Keutamaan Dzikir

[7:56PM, 5/30/2015] Dewi: Keutamaan Dzikir

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wa barakaatuh

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له و من يضلل فلا هادي له و أشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده و رسوله صلى الله عليه و سلم أما بعد 

Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya. Dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu hamba-Nya dan rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah untuknya.
[7:57PM, 5/30/2015] Dewi: Bunda dan calon bunda yang dirahmati Allah,

Berbahagia sekali saya dapat berjumpa kembali dengan para bunda dan calon bunda di komunitas yang in sya Allah diberkahi-Nya ini. Semoga hati kita semua disini diliputi keimanan dan ketenangan yang terus bertambah, sebagai buah dari dzikir dan fikir yang kita lakukan selama ini.
[7:58PM, 5/30/2015] Dewi: Akhwaat sholihaat yang disayangi Allah,

Di kesempatan ini, kembali saya ingin mengingatkan diri saya pribadi dan semoga juga bisa menjadi pengingat kita semua disini tentang dzikrullah.

Sebelumnya, saya ingin bertanya. Siapakah yang paling sering diingat oleh bunda dan calon bunda disini setiap harinya?. Coba dihitung frekuensinya mana yang paling mendominasi? Setelah masing-masing mendapatkan jawabannya, tanyalah kembali kepada hati kita masing-masing, apa manfaat dari mengingatnya? Apa yang membuat kita selalu ingat padanya dan tidak pernah lupa darinya? Kenapa kita mau memenuhi pikiran kita untuk mengingatnya?
[7:58PM, 5/30/2015] Dewi: Jika jawaban akhwaaty fillah sekalian disini adalah Allah, maka bersyukurlah. Karena berarti, dzikrullah sudah mulai menghiasi relung hati akhwaat sekalian. Dan semoga dzikrullah ini senantiasa tumbuh bersemi dalam hati dan kelak di dunia dan akhirat akan berbuah indah hasil dari dzikrullah…
[7:59PM, 5/30/2015] Dewi: Akhwaaty fillah yang dimuliakan Allah,

Mari kita bahas lebih jauh tentang dzikrullah

* Pengertian Dzikir dan Caranya

Dzikir secara bahasa berasal dari kata ذكر يذكر  yang berarti menyebut dan mengingat. Dzikrullah berarti menyebut dan mengingat Allah. Dzikir yang baik mencakup dua makna di atas; menyebut dan mengingat. Dzikir dengan hanya menyebut dengan lisan tanpa menghadirkan hati tetap bisa mendatangkan pahala, namun tentu dzikir macam ini berada pada tingkat yang paling rendah. Dzikir dengan lisan tanpa menghadirkan hati dan pikiran bisa saja memberi pengaruh terhadap hati dan keimanan seseorang, tetapi pengaruhnya tidak sebesar dzikir sambil menghadirkan hati. Paling baik adalah dzikir dengan lisan sambil menghadirkan hati.
[8:00PM, 5/30/2015] Dewi: Rasulullah Saw juga menjelaskan bahwa dzikrullah menjadi pembeda seorang yang ‘hidup’ dan ‘mati’. Tentu, maksud hidup dan mati di sini pada sisi hati dan batin. Dalam hadits disebutkan: “Sesungguhnya hati itu bisa berkarat sebagaimana besi bila dikenai air”. Rasul ditanya: “Apa penawarnya wahai Rasul?” Rasul bersabda: “Mengingat kematian dan membaca Al-Qur’an. (HR. Baihaqi). Dan membaca Al-Qur’an termasuk  dzikrullah yang paling utama.
[8:03PM, 5/30/2015] Dewi: Dzikir yang dilakukan dapat  meliputi 3 bentuk :
– Dzikir dengan lisan, yaitu dengan cara mengucapkan lafadz-lafadz yang di dalammya mengandung asma dan sifat Allah yang telah diajarkan oleh Rasulullah Sallallahuálaihiwassalam kepada ummatnya atau yang Allah ajarkan dalam Al-Quran. Contohnya : mengucapkan tashbih, tahmid, takbir, tahlil, membaca Al-Quran dan sebagainya. Sebaik-baik dzikir lisan adalah membaca Al-Quran.

– Dzikir dengan hati, yaitu dengan cara bertafakur, memikirkan ciptaan Allah sehingga timbul di dalam fikiran kita bahwa Allah adalah dzat Yang Maha Kuasa, Maha Besar dan Maha Teliti. Semua yang ada di bumi ini pastilah ada yang menciptakan dan mengatur, yaitu Allah SWT. Dengan melakukan dzikir seperti ini, keimanan seseorang kepada Allah niscaya akan bertambah.

-Dzikir dengan perbuatan, yaitu dengan cara melakukan segala perbuatan baik yang diperintahkan Allah dan diridhoiNya serta menjauhi larangan-larangan-Nya yang dilandasi niat untuk  memperoleh rahmat dan ridho Allah. Dengan demikian, menuntut ilmu, mencari nafkah, mendidik anak, bersilaturrahim dan amalan-amalan lain yang diperintahkan agama termasuk dalam ruang lingkup dzikir dengan perbuatan.
[8:06PM, 5/30/2015] Dewi: Dzikir dari sisi waktu pelaksanaannya terbagi menjadi dua;

pertama dzikir muqayyad (terikat/tertentu), kedua dzikir muthlak (bebas). Dzikir muqayyad(terikat/tertentu) dilakukan dengan jumlah yang ditentukan oleh nash hadits. Sebagaimana dzikir setelah shalat lima waktu dengan membaca subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar, masing-masing tiga puluh tiga kali, dan ditutup dengan kalimat tahlil satu kali, maka seluruhnya berjumlah seratus, dan disebutkan dalam riwayat lain dengan jumlah yang berbeda.

 Adapun dzikir muthlak (bebas ) boleh dilakukan dalam jumlah yang tidak terbatas. Dan adanya pembagian kepada dzikir muthlak (bebas ) ini memberikan peluang bagi Muslim untuk sering melakukan dzikrullah. Sebagaimana Allah SWT memotivasi hal tersebut seraya mengisyaratkan bahwa sering berdzikir adalah kebiasaan atau tradisi orang-orang yang “cerdas”. Allah SWT berfirman:

إن في خلق السماوات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي الألباب

الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلق السماوات والأرض ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار

 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal (cerdas). Yaitu orang-orang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kondisi berdiri, duduk dan berbaring. (Ali Imran: 190-191).
[8:09PM, 5/30/2015] Dewi: * Dalil Perintah Berdzikir :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Maka ingatlah kepada-Ku niscaya Aku akan ingat kepadamu” (Al-Baqoroh : 152)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا.

“Wahai orang-orang yang beriman berdzikirlah kamu kepada Allah dengan dzikir yang banyak dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang”. (Al-Ahzab : 41-42)

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Dan orang-orang yang berdzikir laki-laki dan berdzikir dari wanita maka Allah siapkan bagi mereka ampunan dan ganjaran yang besar”. (Al-Ahzab : 35)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ

“Wahai orang-orang yang beriman janganlah harta dan anak-anak kamu membuat kamu lalai dari berdzikir kepada Allah”. (Al-Munafiqun : 9)

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا

“Maka jika kalian telah selesai menunaikan ibadah kalian maka berdzikirlah kepada Allah sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang tua kalian (sebelumnya) atau lebih banyak dzikirnya (dari mereka)”. (Al-Baqoroh : 200)

فإذا قضيتم الصلاة فاذكروا الله قياما وقعودا وعلى جنوبكم فإذا اطمأننتم فأقيموا الصلاة إن الصلاة كانت على المؤمنين كتابا موقوتا

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. “ (QS. An-Nisa : 103)

 

فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” ( QS. Al-Jumu’ah : 10)

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan berdzikirlah kepada Tuhanmu dalam diri kamu dengan penuh ketundukan dan rasa takut dan tanpa dikeraskan dari ucapan (tersebut) pada saat pagi dan petang dan janganlah kemu menjadi orang yang lalai”. (Al-A’raf : 205)

