Family Project Day#2 – Tahap Persiapan

Pagi tadi saya sudah siapkan projek yg akan saya tawarkan kepada mas Sabiq utk di jalankan hari ini, yaitu membuat 2 tempat sampah rumah utk sampah basah dan sampah kering. 

Mas Sabiq sebenarnya bersemangat dng projek yg saya sampaikan, tapi saat saya ajak melaksanakan projeknya, mas Sabiq sedang asyik main alat-alat pertukangan kakek “sek bentar mi, nanti aja ya” sampai akhirnya hari ini kami gagal melakukan projek tersebut dan hanya bisa menyiapkan 2 kardus bekas yg nanti rencananya akan dijadikan tempat sampah. Semoga bsk kami bisa lakukan projek itu bersama. Karena td malam, mas Sabiq ingat tng projek itu dan berharap bsk bisa terlaksana, amin.

Selain projek membuat tempat sampah itu, kami sedang mempersiapkan projek utk hari sabtu, yaitu “liburan aktif bersama Abi”. 

Bulan Maret ini menjadi bulan sibuk bagi pekerjaan Abi. Hampir tiap hari Abi harus pulang malam karena lembur di kantor. Bahkan hari Minggu dan hari libur nasional pun Abi tetap harus masuk kantor. Nah, hari Sabtu bsk kebetulan Abi libur sebagai ganti hari libur sebelumnya. Jadi, saya sampaikan pada mas Sabiq utk menyusun kegiatan apa saja yg ingin dilakukan bersama Abi.

Mas Sabiq semangat sekali menyebutkan berbagai kegiatan tersebut, sedangkan Ummi bagian mencatat. Diantaranya yg saya catat adalah

  • ‌Main bola/ lari di bunderan
  • ‌Sarapan bubur ayam
  • ‌Silat sama Abi
  • ‌Mandi
  • ‌Siap2 keluar
  • ‌Makan steak

Daftarnya masih terus bertambah karena mas Sabiq menyebutkan banyak sekali kegiatan 😅 tapi tetap harus disortir ya, mana saja yg nanti bisa dilakukan.

#TantanganHari2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Advertisements

Family Project Day #1 – Camilan Sehat, Hari Ceria

Hari pertama menjalankan tantangan Fampro di kelas bunda sayang. Padahal tantangannya sudah dimulai sejak 23 maret, hihi..

Bismillah…
Nama Projek: Camilan Sehat, Hari Ceria

Gagasan: Berdasarkan pengalaman sebelumnya, mas Sabiq suka sekali kalo diajak memasak, buat kue, dilibatkan didalamnya. Jadi saya coba jadikan ini sebagai projek awal yg mungkin akan berulang, disamping project lain yg waktunya sudah ditentukan.

Pelaksanaan: Pagi hari saat sarapan, saya putuskan untuk menyampaikan tugas fampro kepada seluruh anggota keluarga. Saya sampaikan apa itu fampro, gambaran pelaksanaannya, dan contoh sederhananya. Intinya saya sampaikan, bahwa projek ini akan melibatkan semuanya, Abi, Ummi, mas Sabiq (4thn), dan adek Aufa (2thn 3bln)

Pemimpin projek untuk hari ini adalah Kapten Chef Sabiq, dengan co Chef Aufa, dan tim Ummi. Sedangkan Abi kali ini kebagian jadi tim pasif yg icip hasil camilan dan mengapresiasi duo Abdurrahman karena Abi kan harus kerja 🙂

Hari ini dimulai dengan anak-anak bangun kesiangan dan tidak mau diajak untuk mandi. Tantangan pertama adalah membangun mood mas Sabiq untuk melaksanakan fampro hari ini yg sudah direncanakan. Awalnya mas Sabiq saya beri pilihan mau buat camilan apa hari ini. Mas Sabiq memutuskan untuk membuat pancake pizza. Awalnya semangat, tapi karena lama disuruh mandi gak mau segera mandi, sampe ikut merubah mood ummi juga jd pesimis projek hari ini akan terlaksana atau nggak.

