Keutamaan Dzikir

[7:56PM, 5/30/2015] Dewi: Keutamaan Dzikir

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wa barakaatuh

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له و من يضلل فلا هادي له و أشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده و رسوله صلى الله عليه و سلم أما بعد 

Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya. Dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu hamba-Nya dan rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah untuknya.
[7:57PM, 5/30/2015] Dewi: Bunda dan calon bunda yang dirahmati Allah,

Berbahagia sekali saya dapat berjumpa kembali dengan para bunda dan calon bunda di komunitas yang in sya Allah diberkahi-Nya ini. Semoga hati kita semua disini diliputi keimanan dan ketenangan yang terus bertambah, sebagai buah dari dzikir dan fikir yang kita lakukan selama ini.
[7:58PM, 5/30/2015] Dewi: Akhwaat sholihaat yang disayangi Allah,

Di kesempatan ini, kembali saya ingin mengingatkan diri saya pribadi dan semoga juga bisa menjadi pengingat kita semua disini tentang dzikrullah.

Sebelumnya, saya ingin bertanya. Siapakah yang paling sering diingat oleh bunda dan calon bunda disini setiap harinya?. Coba dihitung frekuensinya mana yang paling mendominasi? Setelah masing-masing mendapatkan jawabannya, tanyalah kembali kepada hati kita masing-masing, apa manfaat dari mengingatnya? Apa yang membuat kita selalu ingat padanya dan tidak pernah lupa darinya? Kenapa kita mau memenuhi pikiran kita untuk mengingatnya?
[7:58PM, 5/30/2015] Dewi: Jika jawaban akhwaaty fillah sekalian disini adalah Allah, maka bersyukurlah. Karena berarti, dzikrullah sudah mulai menghiasi relung hati akhwaat sekalian. Dan semoga dzikrullah ini senantiasa tumbuh bersemi dalam hati dan kelak di dunia dan akhirat akan berbuah indah hasil dari dzikrullah…
[7:59PM, 5/30/2015] Dewi: Akhwaaty fillah yang dimuliakan Allah,

Mari kita bahas lebih jauh tentang dzikrullah

* Pengertian Dzikir dan Caranya

Dzikir secara bahasa berasal dari kata ذكر يذكر  yang berarti menyebut dan mengingat. Dzikrullah berarti menyebut dan mengingat Allah. Dzikir yang baik mencakup dua makna di atas; menyebut dan mengingat. Dzikir dengan hanya menyebut dengan lisan tanpa menghadirkan hati tetap bisa mendatangkan pahala, namun tentu dzikir macam ini berada pada tingkat yang paling rendah. Dzikir dengan lisan tanpa menghadirkan hati dan pikiran bisa saja memberi pengaruh terhadap hati dan keimanan seseorang, tetapi pengaruhnya tidak sebesar dzikir sambil menghadirkan hati. Paling baik adalah dzikir dengan lisan sambil menghadirkan hati.
[8:00PM, 5/30/2015] Dewi: Rasulullah Saw juga menjelaskan bahwa dzikrullah menjadi pembeda seorang yang ‘hidup’ dan ‘mati’. Tentu, maksud hidup dan mati di sini pada sisi hati dan batin. Dalam hadits disebutkan: “Sesungguhnya hati itu bisa berkarat sebagaimana besi bila dikenai air”. Rasul ditanya: “Apa penawarnya wahai Rasul?” Rasul bersabda: “Mengingat kematian dan membaca Al-Qur’an. (HR. Baihaqi). Dan membaca Al-Qur’an termasuk  dzikrullah yang paling utama.
[8:03PM, 5/30/2015] Dewi: Dzikir yang dilakukan dapat  meliputi 3 bentuk :
– Dzikir dengan lisan, yaitu dengan cara mengucapkan lafadz-lafadz yang di dalammya mengandung asma dan sifat Allah yang telah diajarkan oleh Rasulullah Sallallahuálaihiwassalam kepada ummatnya atau yang Allah ajarkan dalam Al-Quran. Contohnya : mengucapkan tashbih, tahmid, takbir, tahlil, membaca Al-Quran dan sebagainya. Sebaik-baik dzikir lisan adalah membaca Al-Quran.

– Dzikir dengan hati, yaitu dengan cara bertafakur, memikirkan ciptaan Allah sehingga timbul di dalam fikiran kita bahwa Allah adalah dzat Yang Maha Kuasa, Maha Besar dan Maha Teliti. Semua yang ada di bumi ini pastilah ada yang menciptakan dan mengatur, yaitu Allah SWT. Dengan melakukan dzikir seperti ini, keimanan seseorang kepada Allah niscaya akan bertambah.

-Dzikir dengan perbuatan, yaitu dengan cara melakukan segala perbuatan baik yang diperintahkan Allah dan diridhoiNya serta menjauhi larangan-larangan-Nya yang dilandasi niat untuk  memperoleh rahmat dan ridho Allah. Dengan demikian, menuntut ilmu, mencari nafkah, mendidik anak, bersilaturrahim dan amalan-amalan lain yang diperintahkan agama termasuk dalam ruang lingkup dzikir dengan perbuatan.
[8:06PM, 5/30/2015] Dewi: Dzikir dari sisi waktu pelaksanaannya terbagi menjadi dua;

pertama dzikir muqayyad (terikat/tertentu), kedua dzikir muthlak (bebas). Dzikir muqayyad(terikat/tertentu) dilakukan dengan jumlah yang ditentukan oleh nash hadits. Sebagaimana dzikir setelah shalat lima waktu dengan membaca subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar, masing-masing tiga puluh tiga kali, dan ditutup dengan kalimat tahlil satu kali, maka seluruhnya berjumlah seratus, dan disebutkan dalam riwayat lain dengan jumlah yang berbeda.

 Adapun dzikir muthlak (bebas ) boleh dilakukan dalam jumlah yang tidak terbatas. Dan adanya pembagian kepada dzikir muthlak (bebas ) ini memberikan peluang bagi Muslim untuk sering melakukan dzikrullah. Sebagaimana Allah SWT memotivasi hal tersebut seraya mengisyaratkan bahwa sering berdzikir adalah kebiasaan atau tradisi orang-orang yang “cerdas”. Allah SWT berfirman:

إن في خلق السماوات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي الألباب

الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلق السماوات والأرض ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار

 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal (cerdas). Yaitu orang-orang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kondisi berdiri, duduk dan berbaring. (Ali Imran: 190-191).
[8:09PM, 5/30/2015] Dewi: * Dalil Perintah Berdzikir :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Maka ingatlah kepada-Ku niscaya Aku akan ingat kepadamu” (Al-Baqoroh : 152)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا.

