Mengenal Gaya Belajar Anak – Menghafal Surat Pendek


Seingat saya, saya tidak pernah dengan sengaja dr awal mempersiapkan anak2 utk hafal Al Quran. Jd kalo ditanya mulai umur brp mereka mulai menghafal, saya lupa. 

Karena belum bisa membaca, Sabiq menghafal dengan cara mendengarkan. Awalnya mendengarkan saya. Dan kemampuan anak2 dalam menirukan dan menghafal itu memang sangat luar biasa ya… Otak masih fresh, sehingga mudah bagi mereka menghafal surat-surat pendek. 

Sekarang, Sabiq biasanya minta didengarkan murottal pake headphone. Ini lebih karena dia suka pake headphone kayanya 😁 sambil denger suara qari nya, dia jd bisa menirukan juga panjang pendeknya dengan benar. Terkadang, walaupun dia belum bisa baca, dia minta pegang hp utk lihat Al Quran nya. Jadi kaya gaya orang lg baca Al Quran beneran.

Saat murojaah, Sabiq sering g fokus. Mudah terganggu dengan hal lain, misalnya lihat adeknya main apa, maka hafalannya terhenti atau lupa ditengah-tengah.

Aufa, tinggal ngikutin aja apa yg dilakukan masnya. Terbiasa dengar masnya hafalan, tanpa disuruh dia ikut menirukan sendiri dan hafal-hafal sendiri, Alhamdulillah.

Visual: karena belum bisa membaca, sabiq dan aufa tidak membaca utk menghafal. Saat mendengarkan ummi dan abi nya membacakan surat, Sabiq memperhatikan (bila sedang serius)

Auditori: menghafal dengan cara menirukan/ mendengarkan baik dari mulut kami, maupun murottal

Kinestetik: biasanya hafalan tidak sambil jalan-jalan, tapi bisa sambil melakukan hal lain seperti main mobil2an/robot. Tapi jd tidak fokus

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Advertisements

Mengenal Gaya Belajar Anak – Membacakan Buku

Membacakan buku menjadi kegiatan yang saya usahakan ada setiap hari. Alhamdulillah, tanpa diminta, biasanya anak-anak akan memilih sendiri buku yg ingin dibacakan.

Mas Sabiq dan Aufa biasanya akan memilih buku yg sama utk dibacakan sampai mereka bosan dan berganti dengan buku yg lain. Untuk saat ini, Aufa selalu ingin dibacakan buku serial kapten gizi mata rabun. Sedangkan mas Sabiq akan selalu meminta dibacakan buku komik 10 pahlawan islam dengan cerita Amr Bin Al Ash.

Saat saya sedang membaca, terkadang saya tanya tentang gambar-gambar di dalamnya. Bisa juga saya suruh mereka menirukan ekspresi tokoh-tokoh yg ada pada gambar. 

Sabiq dan Aufa sama-sama detail dalam menanyakan sesuatu. Misalnya tentang baju yg berbeda antara gambar satu dan lainnya, padahal tokohnya sama. Bahkan ekspresi kuda Amr Bin Al Ash saat akan perang juga ditirukan dan ditanyakan ‘kenapa?’ 😅

Aufa, biasanya menanyakan atau mengomentari hal yg sama setiap dibacakan cerita yg sama. Misalnya, pada halaman ini dia akan bercerita tng kejadian saat ia melihat mata kucing yg menyala di malam hari. Pada halaman lain dia akan selalu menunjuk bag tengah steples buku dan menanyakan itu apa 😅 dan itu dilakukan berulang-ulang.

Sabiq dan Aufa sama-sama mudah mengingat cerita yg saya bacakan. Misalnya, saat saya membacakan cerita, saya akan dengan sengaja berhenti pada suatu kata dan berharap mereka yg meneruskan. Maka, Sabiq dan Aufa sama-sama bisa meneruskan kalimat saya persis seperti yg di buku.

Visual: Melatih kemampuan mereka dalam detail melihat gambar-gambar dalam buku. Melihat perbedaan dan persamaannya. Menambah wawasan tng banyak benda yg belum pernah dulihat di dunia nyata.