Akhirnya ummi memutuskan untuk mengabaikan mas Sabiq yg asyik main dengan mengerjakan tugas rumah yang lain. Lama kelamaan, mas Sabiq minta sendiri untuk mandi, Alhamdulillah akhirnya… Tapi setelah mandi, mas Sabiq juga masih asyik main yg lain, dan karena ummi harus mengerjakan tugas rumah yg lain, ummi biarkan dulu mas Sabiq main.
Kemudian, mas Sabiq yg mengingatkan ummi “Mi, katanya mau bikin kue..” Baiklah, sepertinya mas Sabiq sudah siap memulai projek.

Saya memulainya dengan menanyakan, apa tugas saya, adek Aufa, dan mas Sabiq. Mas Sabiq belum bisa menyampaikan dengan baik pembagian tugas antara tim. Dia cuma bilang “aku yg ‘nganu’ tepungnya ya. Ummi yg masak. Adek g ngapa2in” hehe.. Kemudian saya bantu ia dengan menerjemahkan maksudnya “Ummi yg siapkan bahannya, Sabiq yg aduk-aduk ya, adek nanti ikut bantu” ok, kami siap.

Dalam proses pembuatannya, mas Sabiq menuangkan bahan2 yg telah disiapkan ummi, mengaduknya, memotong-motong sosis, belajar menyalakan kompor, hingga ikut menumis, dan menuang adonan pancake diatas wajan. Kontribusinya kali ini lebih banyak daripada biasanya.
Mas Sabiq dan adek Aufa sama-sama kurang fokus dalam mengerjakan tugasnya. Mudah tertarik dengan hal lain, misalnya seperti membuat main tepung, dan menjadikan tumpahan tepung sebagai arena jalan mainan mobil-mobilannya.
Saat projek berlangsung, sepertinya adek Aufa merasa kurang dilibatkan. Tiap ingin membantu, selalu direbut oleh kakaknya, sehingga adek Aufa agak rewel dan minta gendong Ummi. Proses memasak jd agak berat ya bagi Ummi 😅 karena harus memastikan mas Sabiq aman terkena wajan panas (posisi kompor terlalu tinggi, sehingga mas Sabiq harus naik bangku kecil/ dingklik yg sebenarnya tetep kurang tinggi juga 😂), sambil menggendong adik Aufa, dalam keadaan perut besar 7 bulan, hehe.. Jadilah bentuk pancake nggak sesuai dengan contoh resepnya, hehehe..

Masuk ke tahap akhir, mengolesi pancake dengan saos tomat dan menata tumisan sosis diatasnya. Di tahap ini mas Sabiq sudah teralihkan fokus dengan main mobil-mobilan pada tumpahan tepung di lantai. Sehingga Ummi yg lebih banyak melakukan proses akhirnya.
Setelah pancake pizza jadi, tidak lupa hasil akhirnya difoto dan gambarnya dikirimkan ke Abi. Kemudian anak-anak video call dengan Abi sehingga Abi bisa mengapresiasi hasil kerja anak-anak, disamping nanti mengapresiasi saat Abi di rumah.

Mas Sabiq dan Ummi masih belum bisa membagi tugas dengan baik. Banyak proses yg masih dikerjakan Ummi drpd mas Sabiq. Kesabaran ummi juga harus terus ditambah saat melihat anak-anak belajar dan melakukan kesalahan 😅

Bismillah, besok lebih baik…

#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Aliran Rasa di tantangan kedua – Melatih Kemandirian


​Sampai di akhir hari tantangan melatih kemandirian dari kelas bunda sayang. Masih banyak PR yg harus dikerjakan. Masih panjang proses yang harus dijalani. 