“Wahai orang-orang yang beriman berdzikirlah kamu kepada Allah dengan dzikir yang banyak dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang”. (Al-Ahzab : 41-42)

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Dan orang-orang yang berdzikir laki-laki dan berdzikir dari wanita maka Allah siapkan bagi mereka ampunan dan ganjaran yang besar”. (Al-Ahzab : 35)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ

“Wahai orang-orang yang beriman janganlah harta dan anak-anak kamu membuat kamu lalai dari berdzikir kepada Allah”. (Al-Munafiqun : 9)

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا

“Maka jika kalian telah selesai menunaikan ibadah kalian maka berdzikirlah kepada Allah sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang tua kalian (sebelumnya) atau lebih banyak dzikirnya (dari mereka)”. (Al-Baqoroh : 200)

فإذا قضيتم الصلاة فاذكروا الله قياما وقعودا وعلى جنوبكم فإذا اطمأننتم فأقيموا الصلاة إن الصلاة كانت على المؤمنين كتابا موقوتا

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. “ (QS. An-Nisa : 103)

 

فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” ( QS. Al-Jumu’ah : 10)

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan berdzikirlah kepada Tuhanmu dalam diri kamu dengan penuh ketundukan dan rasa takut dan tanpa dikeraskan dari ucapan (tersebut) pada saat pagi dan petang dan janganlah kemu menjadi orang yang lalai”. (Al-A’raf : 205)

 

اتل ما أوحي إليك من الكتاب وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut : 45)

Ayat diatas menunjukkan bahwa shalat dan membaca Alquran merupakan sebaik-baik dzikir yang diperintahkan pelaksanaannya
[8:12PM, 5/30/2015] Dewi: Selain itu, berdzikir mendatangkan banyak manfaat yang semuanya kembali kepada orang yang berdzikir itu, diantaranya :

1. Memberikan ketenangan.  Allah berfirman :

أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah bahwasanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram“ (QS. Ar-Ra’du : 28)

عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ ،قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ”

“Dari Abu Sa’id al-Khudzri ra, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sekelompok orang duduk dan berdzikir kepada Allah, melainkan mereka akan dikelilingi para malaikat, mendapatkan limpahan rahmat, diberikan ketenangan hati, dan Allah pun akan memuji mereka pada orang yang ada di dekat-Nya.” (HR. Muslim)
[8:13PM, 5/30/2015] Dewi: 2. Orang yang berdzikir hatinya selalu hidup

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan yang mati”. (Muttafaqun alaih)

3. Orang yang berdzikir menjadi orang yang istimewa disisi Allah

Dari Abu Hurairah ra berkata : Saat Rasulullah saw berjalan disuatu simpang kota Makkah lewatlah sekelompok orang yang dinamakan jamdan, beliau bersabda : “Berjalanlah wahai Jamdan, telah berlalu Al-Mufarridun”. Mereka bertanya : Apa yang anda maksud dengan al-Muafarridun wahai Rasulullah ? beliau bersabda : “Mereka yang selalu berdzikir kepada Allah dengan banyak baik laki-laki dan perempuan”. (HR. Muslim)
[8:17PM, 5/30/2015] Dewi: 4. Dzikir merupakan senjata utama melawan dan mengusir syaithan
Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syaithan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim).

5. Hidup menjadi lapang dengan berdzikir

Allah berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa berpaling dari mengingat-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaaha: 124).

6.  Hati akan semakin hidup. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Dzikir bagi hati seperti air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika ikan tersebut berpisah dari air?”.

7.  Dzikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan keji dan batil.
[8:20PM, 5/30/2015] Dewi: 8. Akan memberikan rasa aman bagi seorang hamba dari kerugian di Hari Kiamat.

9.  Dzikir adalah cahaya bagi pemiliknya di dunia, kubur, dan Hari Kebangkitan.

10. Dzikir akan memperingatkan hati yang tertidur lelap. Hati bisa jadi sadar dengan dzikir.

11. Mendatangkan ridha Ar Rahman.

12. Menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.

13.  Hati menjadi gembira dan lapang.

14. Menguatkan hati dan badan.

15. Menerangi hati dan wajah menjadi bersinar.

16. Mendatangkan rizki.

17. Orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan.

18. Mendatangkan inabah, yaitu kembali pada Allah ‘Azza wa Jalla. Semakin seseorang kembali pada Allah dengan banyak berdzikir pada-Nya, maka hatinya pun akan kembali pada Allah dalam setiap keadaan.

19. Akan diingat Allah di jama’ah yang lebih baik

dan masih banyak lagi manfaat  lain yang akan diperoleh bagi seorang yang hati, lisan dan perbuatannya senantiasa mengingat Allah.
[8:22PM, 5/30/2015] Dewi: * Beberapa Kesalahpahaman Dalam Melaksanakan Dzikir :

1. Dzikir berjama’ah secara keras selepas sholat fardu

Imam Syafi’i rahimahullah berkata :

وأختار للامام والمأموم أن يذكرا الله بعد الانصراف من الصلاة ويخفيان الذكرَ إلا أن يكون إماما يُحِبُّ أن يتعلّم منه فيجهر حتى يَرى أنه قد تُعُلِّمَ منه ثم يُسِرّ.

Pendapatku untuk imam dan makmum hendaklah mereka berdzikir selepas selesai sholat. Hendaklah mereka memelankan (secara sir) dzikir kecuali jika imam ingin mengajar bacaan-bacaan zikir tersebut, maka ketika itu dikeraskanlah dzikir, hingga dia menduga bahwa telah dipelajari darinya (bacaan-bacaan dzikir tersebut-pen), lalu setelah itu ia memelankan kembali dzikirnya (Al-Umm 2/288).

Jadi, pada dasarnya syariat berdzikir  dan berdoa setelah shalat adalah secara sendiri-sendiri dan dengan suara lirih, sehingga tidak mengganggu orang lain yang pada saat itu sedang shalat ataupun berdzikir juga. Adapun jika berdoa, dipersilahkan jika ada seorang imam berdoa, lalu para jamaáh yang hadir mengaminkan doa yang dipanjatkan untuk bersama sekiranya berdoa tersebut juga tidak mengganggu jamaáh lain. Wallaahuálam bish showab
[8:24PM, 5/30/2015] Dewi: 2. Dzikir dengan jumlah bilangan tertentu tanpa ada nash yang jelas menyebutkan jumlahnya disertai dengan keyakinan bahwa dengan jumlah tersebut, akan mendapat fadhilah tertentu yang tidak ada dalil nashnya juga. bagi yang ingin berdzikir, dipersilahkan untuk berdzikir sebanyak yang disanggupi dengan mengharap keridhoan Allah yang Maha Kaya dan berharap kebaikan dari sisi-Nya saja tanpa disibukkan dengan jumlah tertentu dan dibatasi dengan fadhilah tertentu. Apabila terdapat nash dari Al-Quran atau hadist yang menjelaskan jumlahnya dan keutamaannya, maka kita boleh untuk mengamalkannya.
[8:28PM, 5/30/2015] Dewi: 3. Dzikir Asmaúl Husna yang dibaca dengan jumlah tertentu dan diyakini dapat mendatangkan fadhilah tertentu.

Dalam Qs. Al-A’raf : 180 Allah berfirman :

ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها وذروا الذين يلحدون في أسمآئه سيجزون ما كانوا يعملون

“Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah (berdoa) kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Dalam ayat ini, kita dianjurkan untuk berdoa dengan diawali dan atau diakhiri oleh pujian-pujian kepada Allah dengan salah satu asmaulhusna-Nya. Dan bukan menjadikan asmaulhusna sebagai dzikir tertentu yang memiliki fadhilah tertentu, kecuali jika ada dalil dan contoh dari Rasulullah. Diantara contoh doa dalam Al-Quran yang diikuti dengan menyebut asmaul husna adalah :

ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم

 “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.(QS. Al-Hasyr : 10)
[8:28PM, 5/30/2015] Dewi: * Diantara Lafadz Dzikir yang Memiliki Keutamaan Besar dan dianjurkan:

Doa dan dzikir yang ma’tsur lebih utama dari doa yang tidak ma’tsur. Meskipun demikian, segala bentuk dzikir yang memuji Allah, memohon ampunannya atau bentuk-bentuk lainnya adalah dapat dilakukan, kendatipun tidak menggunakan lafal bahasa Arab sekalipun. Hal yang terpenting adalah agar senantiasa berdzikir dalam segala waktu dan kondisi. Di rumah, di masjid, di kendaraan, di jalanan, di tempat kerja, terlebih-lebih di medan da’wah..
[8:33PM, 5/30/2015] Dewi: Diantara dzikir yang dianjurkan adalah :

1. Ucapan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah.

“Wahai Abdullah bin Qais (nama Abu Musa), ucapkan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Sesungguhnya itu adalah salah satu kekayaan yang tersimpan di surga.” Atau beliau mengatakan: “Tidakkah kamu mau aku tunjuki salah satu harta simpanan di surga? Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Ucapan ‘Subhanallahi wa bihamdihi’

“Barangsiapa yang mengatakan‘Subhanallahi wa bihamdihi’ dalam satu hari seratus kali, maka akan dihapuskan dosanya walau-pun seperti buih di lautan”. Muttafaqun ‘alaihi
[8:34PM, 5/30/2015] Dewi: 3. Ucapan ‘laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qodiir’

“Barangsiapa mengucapkan ‘laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qodiir’ [tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu] dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.” (HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018)

4. Ucapan Subhanallah Wabihamdih ‘Adada Khalqih, Wa Ridhaa Nafsih, Wazinata ‘Arsyih, Wamidada Kalimatih

“Sungguh aku membaca empat kalimat tiga kali seandainya ditimbang dengan apa yang kamu baca seharian niscaya menyamainya; yakni Subhanallah Wabihamdih ‘Adada Khalqih, Wa Ridhaa Nafsih, Wazinata ‘Arsyih, Wamidada Kalimatih. (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan jiwa-Nya, seberat timbangan ‘Arasy-Nya, dan sebanyak jumlah kalimat-kalimat-Nya).” (HR. Muslim).
[8:35PM, 5/30/2015] Dewi: 5. Ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir”

“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” [Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”, maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat – dalam riwayat lain: dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga –

” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah, ad-Daarimi dan al-Hakim dan syaikh al-Albani dalam kitab “Shahihul jaami’

6. Ucapan Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah dan Allaahuakbar.

“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah. Setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

“Maukah engkau aku tunjuki sesuatu yang lebih baik bagimu daripada pembantu rumah tangga tersebut? (Yaitu) engkau bertasbih (mengucapkan Subhanallah) sebelum tidur 33 kali, bertahmid (mengucapkan Alhamdulillah) 33 kali, dan bertakbir (mengucapkan Allahu Akbar) 34 kali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu)
[8:35PM, 5/30/2015] Dewi: 7. Ucapan Radhiitu billaahi rabban wa bil-islaami diinan wa bimuhammadin rasuulan

“Barangsiapa yg mengatakan; Radhiitu billaahi rabban wa bil-islaami diinan wa bimuhammadin rasuulan (Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku & Muhammad sebagai rasul), maka wajib baginya untuk masuk Surga.” (HR. Abu Daud)

8. Membaca surat Al-Mulk

“Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan surat tersebut “al Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (HR. An Nasai dan Al Hakim. Hakim mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih)

9. Dzikir pagi dan sore hari

Dan masih banyak dzikir lain yang dicontohkan Rasulullah  dan dianjurkan untuk membacanya dalam setiap aktivitas mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali.
[8:36PM, 5/30/2015] Dewi: * Adab Berdzikir

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Hendaknya engkau senantiasa membasahi lidahmu dengan dzikrullah.” (HR. Ahmad).

Di dalam berdzikir, seorang muslim dianjurkan untuk melakukannya dengan adab-adab sebagai berikut:
[8:36PM, 5/30/2015] Dewi: 1. Berdzikir dengan suara yang lemah lembut dan penuh kekhusyu’an.

2. Tidak berteriak dan mengeraskan suaranya.
Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Tatkala orang-orang meninggikan suara mereka dalam berdo’a di sebuah perjalanan, maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menegur mereka dengan bersabda: “Wahai manusia, sayangilah diri-diri kalian! Sesungguhnya kalian tidak sedang berdo’a kepada sesuatu yang bisu dan jauh. Akan tetapi Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Dekat, bahkan lebih dekat dengan kalian daripada leher tunggangan kalian.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

3. Jika dzikir yang dilakukan berupa membaca Al-Qur’an maka tidak dibolehkan membacanya dalam keadaan junub, baik membacanya dengan hafalan apalagi membacanya dengan membuka mushaf.

Dari ‘Ali bin Abi Thaalib radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangi jamban untuk membuang hajatnya. Setelah keluar dari jamban, lalu beliau makan daging dan roti bersama kami, dan membaca Al-Qur’an. Tidaklah menghalangi beliau dari membaca Al-Qur’an kecuali ketika beliau dalam keadaan junub.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Shahih).

4. Hendaknya berdzikir dengan penuh keikhlasan hanya mengharap pahala dan balasan dari Allah saja.

5. Hendaklah menghadap ke kiblat.

6. Hendaklah posisi duduk menggambarkan kekhusyu’an dan ketakutan kepada Allah.

7. Tempat yang digunakan berdzikir hendaknya bersih dan sunyi.

8. Lebih afdhal dalam keadaan bersuci.

9. Jika ingin menghitung jumlah bacaan dzikir, maka hendaklah menggunakan jari tangan kanan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada kami (para sahabat wanita),

يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَينَ، عَلَيْكُنَّ بِالتَّهْلِيلِ وَالتَّسْبِيحِ وَالتَّقْدِيسِ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ، وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ

“Wahai para wanita mukminah, kalian harus rajin bertasbih, bertahlil, mensucikan nama Allah. Janganlah kalian lalai, sehingga melupakan rahmat. Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena semua jari itu akan ditanya dan diminta untuk bicara.” (HR. Ahmad , Abu Daud, Turmudzi, dan sanadnya dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani).

 

Adapun jika berada pada suasana diluar masjid dan rumah, maka paling tidak keikhlasan, dan ketundukkan diri pada Allah SWT yang perlu kita perhatikan ketika berdzikir.
[8:39PM, 5/30/2015] Dewi: * Kapan seorang muslim atau muslimah dikatakan sebagai orang-orang yang banyak berdzikir?

Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma berkata ketika menafsirkan laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir, “Maksudnya adalah yang berdzikir setelah selesai shalat, berdzikir pagi dan petang, berdzikir sebelum tidur dan sesudah bangun dari tidur, berdzikir setiap keluar masuk rumah”

Mujaahid rahimahullaah berkata, “Seseorang tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang banyak berdzikir sampai ia berdzikir dalam semua keadaannya baik ketika sedang berdiri, duduk, atau berbaring” (Tafsir Al-Wasiith, Al-Waahidiy Asy-Syaafi’iy, 3/471)

Dengan senantiasa berdzikir (mengingat) Allah niscaya seseorang akan merindukan pertemuan dengan Allah, sebagaimana seseorang yang selalu ingat kekasihnya pasti sangat mendambakan pertemuan dengan kekasihnya yang diingatnya selalu. Adapun mengingat Allah, tentunya akan jauh lebih bermanfaat  bagi kehidupan seorang mukminah di dunia dan akhirat, ketimbang memikirkan seseorang yang belum tentu akan berbuah kebaikan di dunia dan akhirat. Namun yang perlu kita ingat adalah bahwa mengingat Allah bukan berarti kita menafikan untuk mengingat yang lain, akan tetapi menjadikan ingatan kita kepada seseorang/sesuatu membuat kita mengingat Allah sebagai muara cinta dan pengharapan kita.

        Rasulullah SAW mengatakan, “barang siapa yang merindukan pertemuan dengan Allah, maka Allahpun merindukan pertemuan dengan-Nya…
[8:41PM, 5/30/2015] Dewi: Akhwaaty fillah yang dimuliakan Allah,

Demikianlah seharusnya seorang muslimah yang menjadi madrasah ummat ini mengisi waktu disetiap nafasnya dengan dzikrullah di dalam setiap aktivitasnya. Sehingga apa yang menjadi amanah Allah Subhanahu wa ta’alaa kepada dirinya untuk selalu beribadah kepadaNya bisa terimplementasi dengan baik. 

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi pengingat kita bersama. Semoga Allah Subhanahu wa ta’alaa memberi taufiq kepada kita semua.

ﺃﻗﻮﻝ ﻗﻮﻟﻲ ﻫﺬﺍ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻲ و ﻟﻜﻦ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﻔﻌﻨﺎ ﺑﻤﺎ ﻋﻠﻤﺘﻨﺎ و ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﺎ ﻳﻨﻔﻌﻨﺎ ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﺍﻟﻠﻬﻢ و ﺑﺤﻤﺪﻙ أﺷﻬد أن ﻟﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﺃﻧﺖ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮﻙ و ﺃﺗﻮﺏ إليك

Wasalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh

Advertisements

Surat Cinta untuk Suamiku Sayang

Kamu nggak tau betapa beruntungnya aku bersanding denganmu. Dipertemukannya kita benar2 diluar dugaanku, kamu, dan banyak orang. Kita yg sudah satu kelas selama 2 tahun, tak pernah bertegur sapa, saling tatap pun sepertinya tak pernah. Ajaibnya, skarang kita bersanding berjalan bersama, berusaha bersama meraih surga Nya.

Di tahun pernikahan kita yg ketiga ini, ijinkan aku mengungkapkan rasa terima kasih dan kagum pada sosokmu.

Satu yg paling aku kagumi darimu adalah, kamu ringan tangan dalam membantu keluarga dan kerabat. Kamu orang yang aku tau sangat mudah berinfak dan sedekah. Baik kepada aku dan anak anak, kepada orang tua kita, keluarga kita, dan orang2 disekitar lingkungan kita.
Darimu lah aku belajar, bahwa uang tidak untuk disimpan. Uang itu untuk disedekahkan. Kamulah yang meyakinkan ku, bahwa semuanya pasti diganti oleh Allah. Sampai pernah kudengar sebuah perumpamaan, uang yang kita sedekahkan adalah yg sesungguhnya menjadi milik kita, sedangkan uang yang kita tabung adalah milik ahli waris.
Kuingat bagaimana kamu menyampaikan amanah padaku, untuk membuat daftar orang2 mulai dari keluarga terdekat hingga kerabat yang perlu dibantu. Kamu amanahkan kepadaku agar menyisihkan sebagian uang utk dikumpulkan dan dibagikan ke orang2 pada daftar itu pada bulan ramadhan nanti. Bukan hanya pendidikan, impian rumah, kendaraan, dll yg perlu kita rencanakan. Lebih penting dari itu sedekah juga perlu kita rencanakan, kita anggarkan. Jangan sampai kita jd orang yg memikirkan matang2 soal duniawi melalui asuransi, dll. Tetapi kita bersedekah sekedarnya, secukupnya yg ada di kantong baju saat itu

Didirimu lah aku lihat bentuk membantu yg tanpa pamrih. Bagaimana kamu mudah sekali mengeluarkan uang utk membantu temanmu, tanpa pernah memikirkan kapan uang itu akan kembali adalah salah satu bentuk keringananmu dalam membantu.

Kamu juga adalah sosok yg cinta membaca. Kamu senang mengumpulkan buku dan kerap membacanya utk menambah ilmu. Kebanyakan buku soal agama dan parenting. Jujur saja, aku tidak terlalu suka membaca, tapi terlalu banyak bukumu di rumah yg membuat aku penasaran dng isinya. Aku juga ingin menambah kapasitasku sbg seorang muslimah, istri, dan ibu. Darimulah aku belajar utk banyak membaca.

Betapa beruntungnya aku dipertemukan denganmu. Seorang suami yg sayang keluarga, hormat pada orangtua, dan tidak lelah menimba ilmu.

Yang kuat ya sayang.. Jangan lelah membimbing aku dan anak-anak utk meraih surgaNYA. Semoga Allah ta’ala memberkahi keluarga kita.

Kamu pemimpinku, kamu pembimbingku, kamu inspirasiku, kamu lah jalan surgaku, Insya Allah…

Sidoarjo, 27 Mei 2015

Tanya Jawab Sholat dan Riba

〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠

TANYA JAWAB SYARI’AH~TJS
📩057/TJS IHQ🌴/REG~B
📆 Selasa, 12 Mei 2015

💦IHQ 11➰

❓Bagaimana menghadirkan hati khusyu dalam sholat? Bila futur datang kadang sholat seolah jadi penggugur  kewajiban saja…masih ingat hal-hal duniawi ketika sholat.
Apakah ada doa tertentu sebelum sholat untuk kita bisa terjaga dari bisikan syaitan ketika sholat. Syukron.

Dan diterimakah sholat yang tidak khusuk?

🔐Jawab 🔐

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Tips agar sholat bisa khusyu’

↪1. Mulailah dari sebelum berangkat mengambil air wudhu sudah mempersiapkan diri – berniat berwudhu untuk melaksanakan Sholat.

↪2. Sebelum wudhu basuhlah tangan sembari mengucapkan lafadz basamallah ( apabila tempat wudhu tidak bercampur dengan WC – jika kran/tempat wudhu bercampur WC maka tetap lafadzkan basmallah tetapi cukup dalam hati ) seraya mengikrarkan bahwa kita berwudhu untuk menunaikan Sholat dan juga ibadah-ibadah yang lain.

Kemudian lakukan wudhu sebagaimana rukun yang disyariatkan.

↪3. Setelah selesai wudhu ucapkan lafadz yang disunnahkan ketika selesai wudhu , yakni :
“Ashyhadu anlaa ilaaha illaallah wa asyhadu annaa muhammadan ‘abduhu wa rasulluh.”

↪4. Setelah itu ketika keluar kamar mandi, baca doa juga. Jika tempat wudhu jadi satu dengan toilet.

📃 Doa sebelum masuk kamar mandi :
Allahumma inni na’uudzubika minal khubutsi wal khobaa-ist.

📃Sedangkan doa keluar kamar mandi : Ghufroonaka…

↪5. Mulai melaksanakan Sholat.
Pada saat TAKBIROTUL IKHROM, fokuskan hati pada satu titik yakni pusat pikiran tertuju hanya kepada ALLAH
🔸BAYANGKAN dan YAKINI sejenak Keberadaan ALLAH subhanahu wa ta’alaa…

➿Bahwa ALLAH adalah Satu adanya, Dan dia adalah yang MENCIPTAKAN kita,
Dia yang menggenggam rizki , kesehatan dan kebahagiaan bahkan hidup dan mati kita.

🔸Ikrarkan dalam hati kita bahwa kita hendak menyembah Dia karena kita sangat mencintaiNya.
Karena kita sangat membutuhkan pertolonganNya. Dan karena kita sangat takut terhadap adzabNya.

↪6. Kemudian ucapkan lafadz bacaan-bacaan yang ada didalam Sholat dengan khusyu’ (menghadirkan hati)
Walaupun kadang kita tidak tahu artinya tetapi berusahalah untuk membacanya dengan tartil. Perlahan dan merasa ALLAH sedang  mengamati gerakan dan ucapan-ucapan kita dengan seksama.

↪7. Lakukan setiap gerakan sholat dengan perlahan dan sopan.
Tahan setiap gerakan demi gerakan, maksudnya beri jeda dalam beberapa detik ketika akan melakukan perubahan dalam setiap gerakan berikutnya, agar kita bisa tenang dan hikmat dalam setiap posisi, dan Inilah yang disebut tuma’ninah.

↪8. Jangan lupa banyak melakukan istighfar dan mohon agar Sholat kita yang barusan kita lakukan diterima ALLAH ta’alaa.

↪9.  Lakukan hal-hal diatas dengan tekun dan mengharap pertolongan ALLAH ta’ala dan lakukan latihan secara terus menerus.
Karena bisa jadi khusyu’ itu tidak bisa serta merta terjadi. Sungguh penuh perjuangan, latihan dan keihlasan yang tinggi serta ilmu yang memadahi.

➿Adapun mengenai Pertanyaan bagaimana tentang keadaan sholat yang tidak khusyu’ , apakah ditrima atau tidak oleh ALLAH ..

Waallahu a’lam Bishowwab.

🔸Hanya ALLAH yang berhak menentukan dan juga sekaligus yang mengetahui diterima atau tidaknya Sholat seseorang. Bahkan Malaikat pencatatnya pun hanya bertugas mencatatnya, tetapi mereka tidak mengetahui apakah amalan sholat seseorang itu diterima atau tidak oleh ALLAH ta’alaa.

➿Oleh karena itu setiap diri harus terus meningkatkan kwalitas Shalatnya wa bil khusus dalam hal kekhusyuk’annya.
Karena Sholat berarti melakukan komunikasi dengan ALLAH,, kita harus menyiapkan Ruh kita dengan sebersih mungkin, dan konsentrasi penuh seolah diri kita melihat ALLAH atau setidaknya kita sadar bahwa ALLAH melihat dan memperhatikan setiap ucapan dan gerakan kita ketika Sholat.

🔸Jika hal ini terjadi maka InsyaALLAH kita bisa optimis ALLAH akan menerima sholat kita.

➿ Selain itu, selayaknya setelah selesai mengerjakan sholat kita segera memgucapkan istighfar tiga kali yang tulus dan memohon agar sholat kita diterima oleh ALLAH.

[Bunda Endria🌴]

〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠

🔺IHQ 12🔻

❓Saya  sebagai guru SD di sekolah ada tabungan anak-anak setiap tahun ajaran baru,, dan dibagikan ke anak-anak dengan potongan 8%, bagaimana hukumnya menurut syariat?
❓Apakah itu termasuk riba? Jazakillah atas jawabannya.

🔐Jawab 🔐

🔺Tabungan tersebut adalah pendidikan. Sementara uang anak-anak dipotong untuk administratif.

🔹Kata riba berasal dari bahasa Arab yang artinya secara bahasa adalah tambahan (ziyâdah). Sedangkan menurut arti istilah, para Ulama fikih menyebutkan tiga arti untuk riba yaitu :
↪ pertama : Riba qardh, atau yang juga disebut riba nasi`ah.
↪ yang kedua dan ketiga adalah riba yang terjadi pada akad jual beli, yaitu riba fadhl dan riba nasa`. selanjutnya akan kami jelaskan satu persatu yaitu :
🔸 Riba qardh adalah : tambahan yang disyaratkan ketika pengembalian pinjaman, yang disesuaikan dengan besar dan lama waktu pinjaman, atau yang sekarang lebih dikenal dengan bunga (fâidah).
🔸 Riba fadhl, yaitu tambahan yang ada ketika pertukaran barang-barang ribawi yang sejenis, seperti menukar satu gram emas dengan dua gram emas.
🔸 Riba nasa`, yaitu riba yang terjadi pada pertukaran dua barang ribawi sejenis yang mana salah satu atau keduanya ditangguhkan pembayarannya, atau tidak dibayar tunai ketika akad berlangsung.

[Ustadz Dudi]

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠

🌷IHQ 14🌷

❓Jika kita ingin menggunakan fasilitas KPR dan kartu kredit serta asuransi apakah dibolehkan. Syukron.

🔐Jawab 🔐

Asalkan dengan akad Syariah boleh.
💟👉KPR syariah adalah akad murabahah (jual beli dengan cicilan)

💟👉Kartu kredit : hiwalah (pemindahan utang), kafalah (penjaminan)

💟👉Asuransi Syariah: akad taawun (tolong menolong)

[Ustadz Dudi]

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Tim Assatidz IHQ🌴

〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠〰🌠

Shalat dengan Ihsan

[7:56PM, 5/9/2015] Meyra: Akhwaaty fillah yang dirahmati Allah,
Bagaimana kabar akhwat sekalian? Semoga dalam kondisi keimanan yang terus bertambah ya..
Di kesempatan ini, saya diberi amanah untuk menyampaikan materi perihal shalat. Semoga menjadi pengingat yang bermanfaat bagi diri saya pribadi dan akhwat sekalian .

Sebelumnya, saya ingin mengajak akhwaat sekalian untuk merenung. Bertanya kepada diri kita masing-masing.
🍁Sudahkah shalat yang kita lakukan sampai saat ini menjadi kebutuhan kita, yang tidak hanya sekedar penggugur kewajiban? 🍁Sudahkah shalat yang kita lakukan terasa nikmat dan menjadi penghilang kepenatan dan kesedihan kita? 🍁Sudahkah shalat yang kita kerjakan membuat kita lebih tenang dan segar dari sebelum kita mendirikannya? 🍁Sudahkah kita menyukai berlama-lama berdiri ketika shalat, ataukah kita lebih suka sebentar saja? 🍁Sudahkah shalat yang kita lakukan dapat menghalangi kita dari perbuatan atau akhlak buruk kita?
🍁Sudahkah diri kita merasa bersalah ketika kita menunda-nunda shalat ? ataukah hal itu menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja?
🍁Atau bahkan meninggalkannyapun tidak membuat kita resah?

Silahkan menjawab pertanyaan ini masing-masing.
[7:58PM, 5/9/2015] Meyra: Jika sebagian besar pertanyaan diatas jawabannya adalah sudah, maka bersyukurlah kepada Allah atas karunia berharga itu. Dan semoga Allah beri keistiqomahan dalam mendirikannya. Jika jawaban kita sebagian besarnya masih belum, marilah kita berkaca. Bagaimanakah seharusnya seorang muslimah mengerjakan shalat dengan ihsan. Semoga setelah kajian kali ini, kita dapat berusaha meningkatkan semangat dan kualitas shalat kita selanjutnya sampai ajal menjemput kita. Aamiin.
Akhwaaty yang dimuliakan Allah,
Betapa banyak kenikmatan yang telah Allah Subhaanahu wa ta’ala berikan kepada kita. Sampai kita sendiri tidak sanggup menghitungnya karena saking banyaknya. Namun terkadang kita sebagai manusia, sering terlupa atau bahkan sengaja melupakan bahwa kenikmatan yang telah kita dapatkan itu pada hakikatnya adalah pemberian dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan bahkan kita malah sibuk mengurusi kenikmatan tersebut serta lalai dari berterimakasih dan menunaikan hak Sang Pemberi nikmat itu. Semoga kita disini tidak seperti itu.

Akhwaaty yang dikasihi Allah,
Sholat merupakah salah satu ibadah yang diperintahkan Allah Subhaanahu wa ta’ala kepada kita sebagai rasa syukur kita kepada-Nya atas anugerah nikmat yang telah diberikan-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa ta’ala dalam QS. Al-Kautsar : 1-2 yang berbunyi :
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.“
[8:00PM, 5/9/2015] Meyra: Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ayat tersebut maksudnya adalah “Sebagaimana Kami telah memberimu kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat. Diantaranya adalah sungai Al-Kautsar yang sifatnya dijelaskan dalam hadist. Oleh karena itu, tulus ikhlaslah dalam menjalankan shalat wajib dan sunnahmu serta dalam berkurban hanya untuk Rabb-mu. Ibadahilah Dia semata yang tiada sekutu bagi-Nya dan berkurbanlah dengan menyebut Nama-Nya semata yang tiada sekutu bagi-Nya.“
[8:03PM, 5/9/2015] Meyra: Keutamaan shalat
Akhawaaty fillah yang dirahmati Allah,
Betapa banyak dalil yang menunjukkan perintah dan keutamaan shalat 5 waktu, diantaranya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللهُ عَلَى الْعِبَـادِ، مَنْ أَتَى بِهِنَّ لَمْ يُضِيْعَ مِنْهُنَّ شَيْئًا اِسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ كَـانَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدٌ، إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ.
‘Lima shalat diwajibkan Allah atas para hamba. Barangsiapa mengerjakannya dan tidak menyia-nyiakannya sedikit pun karena menganggap enteng, maka dia memiliki perjanjian dengan Allah untuk memasukkannya ke Surga. Dan barangsiapa tidak mengerjakannya, maka dia tidak memiliki perjanjian dengan Allah. Jika Dia berkehendak, maka Dia mengadzabnya. Atau jika Dia berkehendak, maka Dia mengampuninya.’”(Shahiih Sunan Ibnu Majah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »

“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan masih banyak lagi hadits tentang keutamaan sholat.
[8:05PM, 5/9/2015] Meyra: Subhanallah… Betapa besar keutamaan shalat wajib yang kita kerjakan. Bahkan ibadah tersebut menjadi salah satu pengantar seorang wanita untuk masuk surga dari pintu mana saja yang dia mau berdasarkan hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 
[8:06PM, 5/9/2015] Meyra: 🎀Kedudukan Shalat
1. Shalat adalah tiang agama
Kedudukan shalat lima waktu dalam agama ini adalah ibarat tiang penopang dari suatu bangunan. Tiang penopang yang dimaksud di sini adalah tiang utama. Artinya jika tiang utama ini roboh, maka tentu suatu bangunan akan roboh.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ
“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
2. Shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab. Amalan seseorang bisa dinilai baik buruknya dinilai dari shalatnya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
” إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ ” .
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala  mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”
Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud, Ahmad, Hakim, Baihaqi,. Al Hakim)
[8:07PM, 5/9/2015] Meyra: 3. Perkara terakhir yang hilang dari manusia adalah shalat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَوَّلُ مَا يَرْفَعُ مِنَ النَّاسِ الأَمَانَةُ وَ آخِرُ مَا يَبْقَى مِنْ دِيْنِهِمْ الصَّلاَةُ
“Yang pertama kali diangkat dari diri seseorang adalah amanat dan yang terakhir tersisa adalah shalat.” (HR. Al Hakim dan At Tirmidzi)

4. Pembatas antara seseorang dengan kekafiran
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

Mengingat betapa pentingnya kedudukan shalat dalam agama Islam, maka hendaklah seorang mukminah memperhatikan shalat yang dilakukannya. Tidak menyia-nyiakan waktu yang telah ditetapkan Allah SWT. Menaruh perhatian yang tinggi sebelum dan ketika pelaksanaan shalat. serta khusyu’dalam menegakkannya.

Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.“

Imam Ahmad –rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa,

“Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah!

Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.“
[8:09PM, 5/9/2015] Meyra: Betapa tinggi perhatian Islam terhadap penegakkan shalat ini, sampai-sampai terdapat ayat dan hadist khusus yang menyeru kita sebagai orang tua untuk memerintahkan anak kita sejak usia 7 tahun dan diperbolehkan untuk memukulnya –dengan pukulan mendidik yang tidak menyakiti- pada usia 10 tahun jika enggan melaksanakannya.
Diantaranya firman Allah ta’ala :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132).

Dan hadist yang berbunyi :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ
“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka“. (HR. Abu Daud)

Celaan dan ancaman bagi yang lalai shalat
Melalaikan atau bahkan meninggalkan shalat merupakan perbuatan yang mengundang azab Allah Azza wa jalla sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran :

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisa’: 142).

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan (al ghoyya), kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam : 59-60)

Para ulama berbeda pendapat sehubungan dengan pengertian menyia-nyiakan salat dalam ayat ini. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan salat ialah meninggalkannya sama sekali, yakni tidak pernah mengerjakannya sama sekali. Dan ada yang berpendapat bahwa Makna yang dimaksud ialah sesungguhnya mereka hanya menyia-nyiakan waktu-waktu salat; karena seandainya mereka menyia-nyiakan salat (meninggalkan shalat), tentulah perbuatan itu merupakan perbuatan orang kafir. (Tafsir Ibnu Katsir)

Dan yang dimaksud dengan gayyan dalam ayat diatas ialah kerugian. Sedangkan menurut Qatadah yang dimaksud gayyan ialah keburukan.
Dan menurut Abdullah bin Mas’ud, Gayyan adalah nama sebuah lembah di dalam neraka Jahanam, Letaknya sangat dalam dan baunya sangat busuk.
[8:10PM, 5/9/2015] Meyra: Firman Allah Subhaanahu wa ta’ala dalam QS. Al-Ma’un : 4-5
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ 
Diantara bentuk melalaikan shalat dalam ayat tersebut sebagaimana terdapat dalam tafsir Ibnu Katsir adalah :

1. Melalaikan shalat dengan tidak melaksanakannya sama sekali. Ini adalah shalatnya kaum munafik yang mana ketika mereka berada bersama kaum muslimin mereka melaksanakan shalat, tetapi ketika mereka sendirian, mereka tidak melakukannya. Ini adalah pendapatnya Abdullah bin Abbas radhiallaahu’anhu.

2. Melalaikan shalat dengan tidak melaksanakannya sampai habis waktu shalat yang telah ditetapkan oleh syariat. Ini adalah pendapatnya Masruq dan Abu Adh Dhuha.

3. Melalaikan shalat dengan tidak melaksanakannya di awal waktu. Dia selalu atau sangat sering menunda melaksanakan shalat hingga di akhir waktu.

4. Melalaikan shalat dengan cara tidak menyempurnkan rukun-rukun dan syarat-syarat shalat yang telah diatur dalam syariat.
[8:15PM, 5/9/2015] Meyra: 5. Melalaikan shalat dengan tidak melaksanakannya dengan khusyu’ dan tidak memahami serta merenungkan makna dzikir dan bacaan shalat yang dilakukannya.
Marilah kita bertaubat dan memperbanyak istighfar jika kita masih termasuk dalam salah satu kategori ini. Semoga Allah Subhaanahu wa ta’ala menerima taubat kita…
Bagaimana menjadikan shalat kita lebih bermakna dan membuahkan hasil sebagaimana tujuan pelaksanaan shalat?

Sholat yang benar akan menghasilkan pengaruh yang baik untuk tubuh kita dan berbuah akhlak yang baik.
[8:16PM, 5/9/2015] Meyra: 📌Telah ada pemeriksaan otak berkaitan dengan pelaksanaan shalat dan pengaruhnya terhadap otak orang yang mengerjakan shalat. Dimana dilakukan City scan pada otak sebelum dan sesudah melaksanakan shalat. Shalat yang pertama dilaksanakan tanpa kekhusyu’an. Ketika pelaksanaan shalat, ia sambil memikirkan hal-hal lain di luar shalat yang sifatnya keduniaan.
📌 Lalu diperiksa kembali keadaan otaknya.
📌 Dan hasilnya, keadaan otak sebelum dan sesudahnya tidak menunjukkan perubahan. Lalu pada pemeriksaan selanjutnya, ia berusaha melaksanakan shalat dengan penuh kekhusyu’an dan konsentrasi.
📌Kemudian diperiksa kembali keadaan otak setelah itu. Dan ternyata, ada perubahan dalam otak ketika orang tersebut melaksanakan shalat dengan khusyu’. Dan perubahan ini memberi dampak yang positif sekali, berupa rasa kasih sayang, otak yang fresh, ketenangan dan ketundukan serta energi yang bertambah.

Hal itu merupakan pengaruh dari bacaan yang dibaca ketika shalat. Pemeriksaan ini telah dilakukan dan dapat disimak di http://www.youtube.com/watch?v=T4s1j6H3rz8

📌 Fakta ini merupakan satu bukti bahwa ketika kita melaksanakan shalat sebagaimana yang seharusnya, niscaya kita akan mendapatkan banyak manfaat yang kembali kepada diri kita sendiri. Baik untuk jasad dan rohani kita. Ataupun untuk kehidupan dunia dan akhirat kita
[8:17PM, 5/9/2015] Meyra: 🌹Akhwaaty fillah yang dikasihi Allah,
Selain manfaat pribadi yang akan kita peroleh dengan shalat, ternyata shalat yang benar dapat membuahkan akhlak yang baik yang akan mencegah seseorang dari perbuatan keji yang meresahkan masyarakat.

Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa ta’ala
اتْلُ مَآ اُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَي عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS.Al-Ankabut : 45)

Jika kita sudah rajin melaksanakan shalat, namun akhlak kita masih buruk dan masih suka membuat keresahan dalam masyarakat, maka berkacalah. Apakah shalat yang dilaksanakan sudah benar dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Lalu, marilah kita perbaiki shalat kita yang merupakan hubungan langsung kita kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala, Sang Pencipta kita. Jika hubungan kita baik kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala, niscaya hubungan kita dengan manusia akan baik juga.

