#NHW5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar (Learning How To Learn)

Design Pembelajaran utk ilmu-ilmu yg ingin dikuasai

  1. Ilmu Kesyukuran

Output:

  • Menjadi orang yang selalu bersyukur dengan semua keadaan, peristiwa, masalah yg terjadi
  • Selalu ingat ada peran Allah dibalik semua kejadian, Allah yg maha tau, sehingga menerima semua dengan ikhlas, ridho, dan syukur
  • Mampu menanamkan/ menularkan rasa syukur tersebut ke anak-anak

Input: Saya pribadi, sbg ibu pembelajar dengan gaya visual kinestetik

Sistem belajar:

  • Mengikuti kajian tentang ilmu yg berkaitan (seminggu 1x)
  • Membaca buku tentang ilmu yg berkaitan (1 hari 30 menit)
  • Membacakan buku tentang kebesaran Allah kepada anak-anak
  • Mempraktekkan ilmu yg didapat dalam tiap aktivitas sehari-hari

Evaluasi:

  • Sudahkah saya menjadi orang yang selalu bersyukur atas semua yg terjadi pada saya?
  • Sudahkan saya menjadi orang yang lebih ikhlas, ridho, dan bersyukur?
  • Sudahkah saya mampu menularkan sikap syukur ini kepada anak-anak?

 

  1. Ilmu Tauhid

Output:

  • Menjadi orang yang paham apa itu tauhid
  • Mampu mengajarkan ilmu tauhid kepada anak-anak

Input: Saya pribadi, sbg ibu pembelajar dengan gaya visual kinestetik

Sistem belajar:

  • Mengikuti kajian ilmu tauhid (seminggu 1x)
  • Membaca kitab tauhid dan merangkumnya (1 hari 30 menit)
  • Membaca buku anak yang mengajarkan tentang tauhid

Evaluasi:

  • Sudahkah saya paham tentang tauhid?
  • Sudahkah saya mampu mengajarkan tauhid kepada anak-anak?

 

  1. Ilmu Birrul Walidain

Output:

  • Menjadi anak yang berbakti kepada orang tua
  • Mampu mengajarkan birrul walidain kepada anak-anak
  • Menjadikan birrul walidain sebagai sikap yang selalu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari

Input: Saya pribadi, sbg ibu pembelajar dengan gaya visual kinestetik

Sistem belajar:

  • Mengikuti kajian ilmu birrul walidain (seminggu 1x)
  • Membaca buku tentang ilmu yg berkaitan (1 hari 30 menit)
  • Mempraktekkan ilmu yg didapat kepada orang tua sekaligus menjadikannya contoh untuk anak

Evaluasi:

  • Sudahkah saya menjadi anak yg lebih hormat, berbakti kepada orang tua?
  • Sudahkah saya mampu mengajarkan birrul walidain kepada anak-anak?
  • Sudahkan birrul walidain menjadi nafas dalam kehidupan keluarga sehari-hari?
  1. Ilmu Muraqabatullah

Output:

  • Menjadi orang yang selalu ingat peran Allah dalam setiap kejadian
  • Menjadi orang yang banyak berbuat baik dan tidak berbuat buruk karena kesadaran adanya pengawasan Allah
  • Mampu mengajarkan sikap takut akan murka Allah kepada anak-anak

Input: Saya pribadi, sbg ibu pembelajar dengan gaya visual kinestetik

Sistem belajar:

  • Mengikuti kajian mengenai ilmu yg berkaitan (seminggu 1x)
  • Membaca buku mengenai ilmu yg berkaitan (1 hari 30 menit)
  • Mempraktekkan ilmu yg berkaitan pada kehidupan sehari-hari

Evaluasi:

  • Sudahkah saya menjadi orang yg selalu ingat Allah?
  • Sudahkah saya berbuat banyak kebaikan dan tidak melakukan keburukan karena kesadaran adanya pengawasan Allah?
  • Sudahkah saya mampu mengajarkan sikap takut akan murka Allah kepada anak-anak?

 

  1. Ilmu Shalat

Output:

  • Menjadi orang yang baik dan benar shalatnya
  • Menjadi orang yang lebih khusyuk dalam shalat
  • Mampu mengajarkan shalat dengan baik dan benar kepada anak-anak

Input: Saya pribadi, sbg ibu pembelajar dengan gaya visual kinestetik

Sistem belajar:

  • Mengikuti kajian tentan tata cara shalat yang baik dan benar (seminggu 1x)
  • Membaca buku fiqih Sunnah tentang shalat dan merangkumnya (1 hari 30 menit)
  • Membaca buku tentang mengajarkan shalat kepada anak-anak
  • Mempraktekkan ilmu yg didapat pada ibadah shalat sehari-hari

Evaluasi:

  • Sudahkah saya menjadi orang yang lebih baik dan benar shalatnya?
  • Sudahkah saya menjadi orang yang lebih khusyuk dalam shalat?
  • Sudahkah saya mampu mengajarkan shalat dengan baik dan benar kepada anak-anak?