Yang saya pelajari dalam tantangan kali ini adalah bahwa tiap anak memiliki prosesnya sendiri2. Tidak perlu membandingkan dengan anak lain. Anak2 saya istimewa bagi saya walaupun kemandiriannya blom sama dengan anak2 seumurnya.

Terus berjalan, terus berproses menjadi lebih baik dibandingkan diri kita sebelumnya.

Gak ada salahnya juga berhenti sejenak utk bernapas bila merasa lelah 😀 mengumpulkan kekuatan utk kemudian melesat. Daripada dipaksakan berjalan dengan berat, malah bikin pikiran stres yg berdampak juga pada sikap kita ke suami dan anak-anak.

Jalani proses ini dengan happy, itu yg berulang kali saya tekankan pada diri saya. Karena pernah saat memaksakan diri, hasilnya tetap tidak sesuai harapan dan malah bikin hati dan pikiran capek.

Ibu happy, anak-anak dan suami insya Allah akan ikut happy 😍

Bismillah, semangat berproses! Semoga Allah meridhoi usaha ini sebagai ikhtiar menjalankan tanggung jawab saya dengan sebaik-baiknya.

#AliranRasa #BundaSayang #MelatihKemandirian #IIP

Perjuangan Belum Usai!


#level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian

Mas Sabiq sudah terbiasa untuk mandi dan pakai baju sendiri. Setiap akan mandi dia mulai bilang “aku mandi sendiri ya” tantangan yg masih harus diselesaikan tng tingkat kebersihan mandinya. Juga masih suka main airnya dibandingkan mandinya. Mas Sabiq juga suka pakai baju sendiri karena dia bisa pilih baju yg disuka.

Mas Sabiq dan Aufa masih harus terus dilatih utk makan sendiri. Karena keduanya termasuk anak2 yg g suka makan, saya sering mengalah utk menyuapi anak2 supaya mereka tetap makan. Perlukah saya tega g suapin mereka walaupun makannya sedikit? 😀😅

Toilet training Aufa Alhamdulillah berjalan lancar saja. Asal rajin ditatur. Masih perlu banyak strategi utk membawa Aufa ke kamar mandi. Tapi kesabaran ummi untuk bersihkan bekas BAB di celananya, sudah lebih baiklah dibanding waktu toilet training mas Sabiq dulu 😂👍

Mas Sabiq sudah bisa diajak kerja sama utk bereskan mainan bersama-sama. Yang masih harus banyak dilatih adalah Aufa, sukanya mbongkar tapi susah mbereskan 😌

Latihan ini tidak akan berhenti sampai sini. Proses ini akan terus berjalan menuju kami yg lebih baik dari hari ini 😊💗

Tantangan Kemandirian: Membereskan Mainan

#level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian

Anak-anak saya sedang berusaha melepaskan diri dr ketergantungannya terhadap gadget. Jadi, saya sangat mengapresiasi saat mereka bermain apapun selain gadget. Salah satu favoritnya adalah membongkar semua mainannya 😀

Mainan mereka kebanyakan adalah mobil-mobilan. Mulai dr yg besar hingga yg kecil, mulai dr yg masih bagus, hingga yg sudah protol-protol 😅😂

Meskipun sudah saya ingatkan berkali-kali untuk membereskan mainan yg satu sebelum main yg lain, tetap saja mereka akan membongkar semuanya jadi satu dan mengamatinya satu persatu. Saya beranggapan, ya mungkin menurut mereka permainannya jd lebih menarik.

Karena sekarang saya sedang mencari-carikan banyak kegiatan selain gadget, maka saya membiarkan mereka membongkar mainan seperti itu. Tetap saya ingatkan utk nanti dibereskan sesuai dengan tempatnya masing2.

Biasanya, saat telah selesai bermain mereka akan mengatakan capek utk membereskan. Bila mereka sampai tidur, kadang saya biarkan mainan mereka berantakan, menunggu mereka utk bangun, dan membereskan bersama-sama.

Lucunya, kalo saya yg mengajak mereka main, dan setelah itu berantakan, maka sayalah yg disuruh bereskan, “ayo, ummi yg bereskan, tadi siapa yg bongkar-bongkar” 😅

Masih jauh dr kata sempurna untuk tantangan beres2 mainan ini 😅 karena saya merasa juga buruk dalam hal ini 😂

Semangat berproses!

​Tantangan Kemandirian di Rumah Uti


#level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian

Setiap 1 bulan sekali selama hampir 1 minggu, biasanya saya dan anak-anak akan ikut suami untuk bekerja di kota asalnya, sekalian menginap di rumah uti n kung nya anak-anak.

Tentunya akan ada tantangan tersendiri saat anak-anak berada di tempat yg tidak biasanya.

Saya harus mengkondisikan supaya anak-anak tetap bisa belajar mandiri di tempat lain.

Untuk mandi sendiri, saya tetap kondisikan air dan peralatannya mudah dijangkau anak-anak. Tetapi kali ini saya harus menemani di dalam kamar mandi karena kondisi di luar kamar mandi terbuka dan tdk memungkinkan anak-anak mandi dengan pintu terbuka.

Saya sering lupa untuk tidak menyuapi anak-anak 😅 Kondisi dimana lingkungan melihat anak-anak makannya susah n sedikit, membuat saya sedikit tertekan juga. Jadi membiarkan anak-anak makan sendiri kadang akan ada komentar yg bikin down 😅 ini umminya ya yg harus nguatin mental 😁

Pernah saat mas Sabiq bilang kalo dia mau mandi sendiri, tapi utinya maksa pengen mandiin, hehe… Alhamdulillah uti g sampe maksa yg gmn2, dan tau bisa nangis anaknya kalo dipaksa gtu.

Saya sering mengapresiasi kemandirian anak dengan memujinya. Dan pujian itu membuat dia makin semangat n termotivasi utk mandiri. Tapi ternyata g semua orang memberikan respon pujian yg sama. Misalnya, saat saya sampaikan ke uti nya kalo sekarang mas Sabiq udah bisa mandi n pakai baju sendiri, respon uti “ya iya, kan udah gede” maksud uti pasti mengapresiasi, tapi menurut saya kurang memotivasi 😀

Semoga kemandirian anak-anak di rumah uti n kung nya tetap ada kemajuan walaupun sedikit-sedikit.

Tetap semangat berproses!

Tantangan Kemandirian: Mandi Sendiri


​#level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian

Pada dasarnya, anak-anak pasti suka main air. Jadi tantangan mandi sendiri pasti disambut gembira oleh anak-anak. Tapi ya itu, bukannya mandi mereka akan lama sekali main airnya 😅

Sebelum penugasan ini, mas Sabiq sudah mulai saya latih untuk mandi sendiri. Saya siapkan air di ember yg bisa ia jangkau, juga peralatan lainnya.

Sejauh ini mas sabiq melakukannya dengan senang-senang saja. Apalagi bila dipuji, pasti seneng bgt. Atau bila ada teman yg datang utk main ke rumah, dia akan dengan bangga mengatakan bahwa dia tadi mandi sendiri.

Yang masih jd tantangan adalah, tingkat kebersihan mandinya. Ada saja yg luput digosok dari sabun. Tapi saya pikir ini hal yang wajar.

Main air n sabun dalam jumlah banyak juga jd kendala lain. Banyaknya busa memang bikin anak2 betah main air. Saya sampaikan bahwa tidak boleh berlebihan menggunakan air, sabun n shampoo. Tidak boleh juga berlama-lama di kamar mandi. 

Mas Sabiq sudah bisa mandi dan pakai baju sendiri. Hanya saja dia masih harus selalu ditemani di depan kamar mandi selama prosesnya.

Catatan buat saya juga harus ekstra sabar saat dia betah dan lama main air dibandingkan mandinya 😌

Terus berproses, dan semangat menjadi lebih baik dari hari ini.