Auditori: Melatih kemampuan mereka dalam fokus mendengarkan cerita maupun perintah-perintah secara lisan

Kinestetik: Saat mendengarkan cerita, anak-anak banyak belajar tentang berbagai ekspresi wajah dan menirukannya. Selebihnya, saat mendengarkan cerita, anak-anak lebih banyak anteng mendengarkan (tidak berlarian kesana kemari)

#tantangan10hari
#level4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayIIP

Mengenal Gaya Belajar Anak – Day #1

Sebelum mengamati secara mendalam aktivitas sehari-hari anak-anak utk mengetahui gaya belajarnya, apakah visual, auditory, atau kinestetik, saya akan mencoba untuk menganalisanya melalui ciri-ciri masing-masing gaya belajar yg sudah disampaikan pada kelas bunda sayang

Sabiq (4th 1bln):
mementingkan penampilan dalam berpakaian (visual)
Mengingat yg dilihat, dari pada yg didengar (visual)
Sering mengetahui apa yg harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata (visual)
Suka Musik (visual)

Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri (auditori)
Penampilan rapi (auditori)
Mudah terganggu oleh keributan (auditori)
Biasanya ia pembicara yang fasih (auditori)
Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual (auditori)
Berbicara dalam irama yang terpola (auditori)
Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara (auditori)

Berbicara perlahan (kinestetik)
Penampilan rapi (kinestetik)
Belajar melalui memanipulasi dan praktek (kinestetik)
Menyukai permainan yang menyibukkan (kinestetik)
Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu (kinestetik)
Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi. (kinestetik)

Dari analisa ciri-ciri diatas, saya ambil kesimpulan bahwa mas Sabiq cenderung memiliki gaya belajar auditori kinestetik. Meskipun ini bisa berubah dan berkembang sesuai dengan umurnya. Saat ini yg harus dilakukan adalah mengenalkan mas Sabiq dengan semua gaya belajar sehingga memudahkannya mempelajari banyak hal.

Aufa (2thn 4bln)

 

Tidak mudah terganggu oleh keributan (visual)
Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar (visual)
Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata (visual)
Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato (visual)

Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat (auditori)
Senang mendengarkan cerita (auditori)
Biasanya ia pembicara yang fasih (auditori)
Berbicara dalam irama yang terpola (auditori)
Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara (auditori)

Berbicara perlahan (kinestetik)
Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan (kinestetik)
Belajar melalui memanipulasi dan praktek (kinestetik)
Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca (kinestetik)
Menyukai permainan yang menyibukkan (kinestetik)
Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi. (kinestetik)

Dari analisa ciri-ciri diatas, saya simpulkan gaya belajar Aufa cenderung auditori kinestetik. Namun, mengingat usia Aufa masih sangat dini untuk ditentukan gaya belajarnya, saya lebih memilih untuk mengenalkan semua gaya belajar sehingga ia mudah mempelajari banyak hal nantinya.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Aliran Rasa di Tantangan Ketiga – Family Project, My Family My Team


Tantangan di kelas bunda sayang kali ini adalah family project, hal yg sangat asing bagi keluarga kami. Iya, kami tidak biasa merencanakan suatu kegiatan menjadi sebuah Project. Biasanya ya kami jalani begitu saja. Kalo sama anak2, kadang saat kegiatan atau diakhir kegiatan kami memberi tau makna dari kegiatan itu. Kami selalu berusaha menghubungkannya dengan Allah ta’ala. Karena anak2 kami sedang dalam umur dimana kami harus banyak mengenalkan sifat2 Allah kepada mereka.

Jujur, kesulitan sekali mengerjakan tantangan ini. Beberapa tantangan saya kira terlalu dipaksakan jd sebuah project 😅 asal tugas beres gtu… Duh, malu sebenernya.

Tapi dari tugas2 ini juga, saya belajar bahwa keluarga kami perlu banyak perbaikan dalam hal perencanaan kegiatan. Terutama utk anak2. Selain itu dr project ini saya juga belajar, bahwa kegiatan sekecil atau terlihat sepele sekalipun, ternyata bisa diberi makna sehingga anak-anak lebih banyak belajar.

Dari tantangan ini juga saya belajar utk lebih terbuka kepada suami soal kegiatan dng anak2 maupun tugas2 dalam kelas bunda sayang. Agak kaget juga karena ternyata suami lebih sering tau dr blog yg saya tulis sebagai tugas drpd dari mulut saya sendiri 😅😂 Alhamdulillah suami mendukung dan memberi saran agar saya lebih sering membicarakan semua ini dengannya.

Terseok-seok, tertatih-tatih, ya itu yg saya rasakan pada tantangan kali ini.

Tetap semangat menjadi lebih baik 🙆

#AliranRasa #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Family Project Day#10 – Selamat Datang Adek Bayi

Nama projek: Selamat datang adek cantik

Gagasan: sebentar lagi, insya Allah, anggota keluarga kami akan bertambah 1 😊👶 Karena itu, kami ingin melibatkan anak-anak utk beberapa hal yg perlu disiapkan.