 

اتل ما أوحي إليك من الكتاب وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut : 45)

Ayat diatas menunjukkan bahwa shalat dan membaca Alquran merupakan sebaik-baik dzikir yang diperintahkan pelaksanaannya
[8:12PM, 5/30/2015] Dewi: Selain itu, berdzikir mendatangkan banyak manfaat yang semuanya kembali kepada orang yang berdzikir itu, diantaranya :

1. Memberikan ketenangan.  Allah berfirman :

أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah bahwasanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram“ (QS. Ar-Ra’du : 28)

عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ ،قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ”

“Dari Abu Sa’id al-Khudzri ra, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sekelompok orang duduk dan berdzikir kepada Allah, melainkan mereka akan dikelilingi para malaikat, mendapatkan limpahan rahmat, diberikan ketenangan hati, dan Allah pun akan memuji mereka pada orang yang ada di dekat-Nya.” (HR. Muslim)
[8:13PM, 5/30/2015] Dewi: 2. Orang yang berdzikir hatinya selalu hidup

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan yang mati”. (Muttafaqun alaih)

3. Orang yang berdzikir menjadi orang yang istimewa disisi Allah

Dari Abu Hurairah ra berkata : Saat Rasulullah saw berjalan disuatu simpang kota Makkah lewatlah sekelompok orang yang dinamakan jamdan, beliau bersabda : “Berjalanlah wahai Jamdan, telah berlalu Al-Mufarridun”. Mereka bertanya : Apa yang anda maksud dengan al-Muafarridun wahai Rasulullah ? beliau bersabda : “Mereka yang selalu berdzikir kepada Allah dengan banyak baik laki-laki dan perempuan”. (HR. Muslim)
[8:17PM, 5/30/2015] Dewi: 4. Dzikir merupakan senjata utama melawan dan mengusir syaithan
Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syaithan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim).

5. Hidup menjadi lapang dengan berdzikir

Allah berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa berpaling dari mengingat-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaaha: 124).

6.  Hati akan semakin hidup. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Dzikir bagi hati seperti air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika ikan tersebut berpisah dari air?”.

7.  Dzikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan keji dan batil.
[8:20PM, 5/30/2015] Dewi: 8. Akan memberikan rasa aman bagi seorang hamba dari kerugian di Hari Kiamat.

9.  Dzikir adalah cahaya bagi pemiliknya di dunia, kubur, dan Hari Kebangkitan.

10. Dzikir akan memperingatkan hati yang tertidur lelap. Hati bisa jadi sadar dengan dzikir.

11. Mendatangkan ridha Ar Rahman.

12. Menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.

13.  Hati menjadi gembira dan lapang.

14. Menguatkan hati dan badan.

15. Menerangi hati dan wajah menjadi bersinar.

16. Mendatangkan rizki.

17. Orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan.

18. Mendatangkan inabah, yaitu kembali pada Allah ‘Azza wa Jalla. Semakin seseorang kembali pada Allah dengan banyak berdzikir pada-Nya, maka hatinya pun akan kembali pada Allah dalam setiap keadaan.

19. Akan diingat Allah di jama’ah yang lebih baik

dan masih banyak lagi manfaat  lain yang akan diperoleh bagi seorang yang hati, lisan dan perbuatannya senantiasa mengingat Allah.
[8:22PM, 5/30/2015] Dewi: * Beberapa Kesalahpahaman Dalam Melaksanakan Dzikir :

1. Dzikir berjama’ah secara keras selepas sholat fardu

Imam Syafi’i rahimahullah berkata :

وأختار للامام والمأموم أن يذكرا الله بعد الانصراف من الصلاة ويخفيان الذكرَ إلا أن يكون إماما يُحِبُّ أن يتعلّم منه فيجهر حتى يَرى أنه قد تُعُلِّمَ منه ثم يُسِرّ.

