My Family Forum Day #3

#hari3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Day 3

Hari ini kami telah ada rencana utk pulang ke rumah mertua di Tulungagung.
Perjalanan Surabaya-Tulungagung dan sebaliknya sudah menjadi rutinitas kami tiap bulan. Anak2 pun telah terbiasa dengan perjalanan 4 jam tersebut.
Perjalanan itu saya jadikan momen ngobrol dengan suami. 

Banyak yg bisa dibicarakan dalam perjalanan dengan mobil tersebut.
Yang saya rasakan selama ini, ngobrol dengan suami dalam perjalanan tsb bisa efektif. Tidak ada emosi dan salah paham. Obrolan bisa berlangsung santai. Padahal kami ngobrol tanpa ada eye contact 😀 (suami mengemudi, sedangkan saya duduk di belakang dng anak2)

Hari ini saat ngobrol, suami sampaikan, saya kalo ngobrol suka nyerocos gak berhenti. Hampir tidak memberi kesempatan suami utk ngomong 😀

Catatan buat saya untuk mengerem dan menyederhanakan kata2 saat ngobrol dng suami.
Karena perjalanan yg cukup panjang, obrolan bisa tentang apa saja. Mulai hal yg serius seperti rencana ke depan, hingga hal santai soal anak2
Tantangan selanjutnya agar family forum dapat berlangsung santai seperti hari ini, dimana saja dilakukan.

 

Advertisements

My Family Forum Day #2

#hari2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Day 2

Waktu: Pagi hari sebelum suami bersiap kerja

Tantangan: Malam sebelumnya ada kendala tentang kedisiplinan anak yg menyebabkan perbedaan pendapat antar saya dan suami, sehingga paginya walaupun telah mereda, tapi masih ada emosi

Perbincangan pagi ini dengan suami belum membahas tentang teknis family forum, karena Alhamdulillah ada hal penting yg perlu dan segera dibicarakan.

Pagi ini membicarakan standart pagi dan standart malam kami yang disepakati bersama untuk konsisten dijalankan. Hal ini juga melibatkan anak2. Kalau selama ini kami membiarkan anak2 bangun siang, maka dengan kesepakatan baru yg dibuat, anak2 akan dibangunkan di pagi hari dan beaktivitas bersama-sama. Karena keharusan bangun pagi, maka standart malam anak2 juga harus diperbaiki. Maksimal jam 21.00 mereka harus sudah dalam kondisi akan tidur. Begitu pula jadwal tidur siang anak2 yg harus diatur agar malamnya tidak tidur terlalu larut

Insiden malam sebelumnya, membuat saya ingin menyampaikan banyak hal kepada suami tentang bagaimana kami harus bersikap kepada anak2 yg sedang tidak disiplin. tapi karena kondisi malam itu tidak memungkinkan, maka saya menumpahkan uneg2 saya melalui tulisan di notes hp. sebagai sarana juga untuk mengatur kata2 saya saat nanti berkomunikasi dengan suami agar tidak terjadi salah paham. Tulisan yg awalnya saya niatkan untuk saya sampaikan secara lisan, urung saya lakukan karena emosi yg belum dapat ditata. kemudian berpikir utk langsung mengirim tulisan itu saja kepada suami. Namun, kemudian urung pula saya lakukan setelah melihat sikap suami yg menggambarkan bahwa ia menyadari kekeliruannya dalam bersikap.

Saya simpulkan, tidak semua saran saya harus saya sampaikan pada suami. bila saya melihat suami sudah memahami kondisinya, maka menyampaikan saran yg sudah ia sadari sendiri malah akan membuatnya merasa digurui.
Dan, pada akhirnya saya tetap bisa menyampaikan beberapa uneg-uneg saya saat ngobrol dengan suami di pagi harinya. Obrolan yg membahas solusi kedepan, bukan membahas insiden yg terjadi semalam.

My Family Forum day #1

#hari1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Untuk posting perdana tng family forum kami di rumah, sepertinya perlu saya tuliskan terlebih dahulu kendala-kendala komunikasi yg selama ini saya hadapi dalam keluarga. Dengan harapan, terlihat progress perbaikannya 🙂

Suami saya adalah orang yg tidak mudah menerima kritik dan saran. dari awal perkenalan saat akan menikah, beliau sudah menyampaikan tentang kekurangannya ini. kalo dirasa orang yg menyampaikan saran itu tidak mumpuni atau ahli di bidangnya, maka ia cenderung menolak saran itu (walaupun tidak secara langsung disampaikan)

Saya sering sekali membacakan artikel atau materi yg saya dapat secara online, kebanyakan mengenai parenting. Kelemahan saya adalah, saya malas utk merangkum terlebih dahulu apa yg ingin saya sampaikan atau minimal harusnya saya menyampaikan ke suami dengan bahasa saya sendiri. Saya lebih sering langsung membacakannya saja plek seperti yang tertulis. Suami yg sedang dalam mood mendengarkan akan dengan kritis menanggapi banyak hal. Bila ia tertarik dengan yg saya sampaikan, ia akan bertanya detail yg membuat saya kebingungan menjawabnya. disitu saya merasa jengkel :’D Padahal itu adalah kesalahan saya karena belum benar2 memahami atau meresapi apa yg saya baca.
Sebaliknya, saat suami dalam kondisi tidak mood mendengarkan, maka ia akan ‘iya iya’ saja -_-‘

Selama ini pula, saat saya menyampaikan suatu pendapat kepada suami dan kemudian suami tdk sependapat dengan pandangan saya, maka dalam hati saya merasa ini kesalaham suami karena selalu menganggap remeh orang yg dianggap tidak ahli dengan apa yg disampaikan. Namun, setelah saya mengikuti materi komunikasi produktif di kelas IIP Bunda Sayang, maka saya paham, bahwa sayalah yg harus mengubah strategi dalam menyampaikan pendapat kepada suami. Maka, saya bertekad utk berubah, belajar berkomunikasi lebih baik dengan harapan suami pun akan berubah ke arah yg baik bersama-sama.

Tentang berkomunikasi dengan anak (anak saya 4 thn dan 2 thn) sayalah yg harus banyak mengubah pola komunikasi saya. Materi komunikasi produktif yg saya dapat di kelas IIP Bunda Sayang, akan saya jdkan panduan utk mengubah pola komunikasi kepada anak, dan menularkannya kepada anak, bismillah


Day 1

Berencana untuk membicarakan dengan suami soal pentingnya Family Forum dan teknis pelaksanaannya. Namun, karena saya juga masih bingung bagaimana menjelaskan kepada suami pentingnya Family Forum, maka saya putuskan utk membicarakan apa saja yg saat ini saya pikirkan

Kendala: mencari waktu yg tepat.
Karena ini dalam rangka tugas, jd ada detline, jd gak bisa di setting seminggu sekali :p Jadilah merasa terburu2 dalam mencari waktu yg tepat.

Pagi ini, sebelum suami berangkat kerja, saya sampaikan kepada suami utk membahas kebiasaan kami yg sulit bangun pagi lagi. Padahal sebelumnya kami sudah biasakan bangun pagi dan olah raga bersama. Saya sampaikan keutamaan mengajarkan bangun pagi kepada anak2 sejak dini yg saya baca dari tweet Ust. Bendri Jaisyurrahman.

Maka, kami sepakat utk kembali mengatur strategi agar bisa terbiasa bangun pagi lagi dan olah raga pagi lagi. Setelah kami terbiasa, kami akan menularkan kebiasaan ini kepada anak2.
Oleh suami saya diberi tugas untuk menuliskan apa saja yg harus kami lakukan agar bisa terbiasa bangun pagi lagi.

Sedangkan untuk komunikasi dengan anak, hari ini saya berusaha menjadi ummi yg merendahkan nada bicara dan membersamai mereka secara full baik fisik maupun pikiran. Saat makan bersama-sama, sempat saya tanyakan mereka suka main apa sama ummi, suka makan buah apa (karena si sulung agak susah makan buah), dan…. saya lupa td ngobrol apa aja -_-a

Untuk Family Forum selanjutnya,
1. harus mencari waktu yg lebih tepat, lebih lama, dan lebih santai. Sehingga hasilnya lebih maksimal
2. melibatkan anak-anak, sehingga mendapatkan kedekatan antar keluarga
3. membahas pentingnya family forum dilakukan rutin, dan teknik pelaksanaannya

Komunikasi Produktif (resume)

Institut Ibu Profesional
Materi Kelas Bunda Sayang sesi #1

komunikasi produktif

komunikasi dengan diri sendiri
ubah kosakata negatif yg sering kita pakai menjadi kosakata positif
masalah ganti dengan tantangan
Susah ganti dengan menarik
Aku tidak tau ganti dengan Ayo kita cari tau

komunikasi dengan pasangan
komunikasi antara aku dan kamu, 2 individu yg berbeda, tidak sama, karena FOR dan FOE yg berbeda.
komunikasi itu berarti,
membagi sudut pandang saya agar dipahami pasangan saya, bukan
memaksakan sudut pandang saya agar harus diterima pasangan saya
sehingga, FOR dan FOE aku dan kamu menjadi FOE dan FOR kita

Meningkatkan efektivitas dan produktifitas komunikasi dengan pasangan
1. *Kaidah 2C: Clear and Clarify*
susun kalimat agar jelas saat disampaikan
ijinkan pasangan utk menaynyakan kembali maksud kita
2. *Choose the Right Time*
waktu yg tepat
pilih waktu yg tepat saat komunikasi dengan pasangan
3. *Kaidah 7-38-55*
aspek verbal (kata-kata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi. Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%).
4. *Intensity of Eye Contact*
tatap matanya, hadirkan hati kita. sehingga paham respon yg keluar dr pasangan
5. *Kaidah: I’m responsible for my communication results*
kita yg beratanggungjawab penuh atas hasil dari komunikasi kita. bila hasil yg kita dapatkan tidak sesuai dengan harapan, jangan salahkan pasangan, maka kitalah yg harus merubah strategi komunikasi kita kepada pasangan.

kominikasi dengan anak
anak-anak unik, mingkin mereka bisa salah memahami perkataan kita, tp tidak pernah salah mengcopy kita.
Cara berkomunikasi dengan anak:
1. gunakan kalimat tunggal
2. gunakan kata bisa bukan tidak bisa
3. fokus pada solusi, bukan pada masalah
4. katakan apa yg kita inginkan bukan apa yg tidak kita inginkan

ilmu komunikasi produktif adalah ilmu dasar mendidik anak dan mengelola rumah tangga

Dirangkum dari materi kuliah komunikasi produktif kelas bunda sayang IIP dengan sumber
/Tim Bunda Sayang IIP/
Sumber bacaan:
_Albert Mehrabian, Silent Message : Implicit Communication of Emotions and attitudes, e book, paperback,2000_
_Dodik mariyanto, Padepokan Margosari : Komunikasi Pasangan, artikel, 2015_
_Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Komunikasi Produktif, Gaza Media, 2014_
_Hasil wawancara dengan Septi Peni Wulandani tentang pola komunikasi di Padepokan Margosari_