Pelaksanaan: 8 April 2017

Ketua tim: Ummi
Anggota tim: Abi, Sabiq, dan Aufa

Besok, Ummi berencana akan pergi ke pasar bersama nenek untuk membeli beberapa keperluan baju dan hal2 lainnya. Malam ini saat semua berkumpul, ummi buka pembicaraan dengan meminta pendapat Abi dan anak-anak tentang kebutuhan apa saja yg perlu dibeli di pasar. Selain beberapa keperluan pribadi Abi dan anak-anak, saya sampaikan juga bahwa kita perlu membeli beberapa keperluan utk adek bayi yang akan lahir. Saya pancing dan tanyakan pada mas Sabiq dan Aufa kira2 kebutuhannya apa aja ya. Awalnya mereka bingung, tapi setelah saya cb sebutkan beberapa contohnya seperti baju-baju bayi, bantal, kemudian mas Sabiq menyebutkan popok. Dari pembicaraan itu, muncullah bbrp to do list yg harus dilakukan, seperti membongkar kembali lemari utk melihat baju-baju bayi mas Sabiq n Aufa yg masih bisa dipakai utk adek bayi, dll.

Setelah daftar keperluannya jadi, tinggal besok Ummi yg akan mengeksekusi di pasar bersama nenek 😊

Bismillah

#TantanganHari10
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Family Project Day#9 – Menghias Kamar Bersama (Part 2)

Nama projek: Perpustakaan Kecilku

Gagasan: Kami suka sekali membelikan anak-anak buku-buku. Walaupun buku yg terakhir di beli belum dibaca, kalo ada buku lain yg kami rasa bagus utk anak-anak, kami akan beli. Walaupun masih jarang dibaca, tidak membuat kami stop membelikan buku. Karena kami berpikir agar anak-anak memiliki banyak pilihan buku utk dibaca. Meskipun sudah sering mengembalikan buku pada tempatnya, saya ingin mengajak anak-anak utk merapikan buku dr awal dengan mengelompokkannya berdasarkan ukuran, supaya terlihat rapi

Pelaksanaan: 8 April 2017

Ketua tim: Ummi
Anggota tim: Sabiq dan Aufa

Utk projek kali ini, Aufa hanya menemani sambil asyik main sendiri. Ummi mengeluarkan semua buku-buku dari tempatnya untuk ditata ulang. Kemudian memulai dengan menatanya di lantai sesuai ukuran. Saya minta mas Sabiq utk mengelompokkannya berdasarkan ukuran, sekalian belajar soal sama/ berbeda, lebih besar/ lebih kecil. Setelah itu buku-buku ditumpuk kembali dan beres 😊

#TantanganHari9
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Family Project Day#8 – Menghias Kamar Bersama

Nama projek: Huruf Hijaiyah di Kamarku

Gagasan: sudah lama saya buatkan anak-anak semacam flash card huruf hijaiyah buatan saya sendiri. Tapi kartu itu hanya tersimpan rapi, karena biasanya kalo dipake main, kartu itu akan berakhir berhambur-hamburan. Sudah lama juga saya punya ide untuk menempelkannya di dinding kamar supaya bisa dilihat anak-anak setiap hari dan membuatnya jadi akrab dengan huruf-huruf hijaiyah. Hingga akhirnya saya coba jadikan ini sbg projek menghias kamar bersama.

Pelaksanaan: 7 April 2017
Kapten tim: Ummi
Anggota tim: Sabiq dan Aufa

Sepertinya projek DIY semacam ini memang jd projek yg panjang utk saya dan anak-anak. Mungkin memang kurang kreatif dalam projek DIY semacam ini. Lama projek ini sudah direncanakan, tapi selalu maju mundur dalam pelaksanaannya.

Berkali-kali saya ajak mas Sabiq utk ikut menempelkan kartu hijaiyah, tetapi selalu cepat bosan dan beralih ke aktivitas lainnya. Akhirnya saya banyak ambil alih dalam projek ini. Harapan saya saat anak-anak melihat saya asyik mengerjakan ini maka mereka akan ikut membantu dengan senang hati.

Pada akhirnya kartu-kartu hijaiyah ini berhasil menempel di dinding kamar. Setelah tertempel, anak-anak terlihat bersemangat menyebutkan hurufnya satu persatu. Semoga anak-anak bisa menghargainya sehingga sebanding dengan kerja keras dalam mengerjakannya 😅

#TantanganHari8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP