My Family Forum Day#6

#hari6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Day 6

Tanpa sengaja suami membaca blog hasil tugas tantangan 10 hari ini. Dia baca mundur kebelakang. Dari tulisan itu, sepertinya suami baru memahami apa yg saya rasakan saat berkomunikasi dengannya. Kendala apa yg saya rasakan, dan solusi yang saya coba untuk memperbaiki komunikasi kami.
Dari sini saya mengambil kesimpulan, selama ini saat berkomunikasi dengan suami, saya tidak benar2 bisa menyampaikan apa yg saya rasakan dan ditangkap dengan benar oleh suami. Sehingga terjadi sering salah paham.

Saya merasa lebih dapat menyampaikan perasaan melalui tulisan, dan lebih sering ditangkap dengan benar oleh suami Melalui tulisan saya lebih bisa menyampaikan dengan teratur, apa adanya, mudah dipahami. Sedangkan dengan lisan, secara tidak sadar saya sering menyembunyikan perasaan saya untuk menjaga atau menghindari konflik dengan suami.

Apa mungkin saya mengganti pola komunikasi dengan suami dari lisan menjadi tulisan? Saya akan tetap belajar memperbaiki komunikasi saya, namun komunikasi secara tertulis akan menjadi pertimbangan saya untuk membicarakan sesuatu yang sensitif.

Pernah suatu saat saya ngobrol serius dengan suami. Saya ajak ia untuk memperbaiki pola komunikasi kami ke anak agar lebih produktif. Setelah agak lama ngobrol, saya terkejut karena suami sampaikan bahwa ia selalu salah di mata saya. Sedih sekali mendengarnya. Padahal tidak pernah secara frontal saya katakan ia salah. Saya selalu berusaha menata kata-kata saya dalam menyampaikan kritik kepadanya. Ternyata itu tetap ditangkap berbeda oleh suami.

Tema yang selalu menjadi hal sensitif dalam obrolan saya dan suami adalah masalah pendidikan anak. Saya sering menyampaikan ilmu parenting dari sisi psikologi tapi suami sering tidak cocok bila saya tidak menyertakan dasar agama di dalamnya. Saya harus usaha keras kalau mau menyampaikan suatu pendapat kepada suami (terutama masalah parenting) karena saya harus mencari dasar agama yg mendukungnya. Dimana menurut saya ini sangat baik.

Sampai kemudian saya berpikir, biarlah saya dulu yg berubah. Semoga perubahan saya bisa dilihat baik oleh suami dan diikuti 🙂
Tetap semangat! I love you, suamiku!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s