 

 

#NHW4 Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

a. Jurusan ilmu yg ingin saya kuasai sama seperti yg telah saya sebutkan pada NHW1 yaitu ilmu parenting yg sesuai dengan ajaran islam dengan dasar Al quran dan Hadist

b. Misi hidup: Mendidik anak2 sesuai dengan Al quran dan Hadist. Bidang yg ingin dikuasai: pendidikan anak umur 0-7 tahun. Peran: Ibu

c. Ilmu yg diperlukan untuk menjalankan misi hidup

  1. Ilmu Kesyukuran > mempelajari bagaimana cara bersyukur kepada Allah & karuniaNYA serta bagaimana cara mengajarkannya kepada anak2 umur dibawah 7 tahun
  2. Ilmu Tauhid > mempelajari tentang tauhid dan bagaimana cara mengajarkannya kepada anak2 umur dibawah 7 tahun
  3. Ilmu Birrul walidain > mempelajari bagaimana bersikap, berbakti terhadap orang tua dan menjadikannya contoh yg layak ditiru anak2
  4. Ilmu Muraqabatullah > meningkatkan rasa selalu diawasi Allah dan menyadari bahwa semua ada balasannya, perbuatan baik maupun buruk. Kemudian mempelajari bagaimana cara menanamkan muraqabatullah kepada anak dibawah 7 tahun
  5. Ilmu Shalat > mempelajari tentang rukun shalat, kusyuk dalam shalat, dan cara mengajarkannya pada anak2 di usia 7 tahun

d. Milestone:

  • KM 0 – KM 1 (Nov 2016 – Nov 2017) > mengerti tentang ilmu kesyukuran dan menerapkannya pada anak
  • KM 1 – KM 2 (Nov 2017 – Nov 2018) > mengerti tentang ilmu tauhid dan mengajarkannya pada anak
  • KM 2 – KM 3 (Nov 2018 – Nov 2019) > mengerti tentang birrul walidain, mempraktekkannya dan mengajarkannya pada anak
  • KM 3 – KM 4 (Nov 2019 – Nov 2020) > mengerti tentang ilmu muraqabatullah dan mengajarkannya pada anak
  • KM 4 – KM 5 (Nov 2020 – Nov 2021) > mengerti tentang ilmu shalat dan mengajarkannya pada anak

e. Edit NHW2

NO INDIKATOR WAKTU CHECK DALAM
A SEBAGAI INDIVIDU
1 Olahraga jalan 30 menit Seminggu
2 Sholat dhuha & tahajud 3x Seminggu
3 Hafalan Juz 30 1 surat Seminggu
4 Menyapu rumah 1x Sehari
5 Eksplore minat dan bakat 1 jam Seminggu
        – Masak resep baru 1x Seminggu
        – Menulis & posting 1x Seminggu
        – Promosi lewat Sosmed 1x Seminggu
B SEBAGAI ISTRI
1 Belajar ilmu kesyukuran Setiap hari
2 Menyediakan makanan Setiap hari
(utama, camilan, buah)
3 Membagi pos pos pengeluaran Awal bulan
4 Dengar kajian online 1x Seminggu
(tema ditentukan suami)
5 Perawatan tubuh 3x Seminggu
C SEBAGAI IBU
1 Praktekkan permainan dari 3x Seminggu
buku RMA
2 Jalankan jadwal belajar anak
3 Belajar ilmu kesyukuran dan 90 menit Seminggu
mencatat
4 Belajar mengemudikan mobil 1x Seminggu
5 Sortir mainan anak 1x Seminggu

f. Bismillah…

#NHW3 IIP Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

​A. Bingung saat harus menuliskan surat cinta utk suami. Bukan karena tdk biasa, tapi saya ingat setahun yg lalu pernah melakukannya. Dan apa yg saya tuliskan saat itu sudah dapat menggambarkan kekaguman saya pada sosok suami. 

Jadi, utk tugas kali ini saya berikan kembali surat setahun yg lalu yg masih tersimpan di notes. Respon suami, merasa tersindir 😅 katanya apa ada yg salah dengannya sehingga saya memberikan surat itu lagi 😂😂. Kemudian kami memulai diskusi tng perbaikan diri dr masing2 kami. Keikutsertaan saya pada kelas matrikulasi iip ini, menyadarkan suami utk juga ikut memperbaiki diri, membarengi saya berproses menjadi lebih baik. Semoga Allah memudahkan proses ini. 

Dan dari diskusi itu, saya mendapatkan inspirasi utk menulis surat cinta baru utk suami. 

