Surat untuk Mama

Ma, harus bagaimana aku memulai surat ini. Sulit aku untuk mengungkapkan apa yg kurasa dengan lisan, sehingga ingin menulis surat untukmu agar semua rasa bisa tersampaikan dengan baik.

Ma, maaf maaf maaf…
Itulah yg ingin kusampaikan dengan tulus dr dalam hati.
Terlalu banyak salah yg kubuat dari aku lahir hingga saat ini, yg mengharapkan keikhlasan mama utk memaafkannya.
Maafkan aku blom bisa buat mama papa bangga. Maafkan aku tidak bisa mewujudkan harapan mama terhadapku.
Sering kali mama menyampaikan harapan mama ingin aku agar bekerja, meniti karir diluar rumah, sebagai wujudku mengamalkan ilmu yg telah aku dapat dari bangku pendidikan. Maafkan aku blom bisa mewujudkannya.
Pilihanku utk mencari ridho Allah di dalam rumah, dengan menjadi ibu rumah tangga yg mengurus suami dan anak tentu bertentangan dengan harapan mama…
Tiap mama menanyakan apakah aku tdk akan bekerja, sungguh itu membuatku sedih. Tampak jelas kau kecewa. Maaf karena aku telah mengecewakanmu.
Tidak pernah ada jawaban yg tepat utk menjawab pertanyaan itu.
Jujur, aku sendiri tidak tau apakah keputusanku akan baik utk hidupku kelak, tapi aku mohon agar kau terus mendukung Pilihanku. Apapun yg terjadi nanti, dukung aku ma, bantu aku. Jangan tinggalkan aku. Jangan katakan “tuh kan apa mama bilang” karena itu akan membuatku semakin merasa buruk. Aku mengharapkan ridho mu atas Pilihanku menjadi ibu rumah tangga, menjadi muslimah calon penghuni surga bersamamu kelak, insya allah.
Ma, jangan pernah katakan pendidikan yg selama ini kauusahakan untukku adalah sia-sia dengan aku memilih menjadi ibu rumah tangga.
Aku bisa seperti sekarang, adalah karena semua pendidikan yg kau usahakan, baik pendidikan diluar rumah maupun di dalam rumah.
Kau telah berhasil ma. Kau telah berhasil membesarkan kami dengan baik. Lihat kami sekarang. Kami adalah orang-orang yg mengenal Allah, yg mengimaniNYA, yang berusaha mencari ridhoNYA di dunia, hingga nanti kami dianggap layak masuk ke surgaNYA.
Lihat kami sekarang, betapa kami berusaha menyeimbangkan dunia dan akhirat. Tidak serakah mengejar dunia, dan tidak lupa mengejar akhirat. Bukankah itulah hakikat kita hidup saat ini?
Insya Allah kami termasuk orang-orang sholeh berkat pendidikan yg kau berikan selama ini.

Jadi, kau telah berhasil ma. Berhasil membesarkan anak-anakmu dengan sangat baik. Terima kasih atas semua usaha dan pengorbananmu membesarkan kami.

Sekarang cukup doakan kami agar terus istiqomah di jalan yg di ridhoi Allah, dan nikmatilah bakti kami kepadamu sebagai hasil dari kerja kerasmu selama ini.

Maaf dan terima kasih
Sayang selalu dari anakmu,

Oshin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s