Tanya Jawab Sholat dan Riba

〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠

TANYA JAWAB SYARI’AH~TJS
📩057/TJS IHQ🌴/REG~B
📆 Selasa, 12 Mei 2015

💦IHQ 11➰

❓Bagaimana menghadirkan hati khusyu dalam sholat? Bila futur datang kadang sholat seolah jadi penggugur  kewajiban saja…masih ingat hal-hal duniawi ketika sholat.
Apakah ada doa tertentu sebelum sholat untuk kita bisa terjaga dari bisikan syaitan ketika sholat. Syukron.

Dan diterimakah sholat yang tidak khusuk?

🔐Jawab 🔐

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Tips agar sholat bisa khusyu’

↪1. Mulailah dari sebelum berangkat mengambil air wudhu sudah mempersiapkan diri – berniat berwudhu untuk melaksanakan Sholat.

↪2. Sebelum wudhu basuhlah tangan sembari mengucapkan lafadz basamallah ( apabila tempat wudhu tidak bercampur dengan WC – jika kran/tempat wudhu bercampur WC maka tetap lafadzkan basmallah tetapi cukup dalam hati ) seraya mengikrarkan bahwa kita berwudhu untuk menunaikan Sholat dan juga ibadah-ibadah yang lain.

Kemudian lakukan wudhu sebagaimana rukun yang disyariatkan.

↪3. Setelah selesai wudhu ucapkan lafadz yang disunnahkan ketika selesai wudhu , yakni :
“Ashyhadu anlaa ilaaha illaallah wa asyhadu annaa muhammadan ‘abduhu wa rasulluh.”

↪4. Setelah itu ketika keluar kamar mandi, baca doa juga. Jika tempat wudhu jadi satu dengan toilet.

📃 Doa sebelum masuk kamar mandi :
Allahumma inni na’uudzubika minal khubutsi wal khobaa-ist.

📃Sedangkan doa keluar kamar mandi : Ghufroonaka…

↪5. Mulai melaksanakan Sholat.
Pada saat TAKBIROTUL IKHROM, fokuskan hati pada satu titik yakni pusat pikiran tertuju hanya kepada ALLAH
🔸BAYANGKAN dan YAKINI sejenak Keberadaan ALLAH subhanahu wa ta’alaa…

➿Bahwa ALLAH adalah Satu adanya, Dan dia adalah yang MENCIPTAKAN kita,
Dia yang menggenggam rizki , kesehatan dan kebahagiaan bahkan hidup dan mati kita.

🔸Ikrarkan dalam hati kita bahwa kita hendak menyembah Dia karena kita sangat mencintaiNya.
Karena kita sangat membutuhkan pertolonganNya. Dan karena kita sangat takut terhadap adzabNya.

↪6. Kemudian ucapkan lafadz bacaan-bacaan yang ada didalam Sholat dengan khusyu’ (menghadirkan hati)
Walaupun kadang kita tidak tahu artinya tetapi berusahalah untuk membacanya dengan tartil. Perlahan dan merasa ALLAH sedang  mengamati gerakan dan ucapan-ucapan kita dengan seksama.

↪7. Lakukan setiap gerakan sholat dengan perlahan dan sopan.
Tahan setiap gerakan demi gerakan, maksudnya beri jeda dalam beberapa detik ketika akan melakukan perubahan dalam setiap gerakan berikutnya, agar kita bisa tenang dan hikmat dalam setiap posisi, dan Inilah yang disebut tuma’ninah.

↪8. Jangan lupa banyak melakukan istighfar dan mohon agar Sholat kita yang barusan kita lakukan diterima ALLAH ta’alaa.

↪9.  Lakukan hal-hal diatas dengan tekun dan mengharap pertolongan ALLAH ta’ala dan lakukan latihan secara terus menerus.
Karena bisa jadi khusyu’ itu tidak bisa serta merta terjadi. Sungguh penuh perjuangan, latihan dan keihlasan yang tinggi serta ilmu yang memadahi.

➿Adapun mengenai Pertanyaan bagaimana tentang keadaan sholat yang tidak khusyu’ , apakah ditrima atau tidak oleh ALLAH ..

Waallahu a’lam Bishowwab.

🔸Hanya ALLAH yang berhak menentukan dan juga sekaligus yang mengetahui diterima atau tidaknya Sholat seseorang. Bahkan Malaikat pencatatnya pun hanya bertugas mencatatnya, tetapi mereka tidak mengetahui apakah amalan sholat seseorang itu diterima atau tidak oleh ALLAH ta’alaa.

➿Oleh karena itu setiap diri harus terus meningkatkan kwalitas Shalatnya wa bil khusus dalam hal kekhusyuk’annya.
Karena Sholat berarti melakukan komunikasi dengan ALLAH,, kita harus menyiapkan Ruh kita dengan sebersih mungkin, dan konsentrasi penuh seolah diri kita melihat ALLAH atau setidaknya kita sadar bahwa ALLAH melihat dan memperhatikan setiap ucapan dan gerakan kita ketika Sholat.

🔸Jika hal ini terjadi maka InsyaALLAH kita bisa optimis ALLAH akan menerima sholat kita.

➿ Selain itu, selayaknya setelah selesai mengerjakan sholat kita segera memgucapkan istighfar tiga kali yang tulus dan memohon agar sholat kita diterima oleh ALLAH.

[Bunda Endria🌴]

〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠

🔺IHQ 12🔻

❓Saya  sebagai guru SD di sekolah ada tabungan anak-anak setiap tahun ajaran baru,, dan dibagikan ke anak-anak dengan potongan 8%, bagaimana hukumnya menurut syariat?
❓Apakah itu termasuk riba? Jazakillah atas jawabannya.

🔐Jawab 🔐

🔺Tabungan tersebut adalah pendidikan. Sementara uang anak-anak dipotong untuk administratif.

