (auditori)
Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara (auditori)

Berbicara perlahan (kinestetik)
Penampilan rapi (kinestetik)
Belajar melalui memanipulasi dan praktek (kinestetik)
Menyukai permainan yang menyibukkan (kinestetik)
Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu (kinestetik)
Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi. (kinestetik)

Dari analisa ciri-ciri diatas, saya ambil kesimpulan bahwa mas Sabiq cenderung memiliki gaya belajar auditori kinestetik. Meskipun ini bisa berubah dan berkembang sesuai dengan umurnya. Saat ini yg harus dilakukan adalah mengenalkan mas Sabiq dengan semua gaya belajar sehingga memudahkannya mempelajari banyak hal.

Aufa (2thn 4bln)

 

Tidak mudah terganggu oleh keributan (visual)
Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar (visual)
Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata (visual)
Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato (visual)

Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat (auditori)
Senang mendengarkan cerita (auditori)
Biasanya ia pembicara yang fasih (auditori)
Berbicara dalam irama yang terpola (auditori)
Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara (auditori)

Berbicara perlahan (kinestetik)
Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan (kinestetik)
Belajar melalui memanipulasi dan praktek (kinestetik)
Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca (kinestetik)
Menyukai permainan yang menyibukkan (kinestetik)
Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi. (kinestetik)

Dari analisa ciri-ciri diatas, saya simpulkan gaya belajar Aufa cenderung auditori kinestetik. Namun, mengingat usia Aufa masih sangat dini untuk ditentukan gaya belajarnya, saya lebih memilih untuk mengenalkan semua gaya belajar sehingga ia mudah mempelajari banyak hal nantinya.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP