Surat Cinta untuk Suamiku Sayang

Kamu nggak tau betapa beruntungnya aku bersanding denganmu. Dipertemukannya kita benar2 diluar dugaanku, kamu, dan banyak orang. Kita yg sudah satu kelas selama 2 tahun, tak pernah bertegur sapa, saling tatap pun sepertinya tak pernah. Ajaibnya, skarang kita bersanding berjalan bersama, berusaha bersama meraih surga Nya.

Di tahun pernikahan kita yg ketiga ini, ijinkan aku mengungkapkan rasa terima kasih dan kagum pada sosokmu.

Satu yg paling aku kagumi darimu adalah, kamu ringan tangan dalam membantu keluarga dan kerabat. Kamu orang yang aku tau sangat mudah berinfak dan sedekah. Baik kepada aku dan anak anak, kepada orang tua kita, keluarga kita, dan orang2 disekitar lingkungan kita.
Darimu lah aku belajar, bahwa uang tidak untuk disimpan. Uang itu untuk disedekahkan. Kamulah yang meyakinkan ku, bahwa semuanya pasti diganti oleh Allah. Sampai pernah kudengar sebuah perumpamaan, uang yang kita sedekahkan adalah yg sesungguhnya menjadi milik kita, sedangkan uang yang kita tabung adalah milik ahli waris.
Kuingat bagaimana kamu menyampaikan amanah padaku, untuk membuat daftar orang2 mulai dari keluarga terdekat hingga kerabat yang perlu dibantu. Kamu amanahkan kepadaku agar menyisihkan sebagian uang utk dikumpulkan dan dibagikan ke orang2 pada daftar itu pada bulan ramadhan nanti. Bukan hanya pendidikan, impian rumah, kendaraan, dll yg perlu kita rencanakan. Lebih penting dari itu sedekah juga perlu kita rencanakan, kita anggarkan. Jangan sampai kita jd orang yg memikirkan matang2 soal duniawi melalui asuransi, dll. Tetapi kita bersedekah sekedarnya, secukupnya yg ada di kantong baju saat itu

Didirimu lah aku lihat bentuk membantu yg tanpa pamrih. Bagaimana kamu mudah sekali mengeluarkan uang utk membantu temanmu, tanpa pernah memikirkan kapan uang itu akan kembali adalah salah satu bentuk keringananmu dalam membantu.

Kamu juga adalah sosok yg cinta membaca. Kamu senang mengumpulkan buku dan kerap membacanya utk menambah ilmu. Kebanyakan buku soal agama dan parenting. Jujur saja, aku tidak terlalu suka membaca, tapi terlalu banyak bukumu di rumah yg membuat aku penasaran dng isinya. Aku juga ingin menambah kapasitasku sbg seorang muslimah, istri, dan ibu. Darimulah aku belajar utk banyak membaca.

Betapa beruntungnya aku dipertemukan denganmu. Seorang suami yg sayang keluarga, hormat pada orangtua, dan tidak lelah menimba ilmu.

Yang kuat ya sayang.. Jangan lelah membimbing aku dan anak-anak utk meraih surgaNYA. Semoga Allah ta’ala memberkahi keluarga kita.

Kamu pemimpinku, kamu pembimbingku, kamu inspirasiku, kamu lah jalan surgaku, Insya Allah…

Sidoarjo, 27 Mei 2015

Advertisements

3 thoughts on “Surat Cinta untuk Suamiku Sayang”

  1. Nasihat yang baik dan bermanfaat dari suamimu mba, semoga keluarga kalian senantiasa diridhoi oleh Allah ta’ala.

    Mohon maaf telah ikutan membaca, salam kenal šŸ˜‰

      1. InsyaAllah tidak ada riya didalam kebaikan, karena riya hanya lahir dari kesombongan. Dan apa yang mba sampaikan hanyalah luapan kebahagiaan atas syukur dan nikmatNya, InsyaAllah berkah. Tetap semangat dan istiqomah yaa šŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s