🔹Kata riba berasal dari bahasa Arab yang artinya secara bahasa adalah tambahan (ziyâdah). Sedangkan menurut arti istilah, para Ulama fikih menyebutkan tiga arti untuk riba yaitu :
↪ pertama : Riba qardh, atau yang juga disebut riba nasi`ah.
↪ yang kedua dan ketiga adalah riba yang terjadi pada akad jual beli, yaitu riba fadhl dan riba nasa`. selanjutnya akan kami jelaskan satu persatu yaitu :
🔸 Riba qardh adalah : tambahan yang disyaratkan ketika pengembalian pinjaman, yang disesuaikan dengan besar dan lama waktu pinjaman, atau yang sekarang lebih dikenal dengan bunga (fâidah).
🔸 Riba fadhl, yaitu tambahan yang ada ketika pertukaran barang-barang ribawi yang sejenis, seperti menukar satu gram emas dengan dua gram emas.
🔸 Riba nasa`, yaitu riba yang terjadi pada pertukaran dua barang ribawi sejenis yang mana salah satu atau keduanya ditangguhkan pembayarannya, atau tidak dibayar tunai ketika akad berlangsung.

[Ustadz Dudi]

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠

🌷IHQ 14🌷

❓Jika kita ingin menggunakan fasilitas KPR dan kartu kredit serta asuransi apakah dibolehkan. Syukron.

🔐Jawab 🔐

Asalkan dengan akad Syariah boleh.
💟👉KPR syariah adalah akad murabahah (jual beli dengan cicilan)

💟👉Kartu kredit : hiwalah (pemindahan utang), kafalah (penjaminan)

💟👉Asuransi Syariah: akad taawun (tolong menolong)

[Ustadz Dudi]

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠

Advertisements

Shalat dengan Ihsan

[7:56PM, 5/9/2015] Meyra: Akhwaaty fillah yang dirahmati Allah,
Bagaimana kabar akhwat sekalian? Semoga dalam kondisi keimanan yang terus bertambah ya..
Di kesempatan ini, saya diberi amanah untuk menyampaikan materi perihal shalat. Semoga menjadi pengingat yang bermanfaat bagi diri saya pribadi dan akhwat sekalian .

Sebelumnya, saya ingin mengajak akhwaat sekalian untuk merenung. Bertanya kepada diri kita masing-masing.
🍁Sudahkah shalat yang kita lakukan sampai saat ini menjadi kebutuhan kita, yang tidak hanya sekedar penggugur kewajiban? 🍁Sudahkah shalat yang kita lakukan terasa nikmat dan menjadi penghilang kepenatan dan kesedihan kita? 🍁Sudahkah shalat yang kita kerjakan membuat kita lebih tenang dan segar dari sebelum kita mendirikannya? 🍁Sudahkah kita menyukai berlama-lama berdiri ketika shalat, ataukah kita lebih suka sebentar saja? 🍁Sudahkah shalat yang kita lakukan dapat menghalangi kita dari perbuatan atau akhlak buruk kita?
🍁Sudahkah diri kita merasa bersalah ketika kita menunda-nunda shalat ? ataukah hal itu menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja?
🍁Atau bahkan meninggalkannyapun tidak membuat kita resah?

Silahkan menjawab pertanyaan ini masing-masing.
[7:58PM, 5/9/2015] Meyra: Jika sebagian besar pertanyaan diatas jawabannya adalah sudah, maka bersyukurlah kepada Allah atas karunia berharga itu. Dan semoga Allah beri keistiqomahan dalam mendirikannya. Jika jawaban kita sebagian besarnya masih belum, marilah kita berkaca. Bagaimanakah seharusnya seorang muslimah mengerjakan shalat dengan ihsan. Semoga setelah kajian kali ini, kita dapat berusaha meningkatkan semangat dan kualitas shalat kita selanjutnya sampai ajal menjemput kita. Aamiin.
Akhwaaty yang dimuliakan Allah,
Betapa banyak kenikmatan yang telah Allah Subhaanahu wa ta’ala berikan kepada kita. Sampai kita sendiri tidak sanggup menghitungnya karena saking banyaknya. Namun terkadang kita sebagai manusia, sering terlupa atau bahkan sengaja melupakan bahwa kenikmatan yang telah kita dapatkan itu pada hakikatnya adalah pemberian dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan bahkan kita malah sibuk mengurusi kenikmatan tersebut serta lalai dari berterimakasih dan menunaikan hak Sang Pemberi nikmat itu. Semoga kita disini tidak seperti itu.

Akhwaaty yang dikasihi Allah,
Sholat merupakah salah satu ibadah yang diperintahkan Allah Subhaanahu wa ta’ala kepada kita sebagai rasa syukur kita kepada-Nya atas anugerah nikmat yang telah diberikan-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa ta’ala dalam QS. Al-Kautsar : 1-2 yang berbunyi :
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.“
[8:00PM, 5/9/2015] Meyra: Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ayat tersebut maksudnya adalah “Sebagaimana Kami telah memberimu kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat. Diantaranya adalah sungai Al-Kautsar yang sifatnya dijelaskan dalam hadist. Oleh karena itu, tulus ikhlaslah dalam menjalankan shalat wajib dan sunnahmu serta dalam berkurban hanya untuk Rabb-mu. Ibadahilah Dia semata yang tiada sekutu bagi-Nya dan berkurbanlah dengan menyebut Nama-Nya semata yang tiada sekutu bagi-Nya.“
[8:03PM, 5/9/2015] Meyra: Keutamaan shalat
Akhawaaty fillah yang dirahmati Allah,
Betapa banyak dalil yang menunjukkan perintah dan keutamaan shalat 5 waktu, diantaranya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللهُ عَلَى الْعِبَـادِ، مَنْ أَتَى بِهِنَّ لَمْ يُضِيْعَ مِنْهُنَّ شَيْئًا اِسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ كَـانَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدٌ، إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ.
‘Lima shalat diwajibkan Allah atas para hamba. Barangsiapa mengerjakannya dan tidak menyia-nyiakannya sedikit pun karena menganggap enteng, maka dia memiliki perjanjian dengan Allah untuk memasukkannya ke Surga. Dan barangsiapa tidak mengerjakannya, maka dia tidak memiliki perjanjian dengan Allah. Jika Dia berkehendak, maka Dia mengadzabnya. Atau jika Dia berkehendak, maka Dia mengampuninya.’”(Shahiih Sunan Ibnu Majah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »

“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan masih banyak lagi hadits tentang keutamaan sholat.
[8:05PM, 5/9/2015] Meyra: Subhanallah… Betapa besar keutamaan shalat wajib yang kita kerjakan. Bahkan ibadah tersebut menjadi salah satu pengantar seorang wanita untuk masuk surga dari pintu mana saja yang dia mau berdasarkan hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 
[8:06PM, 5/9/2015] Meyra: 🎀Kedudukan Shalat
1. Shalat adalah tiang agama
Kedudukan shalat lima waktu dalam agama ini adalah ibarat tiang penopang dari suatu bangunan. Tiang penopang yang dimaksud di sini adalah tiang utama. Artinya jika tiang utama ini roboh, maka tentu suatu bangunan akan roboh.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ
“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
2. Shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab. Amalan seseorang bisa dinilai baik buruknya dinilai dari shalatnya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
” إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ ” .
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala  mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”
Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud, Ahmad, Hakim, Baihaqi,. Al Hakim)
[8:07PM, 5/9/2015] Meyra: 3. Perkara terakhir yang hilang dari manusia adalah shalat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَوَّلُ مَا يَرْفَعُ مِنَ النَّاسِ الأَمَانَةُ وَ آخِرُ مَا يَبْقَى مِنْ دِيْنِهِمْ الصَّلاَةُ
“Yang pertama kali diangkat dari diri seseorang adalah amanat dan yang terakhir tersisa adalah shalat.” (HR. Al Hakim dan At Tirmidzi)

4. Pembatas antara seseorang dengan kekafiran
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

Mengingat betapa pentingnya kedudukan shalat dalam agama Islam, maka hendaklah seorang mukminah memperhatikan shalat yang dilakukannya. Tidak menyia-nyiakan waktu yang telah ditetapkan Allah SWT. Menaruh perhatian yang tinggi sebelum dan ketika pelaksanaan shalat. serta khusyu’dalam menegakkannya.

Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.“

Imam Ahmad –rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa,

“Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah!

Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.“
[8:09PM, 5/9/2015] Meyra: Betapa tinggi perhatian Islam terhadap penegakkan shalat ini, sampai-sampai terdapat ayat dan hadist khusus yang menyeru kita sebagai orang tua untuk memerintahkan anak kita sejak usia 7 tahun dan diperbolehkan untuk memukulnya –dengan pukulan mendidik yang tidak menyakiti- pada usia 10 tahun jika enggan melaksanakannya.
Diantaranya firman Allah ta’ala :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132).

Dan hadist yang berbunyi :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ
“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka“. (HR. Abu Daud)

Celaan dan ancaman bagi yang lalai shalat
Melalaikan atau bahkan meninggalkan shalat merupakan perbuatan yang mengundang azab Allah Azza wa jalla sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran :

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisa’: 142).

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan (al ghoyya), kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam : 59-60)

Para ulama berbeda pendapat sehubungan dengan pengertian menyia-nyiakan salat dalam ayat ini. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan salat ialah meninggalkannya sama sekali, yakni tidak pernah mengerjakannya sama sekali. Dan ada yang berpendapat bahwa Makna yang dimaksud ialah sesungguhnya mereka hanya menyia-nyiakan waktu-waktu salat; karena seandainya mereka menyia-nyiakan salat (meninggalkan shalat), tentulah perbuatan itu merupakan perbuatan orang kafir. (Tafsir Ibnu Katsir)

Dan yang dimaksud dengan gayyan dalam ayat diatas ialah kerugian. Sedangkan menurut Qatadah yang dimaksud gayyan ialah keburukan.
Dan menurut Abdullah bin Mas’ud, Gayyan adalah nama sebuah lembah di dalam neraka Jahanam, Letaknya sangat dalam dan baunya sangat busuk.
[8:10PM, 5/9/2015] Meyra: Firman Allah Subhaanahu wa ta’ala dalam QS. Al-Ma’un : 4-5
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ 
Diantara bentuk melalaikan shalat dalam ayat tersebut sebagaimana terdapat dalam tafsir Ibnu Katsir adalah :

1. Melalaikan shalat dengan tidak melaksanakannya sama sekali. Ini adalah shalatnya kaum munafik yang mana ketika mereka berada bersama kaum muslimin mereka melaksanakan shalat, tetapi ketika mereka sendirian, mereka tidak melakukannya. Ini adalah pendapatnya Abdullah bin Abbas radhiallaahu’anhu.

2. Melalaikan shalat dengan tidak melaksanakannya sampai habis waktu shalat yang telah ditetapkan oleh syariat. Ini adalah pendapatnya Masruq dan Abu Adh Dhuha.

3. Melalaikan shalat dengan tidak melaksanakannya di awal waktu. Dia selalu atau sangat sering menunda melaksanakan shalat hingga di akhir waktu.

4. Melalaikan shalat dengan cara tidak menyempurnkan rukun-rukun dan syarat-syarat shalat yang telah diatur dalam syariat.
[8:15PM, 5/9/2015] Meyra: 5. Melalaikan shalat dengan tidak melaksanakannya dengan khusyu’ dan tidak memahami serta merenungkan makna dzikir dan bacaan shalat yang dilakukannya.
Marilah kita bertaubat dan memperbanyak istighfar jika kita masih termasuk dalam salah satu kategori ini. Semoga Allah Subhaanahu wa ta’ala menerima taubat kita…
Bagaimana menjadikan shalat kita lebih bermakna dan membuahkan hasil sebagaimana tujuan pelaksanaan shalat?

Sholat yang benar akan menghasilkan pengaruh yang baik untuk tubuh kita dan berbuah akhlak yang baik.
[8:16PM, 5/9/2015] Meyra: 📌Telah ada pemeriksaan otak berkaitan dengan pelaksanaan shalat dan pengaruhnya terhadap otak orang yang mengerjakan shalat. Dimana dilakukan City scan pada otak sebelum dan sesudah melaksanakan shalat. Shalat yang pertama dilaksanakan tanpa kekhusyu’an. Ketika pelaksanaan shalat, ia sambil memikirkan hal-hal lain di luar shalat yang sifatnya keduniaan.
📌 Lalu diperiksa kembali keadaan otaknya.
📌 Dan hasilnya, keadaan otak sebelum dan sesudahnya tidak menunjukkan perubahan. Lalu pada pemeriksaan selanjutnya, ia berusaha melaksanakan shalat dengan penuh kekhusyu’an dan konsentrasi.
📌Kemudian diperiksa kembali keadaan otak setelah itu. Dan ternyata, ada perubahan dalam otak ketika orang tersebut melaksanakan shalat dengan khusyu’. Dan perubahan ini memberi dampak yang positif sekali, berupa rasa kasih sayang, otak yang fresh, ketenangan dan ketundukan serta energi yang bertambah.

Hal itu merupakan pengaruh dari bacaan yang dibaca ketika shalat. Pemeriksaan ini telah dilakukan dan dapat disimak di http://www.youtube.com/watch?v=T4s1j6H3rz8

📌 Fakta ini merupakan satu bukti bahwa ketika kita melaksanakan shalat sebagaimana yang seharusnya, niscaya kita akan mendapatkan banyak manfaat yang kembali kepada diri kita sendiri. Baik untuk jasad dan rohani kita. Ataupun untuk kehidupan dunia dan akhirat kita
[8:17PM, 5/9/2015] Meyra: 🌹Akhwaaty fillah yang dikasihi Allah,
Selain manfaat pribadi yang akan kita peroleh dengan shalat, ternyata shalat yang benar dapat membuahkan akhlak yang baik yang akan mencegah seseorang dari perbuatan keji yang meresahkan masyarakat.

Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa ta’ala
اتْلُ مَآ اُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَي عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS.Al-Ankabut : 45)

Jika kita sudah rajin melaksanakan shalat, namun akhlak kita masih buruk dan masih suka membuat keresahan dalam masyarakat, maka berkacalah. Apakah shalat yang dilaksanakan sudah benar dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Lalu, marilah kita perbaiki shalat kita yang merupakan hubungan langsung kita kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala, Sang Pencipta kita. Jika hubungan kita baik kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala, niscaya hubungan kita dengan manusia akan baik juga.

Akhwaaty yang dimuliakan Allah,
Shalat itu adalah zakat waktu untuk Allah Subhaanahu wa ta’ala. Sedangkan sodaqoh (zakat mal) adalah zakat harta untuk Allah Subhaanahu wa ta’ala. Jumlahnya 2,5 %. Sehingga jika seseorang ingin menunaikan hak Allah Subhaanahu wa ta’ala dengan baik, maka setidaknya dia menyiapkan minimal 2,5% dari 24 jam waktunya untuk Allah Subhaanahu wa ta’ala dengan menunaikan shalat.
Yang berarti waktu minimalnya adalah 36 menit dalam sehari. Karena sehari ada 17 rakaat, maka minimal sekitar 2 menit per rakaat waktu yang di perlukan seseorang untuk dapat menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya. Rukuk dengan tuma’ninah, sujud dengan tuma’ninah dan disertai kekhusyuán.  Maka waktu minimal yang diperlukan seseorang untuk shalat dzuhur  adalah 8 menit. Itulah hak Allah Subhaanahu wa ta’ala atas makhluk-Nya. Maka hendaklah kita menegakkannya dengan sebaik-baiknya.
[8:18PM, 5/9/2015] Meyra: 🎀Berikut ini adalah Tips khusyu dalam shalat :

1. Jika kita ingin khusyu’ dalam beribadah, yang perlu kita camkan adalah kita sedang berhadapan dengan Pencipta kita yang  Agung. Kita sedang mencari perhatian, rahmat dan ridha-Nya. Maka, hendaklah kita bersungguh-sungguh dan penuh perhatian di hadapan-Nya.  Jika kita berhadapan dengan orang yang kita segani, kita kagumi dan kita harapkan bantuan atau perhatiannya saja, kita bisa konsen dan perhatian di hadapannya. Maka, apalagi jika kita berhadapan dengan Zat tempat segala makhluk bergantung. Dengan kita memahami dan menyadari akan agungnya Zat yang kita hadapi, kita akan bermujaahadah untuk khusyu’ menghadirkan hati kita dan tunduk di hadapan Allah, Zat yg kita harapkan ridha-Nya. Yakini bahwa Allah Subhaanahu wa ta’ala sedang melihat kita ketika kita shalat dan mendengar permohonan yang kita minta. Itulah Ihsan. Kita beribadah, seolah-olah kita melihat Allah karena kita yakin bahwa Allah melihat kita.
[8:19PM, 5/9/2015] Meyra: 🔷2. Pahami keutamaan & pentingnya shalat yang kita lakukan.
🔷3. Pahami makna dan tadabburi ayat/dzikir yang kita baca. 
🔷4. Bacalah ayat/dzikir dengan tartil (perlahan). Sehingga ketika kita membacanya, kita dapat meresapi dan merenungi apa yang kita baca.
🔷5. Berlindung diri kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’ala dari godaan syaithan. Dan berusaha sekuat tenaga untuk melawannya. Karena syaithan selalu berusaha mencari celah agar kita lalai dari mengingat dan mendekatkan diri kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’ala. CAMKAN BAHWA SYAITHAN ADALAH MUSUH NYATA BAGI MANUSIA BERIMAN. Usaha syaithan tersebut bisa berupa was-was, membuat kita memikirkan hal-hal diluar shalat seperti memikirkan barang yang hilang, pekerjaan kita yang belum selesai, dan sebagainya.
[8:21PM, 5/9/2015] Meyra: 🔷6. Menjauhi segala hal yang mengganggu kekhusyuan ibadah kita, seperti menahan buang air, menahan kantuk, hidangan makanan yang menggiurkan di hadapan kita, dan sebagainya.
🔷7. Memahami pentingnya khusyu’ dalam beribadah & kerugiannya jika kita tidak khusyu’.
🔷8. Lakukan persiapan yang optimal sebelum shalat. Luruskan niat kita hanya untuk Allah Subhaanahu wa ta’ala semata.
🔷9. Tuntutlah ilmu agama yang hukumnya wajib kita pahami sebagai seorang muslim. Seperti Ilmu mengenal Allah Subhaanahu wa ta’ala, halal & haram, fikih shalat, dan lain-lain.
🔷10. Berdoa kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala agar dikaruniakan hati yang khusyu’.  Diantara doa tersebut :

أَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَ مِنْ دُعَاءٍ لاَيُسْمَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ هَؤُلاَءِ الْأَرْبَعِ. (رواه الترمذى)
Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, do’a yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah puas, dan ilmu yang tidak bermanfaat. (HR. At-Tirmidzi)

🔷11. Jadikahlah shalat yang kita dirikan seakan-akan merupakan shalat terakhir kita di dunia ini.😭😭
Ingatlah kematian dan yakinlah bahwa kelak kita akan berjumpa dengan Rabb kita.
[8:23PM, 5/9/2015] Meyra: Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat. Dan semoga Allah Subhanahu wa ta’alaa memberi taufiq kepada kita dan keluarga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang menegakkan shalat.