Akhwaaty yang dimuliakan Allah,
Shalat itu adalah zakat waktu untuk Allah Subhaanahu wa ta’ala. Sedangkan sodaqoh (zakat mal) adalah zakat harta untuk Allah Subhaanahu wa ta’ala. Jumlahnya 2,5 %. Sehingga jika seseorang ingin menunaikan hak Allah Subhaanahu wa ta’ala dengan baik, maka setidaknya dia menyiapkan minimal 2,5% dari 24 jam waktunya untuk Allah Subhaanahu wa ta’ala dengan menunaikan shalat.
Yang berarti waktu minimalnya adalah 36 menit dalam sehari. Karena sehari ada 17 rakaat, maka minimal sekitar 2 menit per rakaat waktu yang di perlukan seseorang untuk dapat menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya. Rukuk dengan tuma’ninah, sujud dengan tuma’ninah dan disertai kekhusyuán.  Maka waktu minimal yang diperlukan seseorang untuk shalat dzuhur  adalah 8 menit. Itulah hak Allah Subhaanahu wa ta’ala atas makhluk-Nya. Maka hendaklah kita menegakkannya dengan sebaik-baiknya.
[8:18PM, 5/9/2015] Meyra: 🎀Berikut ini adalah Tips khusyu dalam shalat :

1. Jika kita ingin khusyu’ dalam beribadah, yang perlu kita camkan adalah kita sedang berhadapan dengan Pencipta kita yang  Agung. Kita sedang mencari perhatian, rahmat dan ridha-Nya. Maka, hendaklah kita bersungguh-sungguh dan penuh perhatian di hadapan-Nya.  Jika kita berhadapan dengan orang yang kita segani, kita kagumi dan kita harapkan bantuan atau perhatiannya saja, kita bisa konsen dan perhatian di hadapannya. Maka, apalagi jika kita berhadapan dengan Zat tempat segala makhluk bergantung. Dengan kita memahami dan menyadari akan agungnya Zat yang kita hadapi, kita akan bermujaahadah untuk khusyu’ menghadirkan hati kita dan tunduk di hadapan Allah, Zat yg kita harapkan ridha-Nya. Yakini bahwa Allah Subhaanahu wa ta’ala sedang melihat kita ketika kita shalat dan mendengar permohonan yang kita minta. Itulah Ihsan. Kita beribadah, seolah-olah kita melihat Allah karena kita yakin bahwa Allah melihat kita.
[8:19PM, 5/9/2015] Meyra: 🔷2. Pahami keutamaan & pentingnya shalat yang kita lakukan.
🔷3. Pahami makna dan tadabburi ayat/dzikir yang kita baca. 
🔷4. Bacalah ayat/dzikir dengan tartil (perlahan). Sehingga ketika kita membacanya, kita dapat meresapi dan merenungi apa yang kita baca.
🔷5. Berlindung diri kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’ala dari godaan syaithan. Dan berusaha sekuat tenaga untuk melawannya. Karena syaithan selalu berusaha mencari celah agar kita lalai dari mengingat dan mendekatkan diri kepada ALLAH Subhaanahu wa ta’ala. CAMKAN BAHWA SYAITHAN ADALAH MUSUH NYATA BAGI MANUSIA BERIMAN. Usaha syaithan tersebut bisa berupa was-was, membuat kita memikirkan hal-hal diluar shalat seperti memikirkan barang yang hilang, pekerjaan kita yang belum selesai, dan sebagainya.
[8:21PM, 5/9/2015] Meyra: 🔷6. Menjauhi segala hal yang mengganggu kekhusyuan ibadah kita, seperti menahan buang air, menahan kantuk, hidangan makanan yang menggiurkan di hadapan kita, dan sebagainya.
🔷7. Memahami pentingnya khusyu’ dalam beribadah & kerugiannya jika kita tidak khusyu’.
🔷8. Lakukan persiapan yang optimal sebelum shalat. Luruskan niat kita hanya untuk Allah Subhaanahu wa ta’ala semata.
🔷9. Tuntutlah ilmu agama yang hukumnya wajib kita pahami sebagai seorang muslim. Seperti Ilmu mengenal Allah Subhaanahu wa ta’ala, halal & haram, fikih shalat, dan lain-lain.
🔷10. Berdoa kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala agar dikaruniakan hati yang khusyu’.  Diantara doa tersebut :

أَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَ مِنْ دُعَاءٍ لاَيُسْمَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ هَؤُلاَءِ الْأَرْبَعِ. (رواه الترمذى)
Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, do’a yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah puas, dan ilmu yang tidak bermanfaat. (HR. At-Tirmidzi)

🔷11. Jadikahlah shalat yang kita dirikan seakan-akan merupakan shalat terakhir kita di dunia ini.😭😭
Ingatlah kematian dan yakinlah bahwa kelak kita akan berjumpa dengan Rabb kita.
[8:23PM, 5/9/2015] Meyra: Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat. Dan semoga Allah Subhanahu wa ta’alaa memberi taufiq kepada kita dan keluarga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang menegakkan shalat.

ربنا اجعلنا مقيمي الصلاة ومن ذريا تنا ربنا وتقبل دعاء نا
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami dan anak cucu kami orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doa kami.

ﺃﻗﻮﻝ ﻗﻮﻟﻲ ﻫﺬﺍ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻲ و ﻟﻜﻦ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﻔﻌﻨﺎ ﺑﻤﺎ ﻋﻠﻤﺘﻨﺎ و ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﺎ ﻳﻨﻔﻌﻨﺎ ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﺍﻟﻠﻬﻢ و ﺑﺤﻤﺪﻙ أﺷﻬد أن ﻟﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﺃﻧﺖ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮﻙ و ﺃﺗﻮﺏ إليك

Wasalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh
Al-Faqiirah ilaa ridho rabbiha

🌹Afifatun Nisa

Hidup ini terlalu singkat

Hidup ini terlalu singkat untuk melakukan semua hal yang ingin kau lakukan, untuk semua yang ingin kau katakan, untuk semua tempat yang ingin kau datangi. Habiskan hidup ini untuk mencari keridhoan Allah. Dan kau akan memiliki keabadian untuk melakukan semua yang kau ingin lakukan di SYURGANYA kelak. Insya Allah.

-Sheikh Abdulnary Yahya

Kita Mengetahui, Tapi Sayang, Kita Tidak Mengamalkan

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengisahkan: “Seorang anak perempuan meninggal karena Thoun, kemudian ayahnya melihatnya di dalam mimpi, maka ayahnya berkata kepadanya: “Wahai anakku kabarkan kepadaku tentang akhirat!”

Anak perempuan itu menjawab: “Kami telah melewati perkara yang sangat besar, dan sesungguhnya kita telah mengetahui, tapi kita tidak mengamalkannya. Demi Allah, sesungguhnya satu ucapan tasbih atau satu rakaat sholat yang tertulis dalam lembaran amalku lebih aku sukai daripada dunia dan seluruh isinya”..

Berkata Ibnul Qayyim: “Anak perempuan itu telah mengatakan perkataan yang dalam maknanya (sesungguhnya kami mengetahui, tapi kita tidak mengamalkan), akan tetapi banyak diantara kita yang tidak memahami maknanya..”

Kita mengetahui, bahwa ucapan سبحان الله وبحمده Subhanallahi wa bihamdihi sebanyak 100 kali  akan  menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang.. Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun..

Kita mengetahui, bahwa pahala  dua rakaat Dhuha setara  dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang.. Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha…

Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api  neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya.. Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu..

Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur.  Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang janda pun..

Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al Qur’an dalam jadwal harian kita…

Kita mengetahui, bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang,  kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya..

Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam..

Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu..

Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggal mendahului kita, tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau  dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka..

Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.. Semoga kita segera merubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi..

Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita di dunia..

Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata, kaki, dan tangan kita yang menjadi saksi..

Dan pada  hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, teman-teman dan anaknya, karena  pada hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing-masing..