My Family Forum Day #9

​#hari9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Day 9

I’m responsible for my communication result

Jadi ingat dialog saya dan ibu waktu kecil

Saya : “Ibu, aku benci sama pak Guru. Tadi aku dimarahi di depan kelas”

Ibu : “Pasti kamu melakukan kesalahan makanya pak Guru marah sama kamu. Tidak mungkin kan pak Guru tiba-tiba marah”

Kalimat itu membuat saya jengkel sekali karena ibu seakan-akan justru membela pak guru dan otomatis menyalahkan saya. 

Padahal saya hanya ingin di dengarkan. Sehingga kalimat

“Mbak jengkel banget ya sama pak guru, sini duduk sebelah ibu, minum teh hangat, dan mbak lanjutkan ceritanya”


Dialog diatas adalah kutipan materi yg ditulis ibu Septi Peni utk kelas bunda sayang. Dialog terakhir yg ditulis bu Septi sendiri entah bagaimana menentramkan saya. Kata2 yg dipilih benar2 menunjukkan kepedulian orang tua atas perasaan anak. Bukan menjudge seperti dialog sebelumnya.

Dialaog itu menyadarkan saya akan banyak hal. Bahwa, ya orang tua saya juga melakukan hal yg sama, ya saya juga merasakan kejengkelan yg sama dengan Bu Septi, ya sepertinya saya melakukan hal yg sama kepada anak2 saya 😫, dan ya kita bisa merubah pola komunikasi kita menjadi lebih baik.

Banyak sekali ya yang harus diperbaiki tentang komunikasi dengan anak. Saat kita merasa anak g ngerti2 apa yg kita jelaskan, mulailah emosi naik. Merasa anak tidak mendengarkan dengan baik. Padahal kitalah yg salah dalam cara menyampaikan informasi.

Dengan pasangan pun sama. Saya masih sering menyalahkan suami atas ketidakpahamannya dengan apa yg saya coba sampaikan. Pada ptakteknya, masih sulit menerapkan “I’m responsible for my communication result” di hati dan pikiran saya. Mungkin salah satu penyebabnya juga karena saya tidak bisa menemukan metode lain, kata2 lain, cara penyampaian lain yg tepat utk berkomunikasi dengan pasangan

“Bi, menurutmu perlu g kita adakan family forum rutin seminggu sekali gtu?” 

“Ya gpp, dicoba aja”

“Jd kita berempat ngobrol tanpa disambi apa2, tanpa pegang gadget, dll”

“Ya sambil pegang gadget kan juga gpp”

“Ya biar terjalin kedekatan antara satu sama lain”

“Ya biasanya kan sudah dekat, duduk sebelahan (setengah bercanda)”

😑😒😒

Kondisinya komunikasi dilakukan dengan suami saat ia buru2 mau berangkat kerja

Atau kali lain….

Saat suami sedang capek dan mau tidur

“Bi, anak2 lo suka bgt sama susu kambingnya. Masa sehari sudah habis 3 sachet”

“Duh, ini gmn posisi tidur yg enak ya”

😑😑😑

Hal sederhana yg ingin saya sampaikan, berharap tanggapan yg lebih antusias seperti “ohya, haha…wah, banyak ya habisnya. Ya sudah, mumpung anak doyan. Kalo habis, beli lg aja”

Tapi hasinya tak seperti yg diharapkan 😅😅😅

Saya lah yg harus mengkoreksi cara saya dalam berkomunikasi. Butuh banyak latihan. Semoga dibukakan jalan oleh Allah untuk berlatih lebih banyak, amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s