ربنا اجعلنا مقيمي الصلاة ومن ذريا تنا ربنا وتقبل دعاء نا
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami dan anak cucu kami orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doa kami.

ﺃﻗﻮﻝ ﻗﻮﻟﻲ ﻫﺬﺍ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻲ و ﻟﻜﻦ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﻔﻌﻨﺎ ﺑﻤﺎ ﻋﻠﻤﺘﻨﺎ و ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﺎ ﻳﻨﻔﻌﻨﺎ ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﺍﻟﻠﻬﻢ و ﺑﺤﻤﺪﻙ أﺷﻬد أن ﻟﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﺃﻧﺖ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮﻙ و ﺃﺗﻮﺏ إليك

Wasalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh
Al-Faqiirah ilaa ridho rabbiha

🌹Afifatun Nisa

Hidup ini terlalu singkat

Hidup ini terlalu singkat untuk melakukan semua hal yang ingin kau lakukan, untuk semua yang ingin kau katakan, untuk semua tempat yang ingin kau datangi. Habiskan hidup ini untuk mencari keridhoan Allah. Dan kau akan memiliki keabadian untuk melakukan semua yang kau ingin lakukan di SYURGANYA kelak. Insya Allah.

-Sheikh Abdulnary Yahya

Kita Mengetahui, Tapi Sayang, Kita Tidak Mengamalkan

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengisahkan: “Seorang anak perempuan meninggal karena Thoun, kemudian ayahnya melihatnya di dalam mimpi, maka ayahnya berkata kepadanya: “Wahai anakku kabarkan kepadaku tentang akhirat!”

Anak perempuan itu menjawab: “Kami telah melewati perkara yang sangat besar, dan sesungguhnya kita telah mengetahui, tapi kita tidak mengamalkannya. Demi Allah, sesungguhnya satu ucapan tasbih atau satu rakaat sholat yang tertulis dalam lembaran amalku lebih aku sukai daripada dunia dan seluruh isinya”..

Berkata Ibnul Qayyim: “Anak perempuan itu telah mengatakan perkataan yang dalam maknanya (sesungguhnya kami mengetahui, tapi kita tidak mengamalkan), akan tetapi banyak diantara kita yang tidak memahami maknanya..”

Kita mengetahui, bahwa ucapan سبحان الله وبحمده Subhanallahi wa bihamdihi sebanyak 100 kali  akan  menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang.. Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun..

Kita mengetahui, bahwa pahala  dua rakaat Dhuha setara  dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang.. Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha…

Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api  neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya.. Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur.  Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang janda pun..

Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al Qur’an dalam jadwal harian kita…

Kita mengetahui, bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang,  kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya..

Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam..

Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu..

Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggal mendahului kita, tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau  dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka..

Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.. Semoga kita segera merubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi..

Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita di dunia..

Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata, kaki, dan tangan kita yang menjadi saksi..

Dan pada  hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, teman-teman dan anaknya, karena  pada hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing-masing..

Ruqyah Mandiri

[8:42PM, 5/7/2015] Dewi: 1⃣ Untuk pembentengan, bacalah surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas 3x sesudah sholat subuh, sholat maghrib dan sebelum tidur. Ayat kursi setelah selesai sholat fardhu dan sebelum tidur serta memperbanyak dzikir dan doa saat pagi dan petang hari (sebagai referensi silahkan baca buku saku berjudul “Hisnul Muslim / Dzikir dan Doa Pagi Petang” karya Syeikh Al Qahthani).

2⃣ Ambil air satu galon atau 20 liter, lalu bacakan di atasnya surah Al Fatihah, Ayat Kursi, Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq, Surah An Naas dan 3 ayat penghancur sihir, yaitu Surah Al A’raf ayat 117-122, Surah Yunus ayat 81-82 dan Surah Thaha ayat 68-70, semua ayat ini dibacakan masing-masing 11 kali atau lebih semampu yang kita bisa.
[8:44PM, 5/7/2015] Dewi: Lanjutan nomor 2⃣
Mandikan air ini setiap harinya 1,5 liter, tampung air bekas mandinya untuk disebar di halaman rumah atau di pekarangan toko dan tempat usaha kita.

3⃣ Selain digunakan untuk mandi, air ruqyah.ini boleh juga disemprotkan ke seisi rumah, toko, warung, kamar kosong, gudang, loteng dan tempat-tempat yang terindikasi menjadi tempat sihir bekerja.

4⃣ Biasakan juga untuk senantiasa mengkhatamkan Al Quran di dalam rumah kita, terutama surah Al Baqarah, karena setan dan antek2nya akan lari meninggalkan rumah yang di dalamnya senantiasa dibacakan Al Quran.
[8:45PM, 5/7/2015] Dewi: 5⃣ Fenomena sleep paralysis atau dikenal dengan istilah ketindihan. Bagi sebaian orang hal ini katanya adalah suatu fenomena logis yang tidak ada kaitannya dengan hal-hal mistis seperti gangguan jin dan yang semisalnya. Terlepas dari logis atau tidaknya hal tersebut, jika kita sering mengalaminya (tindihan) dan selalu berulang-ulang di hampir setiap tidur kita, maka cobalah terapi berikut.

Jika saat tidur kita merasakan lumpuh atau tidak bisa menggerakkan tubuh kita (padahal kita sudah membuka mata kita dan dalam keadaan setengah sadar) maka cobalah terus membaca ayat kursi atau kalimat2 dzikir yang mampu kita ingat sembari berusaha untuk menggenggamkan kedua tangan kita, jika kita telah mampu mengepalkan atau menggenggamkan tangan kita, maka bertakbirlah sebanyak yang kita mampu, lalu bangun dan berwudhu lah serta rubah posisi tidur kita.
[8:45PM, 5/7/2015] Dewi: Demikian beberapa cara yang bisa kami nukilkan untuk membantu memudahkan dalam melakukan prosesi Ruqyah Mandiri / Self Healing. Mudah-mudahan Allah memberi jalan keluar yang terbaik atas setiap permasalahan kita serta senantiasa menjaga dan melindungi kita dari berbagai macam makar dan tipu daya setan dan para pembantu serta sekutu-sekutunya…

Materi kajian online IHQ
Oleh ust Tono

Keutamaan penghafal Al Quran

🍄 WBM 🍄
〰〰〰〰
Wacana Bermutu  Muslimah 

WBM/21/AHQ-IHQ/🌴DK-ODOJ

🌿🍀🌿🍀🌿🍀🌿🍀🌿🍀

📚Berikut ini 7 keutamaan penghafal quran berdasarkan hadits Rasulullah:

📝1.Menjadi keluarga Allah di dunia

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad) 

📝2. Lebih diutamakan untuk dihormati dan didahulukan

 “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim) 

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)

“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)

📝3. Mendapat syafaat dari Alquran

“Penghafal Quran akan datang pada hari kiamat dan AlQuran berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). AlQuran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Tirmidzi)

📝4. Termasuk sebaik-baik manusia

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

📝5. Dimuliakan oleh Allah

“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)

📝6. Orang lain boleh iri padanya

“Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ’Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat” (HR. Bukhari)

📝7. Mampu menyelamatkan kedua orangtua

Sabda rasulullah s.a.w.:

“Daripada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”.

Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Quran berkata; “saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.

👑Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya.

Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Quran.”

Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil).

🍀🌿🍀🌿🍀🌿🍀🌿🍀🌿

Dipersembahkan oleh :
Team Syiar IHQ🌴
📚Majelis Keluarga Qur’ani📚

Wanita idaman syurga

[7:47PM, 4/18/2015] Dewi: Bismillahirrohmanirrokhim
[7:47PM, 4/18/2015] Dewi: Assalamu’alaikum wr wb
[7:48PM, 4/18/2015] Dewi: Segala puji hanya.bagi Allah yg telah memberikan.banyak.nikmat pd kita semua sehingga masih.diberi kesempatan untuk mengikuti Kajian On Line pd malam hari ini
[7:49PM, 4/18/2015] Dewi: Mari.kita buka kajian ini dengan basmalah dan.surah al fatiha bersama2
[7:51PM, 4/18/2015] Dewi: Baik, mari kita simak taujih dari bunda popy yg mewakili bunda endria pd malam hari ini
[7:52PM, 4/18/2015] Dewi: Bismillahirrahmanirrahim
[7:52PM, 4/18/2015] Dewi: Assalamu’alaikum wr wb
[7:52PM, 4/18/2015] Dewi: Bunda2 sholihat yang dirahmati Allah…

Mlm ini sy mendapatkan amanah untuk menyampaikan materi yg ditulis oleh Bunda Endria karena beliau sedang dlm perjalanan & tdk memungkinkan untuk online
[7:53PM, 4/18/2015] Dewi: Sebelum sy memberikan materi tersebut, sy ingin mengajak bunda semua untuk membaca al fatihah & istighfar agar kita semua siap menerima materi & dengan hati yg bersih siap untuk menerapkan dlm kehidupan sehari-hari
[7:53PM, 4/18/2015] Dewi: لسلام عليكم ورحمة الله و بركاته
‎بسم الله الرحمن الرحيم

‎الحمد لله و الشكر لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita rizki berupa waktu untuk online dimalam hari ini, untuk mengikuti kajian IHQ. Shalawat serta salam untuk baginda besar Muhammad shallahu alaihi wassalam, untuk para sahabatnya dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Dengan membaca Basmallah kita awali kegiatan kita, mari kita berdoa semoga Allaah menjauhkan segala rintangan dalam acara malam ini, semoga kita diberi kelancaran oleh Allaah Ta’alaa.
Alhamdulillah Wa syukurillah …
[7:54PM, 4/18/2015] Dewi: Ibunda yang dirahmati Allah ta’alaa…
Berbahagia sekali rasanya saya bisa kembali berada ditengah-tengah ibunda sholihat, dalam suatu Majelis Ilmu yang semoga Allah selalu berkahi ini…

Dengan kondisi yang serba terbatas ini semoga tidak semoga mengurangi kekhusyu’an kita dalam taqarub (upaya mendekatkan diri) kepada Allah ya bundaa….mari bersama2 mengucap puji syukur kepada ALLAH subhanahu wata’alaa atas nikmat iman, nikmat berada dalam  Jalan Hidayah dan juga sehat yang kita miliki.

InsyaAllah semoga Allah ta’alaa juga berkenan mengirimkan para malaikatnya mengerumuni kita , kemudian memohonkan ampunan dan mendoakan segala kabaikan bagi kita semua.

Aamiin ya Robbal ‘aalamiin.
[7:55PM, 4/18/2015] Dewi: 🔲 Malam ini saya ingin mengangkat thema kajian yang semoga membuat kita termotivasi bisa termasuk didalamnya aamiiin …. Yakin :
” WANITA IDAMAN SYURGA.”

Setelah materi tentang Aqidah kita fahami dengan baik maka langkah kita selanjutnya adalah bagaimana mulai menata hal-hal penting yang menjadi kunci agar kita kelak bisa termasuk pada golongan para Wanita Penghuni Syurga.

Pastikan sejak saat ini juga … kita berniat menapaki jalan menuju komunitas wanita yang dirindukan  oleh Syurga…Yakni wanita yang memang layak menjadi Penghuni Syurga.

