Mengenal Gaya Belajar Anak – Day #1

Sebelum mengamati secara mendalam aktivitas sehari-hari anak-anak utk mengetahui gaya belajarnya, apakah visual, auditory, atau kinestetik, saya akan mencoba untuk menganalisanya melalui ciri-ciri masing-masing gaya belajar yg sudah disampaikan pada kelas bunda sayang

Sabiq (4th 1bln):
mementingkan penampilan dalam berpakaian (visual)
Mengingat yg dilihat, dari pada yg didengar (visual)
Sering mengetahui apa yg harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata (visual)
Suka Musik (visual)

Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri (auditori)
Penampilan rapi (auditori)
Mudah terganggu oleh keributan (auditori)
Biasanya ia pembicara yang fasih (auditori)
Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual (auditori)
Berbicara dalam irama yang terpola (auditori)
Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara (auditori)

Berbicara perlahan (kinestetik)
Penampilan rapi (kinestetik)
Belajar melalui memanipulasi dan praktek (kinestetik)
Menyukai permainan yang menyibukkan (kinestetik)
Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu (kinestetik)
Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi. (kinestetik)

Dari analisa ciri-ciri diatas, saya ambil kesimpulan bahwa mas Sabiq cenderung memiliki gaya belajar auditori kinestetik. Meskipun ini bisa berubah dan berkembang sesuai dengan umurnya. Saat ini yg harus dilakukan adalah mengenalkan mas Sabiq dengan semua gaya belajar sehingga memudahkannya mempelajari banyak hal.

Aufa (2thn 4bln)

 

Tidak mudah terganggu oleh keributan (visual)
Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar (visual)
Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata (visual)
Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato (visual)

Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat (auditori)
Senang mendengarkan cerita (auditori)
Biasanya ia pembicara yang fasih (auditori)
Berbicara dalam irama yang terpola (auditori)
Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara (auditori)

Berbicara perlahan (kinestetik)
Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan (kinestetik)
Belajar melalui memanipulasi dan praktek (kinestetik)
Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca (kinestetik)
Menyukai permainan yang menyibukkan (kinestetik)
Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi. (kinestetik)

Dari analisa ciri-ciri diatas, saya simpulkan gaya belajar Aufa cenderung auditori kinestetik. Namun, mengingat usia Aufa masih sangat dini untuk ditentukan gaya belajarnya, saya lebih memilih untuk mengenalkan semua gaya belajar sehingga ia mudah mempelajari banyak hal nantinya.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s