Pendapatku untuk imam dan makmum hendaklah mereka berdzikir selepas selesai sholat. Hendaklah mereka memelankan (secara sir) dzikir kecuali jika imam ingin mengajar bacaan-bacaan zikir tersebut, maka ketika itu dikeraskanlah dzikir, hingga dia menduga bahwa telah dipelajari darinya (bacaan-bacaan dzikir tersebut-pen), lalu setelah itu ia memelankan kembali dzikirnya (Al-Umm 2/288).

Jadi, pada dasarnya syariat berdzikir  dan berdoa setelah shalat adalah secara sendiri-sendiri dan dengan suara lirih, sehingga tidak mengganggu orang lain yang pada saat itu sedang shalat ataupun berdzikir juga. Adapun jika berdoa, dipersilahkan jika ada seorang imam berdoa, lalu para jamaáh yang hadir mengaminkan doa yang dipanjatkan untuk bersama sekiranya berdoa tersebut juga tidak mengganggu jamaáh lain. Wallaahuálam bish showab
[8:24PM, 5/30/2015] Dewi: 2. Dzikir dengan jumlah bilangan tertentu tanpa ada nash yang jelas menyebutkan jumlahnya disertai dengan keyakinan bahwa dengan jumlah tersebut, akan mendapat fadhilah tertentu yang tidak ada dalil nashnya juga. bagi yang ingin berdzikir, dipersilahkan untuk berdzikir sebanyak yang disanggupi dengan mengharap keridhoan Allah yang Maha Kaya dan berharap kebaikan dari sisi-Nya saja tanpa disibukkan dengan jumlah tertentu dan dibatasi dengan fadhilah tertentu. Apabila terdapat nash dari Al-Quran atau hadist yang menjelaskan jumlahnya dan keutamaannya, maka kita boleh untuk mengamalkannya.
[8:28PM, 5/30/2015] Dewi: 3. Dzikir Asmaúl Husna yang dibaca dengan jumlah tertentu dan diyakini dapat mendatangkan fadhilah tertentu.

Dalam Qs. Al-A’raf : 180 Allah berfirman :

ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها وذروا الذين يلحدون في أسمآئه سيجزون ما كانوا يعملون

“Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah (berdoa) kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Dalam ayat ini, kita dianjurkan untuk berdoa dengan diawali dan atau diakhiri oleh pujian-pujian kepada Allah dengan salah satu asmaulhusna-Nya. Dan bukan menjadikan asmaulhusna sebagai dzikir tertentu yang memiliki fadhilah tertentu, kecuali jika ada dalil dan contoh dari Rasulullah. Diantara contoh doa dalam Al-Quran yang diikuti dengan menyebut asmaul husna adalah :

ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم

 “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.(QS. Al-Hasyr : 10)
[8:28PM, 5/30/2015] Dewi: * Diantara Lafadz Dzikir yang Memiliki Keutamaan Besar dan dianjurkan:

Doa dan dzikir yang ma’tsur lebih utama dari doa yang tidak ma’tsur. Meskipun demikian, segala bentuk dzikir yang memuji Allah, memohon ampunannya atau bentuk-bentuk lainnya adalah dapat dilakukan, kendatipun tidak menggunakan lafal bahasa Arab sekalipun. Hal yang terpenting adalah agar senantiasa berdzikir dalam segala waktu dan kondisi. Di rumah, di masjid, di kendaraan, di jalanan, di tempat kerja, terlebih-lebih di medan da’wah..
[8:33PM, 5/30/2015] Dewi: Diantara dzikir yang dianjurkan adalah :

1. Ucapan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah.

“Wahai Abdullah bin Qais (nama Abu Musa), ucapkan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Sesungguhnya itu adalah salah satu kekayaan yang tersimpan di surga.” Atau beliau mengatakan: “Tidakkah kamu mau aku tunjuki salah satu harta simpanan di surga? Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Ucapan ‘Subhanallahi wa bihamdihi’

“Barangsiapa yang mengatakan‘Subhanallahi wa bihamdihi’ dalam satu hari seratus kali, maka akan dihapuskan dosanya walau-pun seperti buih di lautan”. Muttafaqun ‘alaihi
[8:34PM, 5/30/2015] Dewi: 3. Ucapan ‘laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qodiir’

“Barangsiapa mengucapkan ‘laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qodiir’ [tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu] dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.” (HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018)

4. Ucapan Subhanallah Wabihamdih ‘Adada Khalqih, Wa Ridhaa Nafsih, Wazinata ‘Arsyih, Wamidada Kalimatih

“Sungguh aku membaca empat kalimat tiga kali seandainya ditimbang dengan apa yang kamu baca seharian niscaya menyamainya; yakni Subhanallah Wabihamdih ‘Adada Khalqih, Wa Ridhaa Nafsih, Wazinata ‘Arsyih, Wamidada Kalimatih. (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan jiwa-Nya, seberat timbangan ‘Arasy-Nya, dan sebanyak jumlah kalimat-kalimat-Nya).” (HR. Muslim).
[8:35PM, 5/30/2015] Dewi: 5. Ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir”

“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” [Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”, maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat – dalam riwayat lain: dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga –

” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah, ad-Daarimi dan al-Hakim dan syaikh al-Albani dalam kitab “Shahihul jaami’

6. Ucapan Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah dan Allaahuakbar.

“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah. Setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

“Maukah engkau aku tunjuki sesuatu yang lebih baik bagimu daripada pembantu rumah tangga tersebut? (Yaitu) engkau bertasbih (mengucapkan Subhanallah) sebelum tidur 33 kali, bertahmid (mengucapkan Alhamdulillah) 33 kali, dan bertakbir (mengucapkan Allahu Akbar) 34 kali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu)
[8:35PM, 5/30/2015] Dewi: 7. Ucapan Radhiitu billaahi rabban wa bil-islaami diinan wa bimuhammadin rasuulan

“Barangsiapa yg mengatakan; Radhiitu billaahi rabban wa bil-islaami diinan wa bimuhammadin rasuulan (Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku & Muhammad sebagai rasul), maka wajib baginya untuk masuk Surga.” (HR. Abu Daud)

8. Membaca surat Al-Mulk

“Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan surat tersebut “al Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (HR. An Nasai dan Al Hakim. Hakim mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih)

9. Dzikir pagi dan sore hari

Dan masih banyak dzikir lain yang dicontohkan Rasulullah  dan dianjurkan untuk membacanya dalam setiap aktivitas mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali.
[8:36PM, 5/30/2015] Dewi: * Adab Berdzikir

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Hendaknya engkau senantiasa membasahi lidahmu dengan dzikrullah.” (HR. Ahmad).

Di dalam berdzikir, seorang muslim dianjurkan untuk melakukannya dengan adab-adab sebagai berikut:
[8:36PM, 5/30/2015] Dewi: 1. Berdzikir dengan suara yang lemah lembut dan penuh kekhusyu’an.

2. Tidak berteriak dan mengeraskan suaranya.
Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Tatkala orang-orang meninggikan suara mereka dalam berdo’a di sebuah perjalanan, maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menegur mereka dengan bersabda: “Wahai manusia, sayangilah diri-diri kalian! Sesungguhnya kalian tidak sedang berdo’a kepada sesuatu yang bisu dan jauh. Akan tetapi Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Dekat, bahkan lebih dekat dengan kalian daripada leher tunggangan kalian.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

3. Jika dzikir yang dilakukan berupa membaca Al-Qur’an maka tidak dibolehkan membacanya dalam keadaan junub, baik membacanya dengan hafalan apalagi membacanya dengan membuka mushaf.

Dari ‘Ali bin Abi Thaalib radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangi jamban untuk membuang hajatnya. Setelah keluar dari jamban, lalu beliau makan daging dan roti bersama kami, dan membaca Al-Qur’an. Tidaklah menghalangi beliau dari membaca Al-Qur’an kecuali ketika beliau dalam keadaan junub.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Shahih).

4. Hendaknya berdzikir dengan penuh keikhlasan hanya mengharap pahala dan balasan dari Allah saja.

5. Hendaklah menghadap ke kiblat.

6. Hendaklah posisi duduk menggambarkan kekhusyu’an dan ketakutan kepada Allah.

7. Tempat yang digunakan berdzikir hendaknya bersih dan sunyi.

8. Lebih afdhal dalam keadaan bersuci.

9. Jika ingin menghitung jumlah bacaan dzikir, maka hendaklah menggunakan jari tangan kanan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada kami (para sahabat wanita),

يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَينَ، عَلَيْكُنَّ بِالتَّهْلِيلِ وَالتَّسْبِيحِ وَالتَّقْدِيسِ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ، وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ

“Wahai para wanita mukminah, kalian harus rajin bertasbih, bertahlil, mensucikan nama Allah. Janganlah kalian lalai, sehingga melupakan rahmat. Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena semua jari itu akan ditanya dan diminta untuk bicara.” (HR. Ahmad , Abu Daud, Turmudzi, dan sanadnya dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani).

 

Adapun jika berada pada suasana diluar masjid dan rumah, maka paling tidak keikhlasan, dan ketundukkan diri pada Allah SWT yang perlu kita perhatikan ketika berdzikir.
[8:39PM, 5/30/2015] Dewi: * Kapan seorang muslim atau muslimah dikatakan sebagai orang-orang yang banyak berdzikir?

Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma berkata ketika menafsirkan laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir, “Maksudnya adalah yang berdzikir setelah selesai shalat, berdzikir pagi dan petang, berdzikir sebelum tidur dan sesudah bangun dari tidur, berdzikir setiap keluar masuk rumah”

Mujaahid rahimahullaah berkata, “Seseorang tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang banyak berdzikir sampai ia berdzikir dalam semua keadaannya baik ketika sedang berdiri, duduk, atau berbaring” (Tafsir Al-Wasiith, Al-Waahidiy Asy-Syaafi’iy, 3/471)

Dengan senantiasa berdzikir (mengingat) Allah niscaya seseorang akan merindukan pertemuan dengan Allah, sebagaimana seseorang yang selalu ingat kekasihnya pasti sangat mendambakan pertemuan dengan kekasihnya yang diingatnya selalu. Adapun mengingat Allah, tentunya akan jauh lebih bermanfaat  bagi kehidupan seorang mukminah di dunia dan akhirat, ketimbang memikirkan seseorang yang belum tentu akan berbuah kebaikan di dunia dan akhirat. Namun yang perlu kita ingat adalah bahwa mengingat Allah bukan berarti kita menafikan untuk mengingat yang lain, akan tetapi menjadikan ingatan kita kepada seseorang/sesuatu membuat kita mengingat Allah sebagai muara cinta dan pengharapan kita.

        Rasulullah SAW mengatakan, “barang siapa yang merindukan pertemuan dengan Allah, maka Allahpun merindukan pertemuan dengan-Nya…
[8:41PM, 5/30/2015] Dewi: Akhwaaty fillah yang dimuliakan Allah,

Demikianlah seharusnya seorang muslimah yang menjadi madrasah ummat ini mengisi waktu disetiap nafasnya dengan dzikrullah di dalam setiap aktivitasnya. Sehingga apa yang menjadi amanah Allah Subhanahu wa ta’alaa kepada dirinya untuk selalu beribadah kepadaNya bisa terimplementasi dengan baik. 

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi pengingat kita bersama. Semoga Allah Subhanahu wa ta’alaa memberi taufiq kepada kita semua.

ﺃﻗﻮﻝ ﻗﻮﻟﻲ ﻫﺬﺍ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻲ و ﻟﻜﻦ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﻔﻌﻨﺎ ﺑﻤﺎ ﻋﻠﻤﺘﻨﺎ و ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﺎ ﻳﻨﻔﻌﻨﺎ ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﺍﻟﻠﻬﻢ و ﺑﺤﻤﺪﻙ أﺷﻬد أن ﻟﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﺃﻧﺖ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮﻙ و ﺃﺗﻮﺏ إليك

Wasalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s