Tidak mudah tentunya untuk menjadi penghuni Syurga. Akan tetapi pasti ada jalan jika kita ada kemauan, kesungguhan, dan banyak memohon kepada Sang Pemilik Syurga.
[7:56PM, 4/18/2015] Dewi: Hal-hal penting itu diantaranya :

📌Pertama : Ucapkan BISMILLAHIROHMAANIRROHIIM.

Kemudian lanjutkan dengan mengikrarkan NIAT dalam hati dengan penuh kekhusyu’an menghadap dan seolah-olah menatap wajah Allah subhanahu wa ta’alaa.
NIAT ini harus benar2 mencerminkan bahwa kita sangat ingin memasuki dan merindukan kehidupan SyurgaNya.

Kemudian mohon ridho dan bimbinganNya agar kita bisa senantiasa berada dijalan yang benar-benar menapaki jejak menuju Syurga.

Perbaharui secara berkala NIAT tersebut, melalui muhasabah / evaluasi diri. Agar jika arah langkah hidup kita sudah mulai tetap istiqomah dan TIDAK mudah melenceng, jika terjadi serangan berupa godaan, maka segeralah kembali kepada jalan yang lurus. Dan berusahalah agar setiap amal tetap terkontrol dalam sistem Muroqobah (merasa diawasi ALLAH) agar selalu terjaga  motivasi diri ingin mencapai Syurga.
[7:58PM, 4/18/2015] Dewi: 📌Kedua : Luruskan AQIDAH.

Setelah Niat maka selanjutnya pastikan Aqidah kita lurus, bersih dari Syirik dan kemungkaran yang nyata.

Syarat diatas mutlak harus dipenuhi yaa bundaa…
Karena seseorang tidak akan pernah masuk Syurga selama didalam dirinya terdapat Syirik yang tersisa walaupun sebiji sawi sebelum dia bartaubat kepada Allah subhanahu wa ta’alaa sebelum wafatnya.

Oleh karena itu biasakan kita mengulang-ulang setiap pagi dan petang mengucap doa :

” Allahumma innii na’udzhu bika min annusyrika bika syai-an na’lamuh wa nashtaghfiruka limaa laa na’lamuh “. Doa ini intinya kita mohon ampun atas dosa2 Syirik baik yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui.

Silahkan doa tersebut diatas dicatat dan diamalkan kemudian diajarkan kepada keluarga dan orang2 yang kita cintai …
[8:00PM, 4/18/2015] Dewi: 📌Ketiga : Kuatkan IMAN dan kokohkan TAQWA sempurnakan KEIHLASAN.

Setelah memiliki Aqidah yang lurus / benar , maka kita harus segera menengok bagaimana kondisi keimanan kita ?
Apakah masih berada pada tingkat yang minim (tipis), sedang2 saja ataukah sudah kuat dan kokoh ?

Tentu kriteria menjadi Wanita Idaman Syurga harus memiliki Iman kepada Allah yang sangat kuat, sehingga mampu menjadi landasan Taqwa dengan Keihlasan yang sempurna.

Jika IMAN itu ibarat pondasi atas sebuah bangunan yang kokoh, maka TAQWA adalah tatanan batu bata yang disusun rapi diatasnya.

Sedangkan KEIHLASAN bagaikan kesempurnaan keindahannya.

Jika seseorang mengaku Beriman tetapi tidak Bertaqwa (artinya tidak taat baik dalam menjalankan perintah maupun menjauhi segala laranganNya), maka keimanan yang seperti itu adalah keimanan yang rapuh, tidak berbobot dan sangat rentan dengan risiko pengikisan Aqidah, dan perbuatan pelecehan terhadap Syari’at. Ini sangat berbahaya…

Biasanya seseorang yang memiliki iman yang rapuh/tipis, pikirannya sangat mudah diperbudak oleh syetan dan nawa nafsunya melalui fitnah dunia yang ada dihadapannya yakni berupa harta, kedudukan dan syahwat terhadap wanita.

Keimanan kepada Allah itu menuntut pembuktian yang nyata dari pelakunya melalui ketaatan dan kesungguhannya dalam melaksanakan syari’at Islam yang benar berdasarkan AL Qur’an dan Hadist sebagai sumber rujukannya.

Keimanan kepada ALLAH Tidak bisa dipisahkan dari ikatan Cinta yang dimiliki seseorang kepadaNya.

Oleh Karena itu, Sebaiknya seorang Wanita perindu Syurga bersungguh2 dalam mencintai ALLAH Subhanahu wata’alaa.

Caranya adalah dengan mengikuti apa saja yang dicontohkan dan diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

Hal ini sebagaimana firman Allahu Ta’alaa :

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(QS. Ali Imran : 31)
[8:03PM, 4/18/2015] Dewi: 📌Keempat : Khusyu’ dan Istiqomah dalam ber-IBADAH.

Ketaatan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’alaa harus dilandasi pada 3 pilar utama keimanan kepada Allah, yakni :
[8:03PM, 4/18/2015] Dewi: 1⃣  Ibadah harus dilakukan atas dasar Cinta.

Ibadah harus dilakukan atas dasar cinta kepada Allah.
Cinta kepada Allah ini haruslah cinta yang sangat kuat. Cinta yang sangat dalam dan dahsyat.

Dengan adanya rasa curahan cinta yang besar inilah yang berpotensi seorang wanita menjadi ahli ibadah yang sempurna.

Setiap ibadah yang dilakukan seorang Wanita Idaman Syurga harus berkualitas :
– KEIHLASAN tinggi,
– KEKHUSYU’AN yang sempurna
– I’TIBA Rasul, yakni harus mengikuti tuntunan Rasulullah sholallahu a’alihi Wassalam;
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Syari’at Islam.

Jika ibadah memenuhi kwalitas seperti diatas maka insyaAllah amal2 tersebut Pasti akan diangkat dan diterima oleh Allahu ta’alaa sangat tinggi.
Dan buah dari amal ibadah yang sempurna itu adalah turunnya Rahmat dan Cinta dari Allah kepada dirinya.

Subhanallah… beruntung sekali ya wanita seperti ini, pantaslah dia menjadi Wanita Idaman Syurga.
[8:05PM, 4/18/2015] Dewi: 2⃣  Ibadah dilakukan karena suatu Pengharapan.
Selain karena dasar Cinta yang Dahsyat.
Ibadah harus dilakukan atas dasar adanya suatu pengharapan hati dan kerinduannya kepada Syurganya Allah subhanahu wa ta’alaa yang didalamnya telah Dia dijanjikan berbagai keindahan dan kenikmatan sejati nan abadi.

Jika seorang wanita sudah merindukan Syurga maka sepantasnya jika Syurga pun akan merindukan dan mengharap kehadirannya.
[8:06PM, 4/18/2015] Dewi: 3⃣ Ibadah dilakukan karena adanya rasa Takut.
Ibadah harus dilakukan atas dasar adanya rasa takut didalam diri pelakunya.

Takut terhadap konsekwensi yang harus dia tanggung jika dia tidak melaksanakannya, yakni siksa dan adzab Allah yang sangat pedih.

Neraka menjadi suatu ancaman bagi dirinya sehingga dia tidak akan pernah berani main-main dengan berita-berita ancaman yang diterimanya dari sumber-sumber Aqidah yang harus diimaninya, yakni AL Qur’an dan Hadist.

Rasa takut yang ada pada dirinya begitu besar terhadap ancaman Neraka, hal ini sebagaimana besarnya pengharapan dan kerinduannya kepada Syurga.
Demikianlah seharusnya  pelaksanaan ibadah seorang Perindu Syurga ; penuh dengan  keikhlasan, kecermatan dan kesungguhan.
Seorang Wanita Idaman Syurga akan selalu concern dengan kualitas amal ibadahnya. Dia akan selalu memastikan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan tidak pernah terlepas dari 3 unsur/pilar penyangga amal tersebut sebagaimana telah dijelaskan diatas.
[8:07PM, 4/18/2015] Dewi: Setelah 3 unsur utama dari pelaksanaan ibadah sudah dipenuhi, maka selanjutnya para pemburu Maqom Calon Ahli Syuga .. Wanita Idaman Syurga harus memenuhi beberapa bekal utama yang lain, diantaranya :

1⃣ Ahlaqul Kharimah (mulia).

Ahlaq Mulia merupakan refleksi atas kesempurnaan amal sholih yang secara Istiqomah telah diperjuangkan oleh para Wanita Idaman Syurga demi memastikan ber-Balasnya Cinta dari Tuhannya kepada dirinya.

Setiap amal sholih yang memenuhi syarat untuk diterimanya secara syari’at harus didukung dengan curahan berbagai ungkapan rasa cinta yang dalam kepada yang kita ibadahi yakni Allah subhanahu wa ta’alaa.
[8:08PM, 4/18/2015] Dewi: 2⃣ Kekuatan Ilmu.

Kekuatan Ilmu yang dimiliki oleh setiap Wanita Idaman Syurga merupakan suatu hal yang Mutlak adanya.
Karena kekuatan ilmu merupakan sumber pendorong seseorang untuk melakukan amal ibadah dengan dasar rasa cinta, harap dan takut kepada Allah sebagai sesembahannya.

Demikian pula kenyataannya apapun yang kita usahakan menuju pada penghambaan yang sempurna akan membuahkan cinta yang Allah berikan kepada siapa saja yang datang dan bersimpuh merengek untuk meraih cintaNya.

Seorang wanita pendamba Syurga pasti mengejar nilai-nilai dan amal-amal yang bisa mengantarkannya pada turunnya Cinta dan Ridho Allah kepada dirinya.

Dan dia sadar bahwa untuk mencapai hal tersebut tidaklah mungkin kecuali dengan ilmu yang didapat atas rahmat dan kehendak Allah.
Dengan bekal ilmu yang memadai seorang Wanita Idaman Syurga akan memahami apa-apa yang telah ditetapkan sebagai rukun ke-islamannya dan juga kefahaman terhadap hal apa saja yang bisa mengantarkan pada kemuliaan dirinya dihadapan Allah ta’alaa. Sehingga setiap Syari’at Islam akan dia laksanakan dengan penuh penjiwaan dan sesuai dengan tuntunan yang sohih.

Rasulullah SAW dalam sebuah hadist beliau yang menyatakan bahwa :
“Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya (mudah) faham (ilmu) Agama.” (HR. Bukhari).

Dari hadist diatas disempurnakan maknanya dengan hadist lain yang mengisyaratkan bahwa begitu mulianya seseorang yang berilmu. Dikatakan bahwa seorang yang berilmu ( ‘alim atau ahli ilmu ) keutamaxannya dibanding ‘Abid (ahli ibadah) adalah bagaikan keutamaan Bulan Purnama diantara Bintang-bintang.
[8:09PM, 4/18/2015] Dewi: 3⃣ Kemauan kuat untuk Menjadi Pribadi Yang Istiqomah dalam Ketaqwaan.

Keteguhan ini harus selalu dipertahankan selama hidupnya di dunia ini.
Tentu ini bukanlah suatu perjuangan yang mudah.
Namun perlu menjadi catatan bahwa ini adalah suatu hal pokok yang terpenting dalam hidup seorang Wanita Idaman Syurga.
Yakni IMAN, ILMU dan AMAL …

Maka hal terpenting setelah itu adalah adanya ISTIQOMAH diri dalam mempertahankan Maqom kesholihatannya.

Wanita Idaman Syurga juga tentu sangat menyadari bahwa semua keutamaan yang dimilikinya tidaklah akan berbuah apa-apa  sebelum Allah merahmatinya.
Dan rahmat ALLAH akan turun jika  seseorang bertahan dalam keimanan dan ketaqwaannya. Inilah yang kita sebut dengan ISTIQOMAH.

Waallahu a’lam
[8:10PM, 4/18/2015] Dewi: Demikian bunda yang dirahmati Allah…
Semoga kajian yang singkat ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua atas ridho dan kehendakNya…
Dan mengantarkan kita pada ketaqwaan yang sempurna. Dan menghantarkan kita kepada SyurgaNya.

Aamiin …

Billaahi Taufiq wal Hidayah

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuh.

Endria 🌴

🍃❤🍃❤🍃❤🍃❤🍃❤🍃❤