Kisah Pahlawan Islam

Membangun karakter anak melalui dongeng Kami berusaha mengenalkan kebesaran islam dengan mengenalkan pahlawan-pahlawan islam melalui cerita-cerita nyata yg benar2 terjadi kepada anak-anak. Meskipun mereka mengenal tokoh superhero fiksi, kami mengimbanginya dengan mengenalkan pahlawan-pahlawan islam yg lebih hebat daripada tokoh fiksi. Suatu hari mas Sabiq yg senang sekali mewarnai, meminta utk mewarnai gambar pahlawan islam. Sehingga kami carikan gambar di internet dan kami printkan. Selain mewarnai, kami sertakan juga keutamaan pahlawan-pahlawan islam tsb. Kami berharap, dengan mengenalkan pahlawan-pahlawan islam ke anak2, maka akan mempengaruhi karakter mereka dan membuat mereka bangga menjadi orang islam. #tantangan10hari #level10 #kuliahbunsayIIP #GrabYourImagination

Advertisements

Dongeng untuk Adek Fathimah

Kemarin mas Sabiq dan Aufa tidur lebih awal karena siangnya gak tidur. Ada kakek nenek datang ke rumah, jd ajak jalan2 keluar.
Jadi, kali ini ummi akan mendongeng utk adek Fathimah.
Spontan menemukan buku bantal dengan gambar dan tulisan yg hanya sebaris saja. Buku bantalnya mengajarkan anak utk mengucapkan ‘maaf’
Lihat bukunya ummi langsung tertantang utk buat cerita bersambung dari gambar2 itu.
___________________________________

Kunil dan kura baru saja membuat topeng dari kayu. Kemudian topeng itu dipake utk mainan. Ternyata mereka bertemu rabi, tagi, dan beri di taman. Rabi, tagi, dan beri terkejut dan ketakutan melihat topeng besar itu. Kemudian kunil dan kura melepas topengnya dan berkata “maaf bila topeng kami ini telah membuat kalian takut”

Rabi dan tagi menjemput beri. Mereka akan pergi belajar bersama di rumah kunil. Sampai di rumah beri, ternyata beri masih belum menyiapkan buku-bukunya. Sehingga rabi dan tagi pun menunggu beri bersiap2. Beri pun berkata “Maaf, aku telah membuat kalian menunggu”

Tagi terburu-buru karena terlambat datang ke rumah Rabi untuk belajar bersama. Ia berjalan setengah berlari sambil membawa banyak buku. Tidak sengaja Tagi menabrak kura yg juga sedang membawa banyak buku. Mereka berdua jatuh dan buku-buku yg mereka bawa pun berjatuhan. Tagi merasa bersalah dan meminta maaf pada kura “maaf aku telah menabrakmu, apakah kau baik-baik saja?”

_______________________

Adek Fathimah berusaha mengambil buku bantal yg ummi pegang untuk dimasukkan ke mulut
_
#tantangan10hari
#level10
#kuliahbunsayIIP
#GrabYourImagination

Meneritakan Ulang

Kmrn mencoba utk menceritakan ulang buku yg biasa saya bacakan utk adek Fathimah. Buku Allah Tuhanku. Bukunya sederhana bgt, pas utk mengenalkan tauhid kpd anak2. Dan karena tulisannya sedikit, mudah utk diceritakan kembali. Tapi karena saat itu tidak pegang bukunya, jd tdk bisa menunjukkan gambar2nya.
Kemudian mencoba juga menceritakan ulang buku seri kalimat thoyibah yg biasa saya bacakan utk Sabiq dan Aufa. Saya ceritakan tanpa membaca sambil anak2 melihat gambar di buku nya. Karena sebelumnya sudah pernah dibacakan, anak2 sedikit hafal dengam isinya. Jadi saat saya terlewat salah satu kalimatnya mereka sadar kalo ada yg beda, hehe… saya harus berusaha lagi meningkatkan kemampuan mendongeng.
Dengan menceritakan seperti ini kami berharap bisa menanamkan tauhid ke anak2 dan juga membiasakan mereka mengucapkan kalimat thoyibah di kehidupan sehari2
#tantangan10hari
#level10
#kuliahbunsayIIP
#GrabYourImagination

Dongeng Joko Kendil

Kmrn saat pulang sekolah, ada kejadian yg bisa dijadikan bahan utk mendongeng.
Jadi, saat pulang sekolah dan pamit sama ustadzah di sekolah, tiba2 ada bola yg mengenai kaki mas Sabiq. Bola itu dimainkan sama anak2 SD disana. Saya yakin sekali bola itu mengenai kaki sabiq tidak terlalu keras, tapi kemudian sabiq menangis. Saya tebak, mungkin karena malu, dilihat ustadzah2 nya.
__________________________
Dulu saat saya kecil, papa sering meneritakan cerita joko kendil. Tapi yg diceritakan bukan joko kendil seperti dongeng pada umumnya. Cerita joko kendil yg diceritakan papa secara spontan adalah cerita joko kendil yg sudah dimodifikasi sehingga dekat dengan aktivitas sehari-hari. Misalnya yg masih sangat saya ingat adalah cerita joko kendil yg berbentuk seperti kendil dikira oleh tetangganya yg sedang punya hajatan kendil beneran sehingga dijadikan tampat menaruh jajan-jajan 😂
Sebelumnya saya sudah pernah mendongeng secara spontan kisah joko kendil ini dengan modifikasi aktivitas sehari-hari yg dekat dengan mas Sabiq. Sama seperti yg dilakukan papa kepada saya. Dari cerita itu saya memasukkan nasehat-nasehat kepada mas Sabiq seperti agar tidak malas mandi, dan membereskan mainan setelah dipakai.
_________________________
Dongeng
Joko Kendil Lapar
Di suatu desa yg bernama Desa Dadapan, tinggalah seorang anak bernama Joko Kendil. Joko Kendil tinggal bersama ibunya yg bernama Mbok Rondo.
Mbok Rondo ini jualan kue-kue di pasar. Joko Kendil sering membantu ibunya sepulang sekolah di pasar.
Suatu hari, pulang dari sekolah, perut Joko Kendil lapar sekali. Jalannya lemas, lunglai, tidak bertenaga. Joko Kendil memutuskan utk pergi ke pasar menemui ibunya. Sambil membantu ibunya di pasar, Joko Kendil berharap ada makanan yg bisa dimakan disana.
Sampai di pasar, ternyata Mbok Rondo masih belum ada uang utk membeli nasi, sehingga Joko Kendil harus sabar menunggu.
Joko Kendil menunggu sambil mengerjakan tugas sekolah. Tiba2 datang temannya yg sama-sama berjualan di pasar, namanya Joko Cowek.
“Ndil, ayo main bola sama teman2 lainnya” ajak Joko Cowek.
Joko Kendil yg sudah bosan menunggu di pasar, mengiyakan ajakan Joko Cowek walaupun dalam kondisi lemas karena lapar.
Sampai di lapangan dekat pasar, sudah ada banyak anak yg menunggu. Mulailah mereka semua bermain bola.
Joko Kendil yg biasanya hebat dalam bermain bola sepak, kali ini terlihat sering diam, melamun, dan tidak fokus karena lapar. Sehingga, saat ada bola yg menuju kepadanya, bukannya ditendang, Joko Kendil diam saja, sehingga bola tersebut mengenai Joko Kendil.
Bola yg mengenai Joko Kendil sebenarnya tidak terlalu keras, tapi Joko Kendil menangis karenanya. Melihat temannya tidak seperti biasanya, Joko Cowek menghampiri Joko Kendil dan mengajaknya kepinggir lapangan.
“Kamu kenapa ndil, kok g kaya biasanya. Biasanya kan kamu jago main bola. Hari ini kok kelihatannya lemes gtu”
“Aku sebenernya nangis karena malu wek. Malu karena gak semangat seperti biasanya. Ini karena aku lapar wek” jelas Joko Kendil sambil meringis memegang perutnya.
“Oalah… Kenapa kamu g bilang” Kemudian Joko Cowek langsung membelikan bakso dan es teh utk Joko Kendil. Joko Kendil makan dengan lahap sekali, setelah habis Joko Kendil meringis sambil berkata “boleh tambah lagi gak wek?”
Akhirnya Joko Kendil menghabiskan 2 mangkok bakso dan 2 gelas es teh ditraktir sama Joko Cowek.
Setelah itu, Joko Kendil menjadi semangat dan ikut main bola lagi. Kali ini dengan semangat seperti biasanya.
-END-
_________________________

Saat cerita sampai pada bagian Joko Kendil kena bola, saya takut bila cerita ini dianggap mengejek mas Sabiq karena ceritanya mirip seperti yg dialami mas Sabiq. Tapi ternyata, mas Sabiq malah tersenyum, dan dengan tertawa malah bilang “sama kaya aku” Dari situ mas Sabiq malah bisa dengan ringan menceritakan kenapa dia menangis. Katanya, sakit sedikit sama malu 😂
Kemudian saya sampaikan, lain kali kalo gtu lagi terus sabiq malu, Sabiq ndak usah nangis, sabiq ketawa aja ya. Sambil saya contohkan meringis. Mas sabiq menanggapi dengan ikut meringis juga, hehe..

#tantangan10hari
#level10
#kuliahbunsayIIP
#GrabYourImagination

Anak-Anak Sakit

pengerjaan tantangan level 9 kali ini cukup berat. Karena dalam waktu yg sama anak-anak sedang diberi ujian sakit secara bergantian. Begitupun dengan ummi nya. Sampe saat berpikir tantangan sehari2 apa yg membutuhkan solusi kreatif juga tidak kunjung saya temukan. Baru menemukan bbrp ide di detik2 terakhir pengumpulan tugas.

Tantangan: anak-anak sakit dan susah sekali utk makan dan minum obat. Bila tidak tepat strategi, anak biasanya muntah, makanan dan obat malah keluar semua

Solusi kreatif: selalu memberi semangat pada anak2 agar sembuh, berdoa pada Allah mohon kesembuhan, dan ikhtiar dengan makan dan minum obat.

Memberi jeda agak lama antara makan dan minum obat.

Membagi 3 obat yg harus diminum dengan waktu yg berbeda2. Jd tidak harus minum 3 obat sekaligus

#tantangan10hari

#level9

#thinkcreative

#kuliahbunsayiip

Celengan Buatan Ummi

Tantangan: saat itu butuh celengan utk mengajatkan sabiq tng menyisihkan uang, menabung. Tapi tdk sempat keluar utk cari celengan. Lagipula celengan yg dijual biasanya gtu gtu aja, kurang menarik Solusi kreatif: ummi buat sendiri celengan dari kaleng bekas sosis. Celengannya malah bisa dikasih nama, ditempel stiker kesukaan anak, dll #tantangan10hari #level9 #thinkcreative #kuliahbunsayiip

Yah, Odolnya bolong!

Tantangan: akibat tusukan sisir saat membuka bungkus sikat gigi, odol yg ada di dalamnya ternyata ikut tertusuk dan menyebabkan bolong/bocor

Solusi kreatif: awalnya mas sabiq sudah terlihat sedih karena odol barunya bolong. Saya besarkan hatinya dengan bilang, gpp ini masih tetap bisa dipake. Awalnya saya pikir ya kan gpp bolong sedikit aja, kan tetap bisa dipakai (tanpa diperbaiki) eh tiba2 mas Sabiq nyeletuk, “iya, bisa diisolasi” baru kepikiran saya, iya juga ya kan bisa ditembel pake isolasi ya..

#tantangan10hari

#level9

#thinkcreative

#kuliahbunsayiip