Pada surat cinta itu saya sampaikan kembali betapa beruntungnya saya disandingkan dengannya. Dan bagaimana saya kini memahami apa yg dimaksud dengan mencintai karena Allah. Respon suami, baca sambil berkaca-kaca, katanya “kok tiba2 bikin ini”, kemudian memeluk saya sambil mengucapkan “terima kasih ya”

Semoga Allah selalu menyatukan kami dalam visi misi yg sama dalam membangun rumah tangga ini sampai ke surga, amin
B. Potensi anak-anak

Potensi sabiq (3 tahun 8 bulan) 

Dari kecil terlihat kemampuan bicaranya baik. Sudah mulai lancar bicara sejak umur 1 tahun. Sampai sekarang, suka sekali ngomong, cerita, menyampaikan pendapat. Berharap, kemampuan ini bisa terus terasah, dan nantinya menjadi apapun dewasanya nanti, ia menjadi penyampai kebaikan, orang yg menyampaikan ayat2 Allah, mudah dipahami kata2nya oleh banyak orang, sehingga bisa mengajak orang kedalam kebaikan
Potensi aufa (1 tahun 11 bulan) 

Dari kecil selalu menyebutnya bayi lucu. Karena ada aja tingkahnya yg bikin gemes. Entah gayanya menirukan, gaya jogednya, atau gaya manyun manyunnya. Keinginannya kuat, saat nangis susah dialihkan 😅

Berharap nanti ia jadi orang yg kuat prinsip dan pendiriannya dalam islam, memberikan kebahagian utk banyak orang dan bisa menyampaikan ayat2 Allah serta mengajak orang dalam kebaikan.
C. Potensi diri

Saya rasa potensi diri saya yg makin menonjol dalam kondisi keluarga sekarang adalah adanya keinginan utk terus memperbaiki diri menjadi istri dan ibu yg baik. Sehingga bisa menjalankan kewajiban di dunia dengan baik, dan dapat mempertanggungjawabkan di akhirat dng baik pula.  Saya orang yg dapat menahan diri dalam mewujudkan keinginan. Artinya saya banyak memikirkan kepentingan keluarga dibandingkan keinginan saya yg bertentangan dng itu. Saya percaya, hidup di dunia ini kan hanya sementara, jd tdk mungkin kita bisa melakukan semua yg kita inginkan. Cukup dapatkan ridho Allah dan ridho suami, insya Allah di kehidupan yg abadi kelak, saya bisa mendapatkan apa saja yg saya inginkan. 
D. Saat ini saya dan keluarga masih tinggal satu rumah dengan orang tua saya. Memang idealnya kamu harus tinggal terpisah sehingga bisa mandiri dalam membangun rumah tangga. Namun, disaat kami belum mampu melakukannya, maka pilihan ini kami anggap sebagai jalan Allah yg harus dimanfaatkan. Saya jd lebih bisa banyak berbakti kpd orang tua, menemani mereka, membantu mereka dalam hal2 yg tdk bisa dilakukan. 

Dua saudara saya yg lain tinggal di kota yg berbeda. Sehingga keberadaan saya serumah dng orang tua juga bermanfaat menjadi penyambung antara saudara dan ortu yg mungkin dalam bbrp hal tdk bisa disampaikan secara langsung. 

Tantangan yg dihadapai tentu dalam hal pendidikan anak. Namun, saya dan suami ambil positifnya. Ini juga bisa menjadi pembelajaran kpd anak2 saya bagaimana cara menghormati orang tua (ketidaksempurnaan kami dalam bersikap kpd orang tua juga masih harus terus diperbaiki sehingga bisa menjadi contoh yg baik utk anak2) 
Dalam lingkungan keluarga diluar rumah, kami berusaha peka pada kebutuhan saudara2 yg membutuhkan bantuan. Terutama dalam hal materi, karena saat ini hanya itu yg bisa kami lakukan. Kami percaya, pemberian kami kepada keluarga adalah bernilai sedekah, sehingga tdk akan ada kerugian di dalamnya. Alhamdulillah, sampai saat ini dalam kondisi sesulit apapun, kami tdk pernah merasa kekurangan semuanya serba terasa cukup, masya Allah. 
Dalam lingkungan diluar rumah, kami tdk banyak bersosialisasi dengan tetangga sekitar, karena status kami yg masih ‘menumpang’ rumah ortu. Namun, utk lingkungan kantor suami, suami berkomitmen agar ia bisa menyampaikan kebaikan dan mengajak dalam kebaikan. Suami ingin berkontribusi lebih, tidak hanya dalam hal pekerjaan, tapi juga perbaikan sikap teman2 sekantornya. Semoga kami diberi kemudahan dalam menebar manfaat pada sekitar.