Jangan menunda taubat

[8:03PM, 4/4/2015] Meyra: Malam ini sy mendapatkan amanah untuk membawakan materi bunda Endria yg berhalangan hadir ditengah2 kita.

Materi ini berjudul ” JANGAN MENUNDA TAUBAT”
[8:04PM, 4/4/2015] Meyra: Mungkin diantara bunda ada yang masih ingat saya sudah pernah menyampaikan materi tentang Taubat. Mengingat begitu pentingnya kita segera melakukan Taubat, maka pada kesempatan hari ini saya ingin kembali menyampaikan materi yang terkait dengan Taubat. 

Sehingga harapan saya, bisa mengantarkan diri saya dan bunda sekalian untuk segera melaksanakan Taubat, – tidak menunda-nundanya. 
[8:05PM, 4/4/2015] Meyra: Karena menunda-nunda Taubat adalah termasuk perbuatan mendzalimi diri sendiri. Bahkan bisa sampai pada menjerumuskan diri ke jurang api neraka jika tidak dilaksanakan sebelum ajal menjemputnya. 

Sedangkan tidak ada 1 manusia pun yang mengetahui sampai umur berapa ajalnya tiba dan sedang melakukan apa dia ketika ajal itu datang.

TAUBAT juga merupakan ibadah yang menyebabkan turunnya cinta Allah kepada diri kita. 
[8:05PM, 4/4/2015] Meyra: Sebelum kita membahas tentang Taubat, ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu macam-macam dosa yang karenanya mengapa kita harus bertaubat. 
Dengan mengenali  jenis-jenis dosa insyaAllah kita akan lebih mudah  menggerakkan niat untuk segera bertaubat. 

Berbeda dengan orang yang tidak mengenal macam-macam perbuatan yang termasuk dosa, maka dia tidak akan pernah menyesal dan juga tidak merasa perlu untuk segera bertaubat, sehingga dosa-dosa akan tetap menumpuk. 
Dan orang yang seperti ini biasanya sulit untuk kembali, karena ya itu tadi, dia tidak merasa telah melakukan dosa. 
Kondisi inilah yang harus kita hindarkan setelah kita mengkaji materi ini.
[8:06PM, 4/4/2015] Meyra: 🌾 Penjelasan tentang macam-macam dari Sifat Dosa.

Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia itu memiliki sifat yang bermacam-macam. Tetapi kita akan membatasi pada pembahasan terkait sifat-sifat manusia yang membangkitkan dosa , yakni ada 4 macam :
[8:07PM, 4/4/2015] Meyra: 1. Sifat yang menyamai dirinya dengan sifat-sifat Allah dimana sifat tersebut seharusnya adalah bagi Allah semata. 
Contoh : Sifat Takabur, Sifat Membanggakan diri, mencari Popularitas ( keagungan ) dihadapan manusia, dll. Ini adalah termasuk dosa-dosa yang merusak, sekalipun banyak orang yang melalaikannya dan menganggap bahwa hal tersebut bukanlah suatu dosa.

2. Sifat yang mengadopsi dari sifat syetan.
Dari sifat inilah timbulnya kebencian, kesewenang-wenangan, menipu, berdusta, kemunafikan, kufur, menyuruh kepada kerusakan dll.
[8:08PM, 4/4/2015] Meyra: 3. Sifat kebinatangan.
Dari sifat ini muncul sifat kejahatan, keinginan memenuhi nafsu baik nafsu perut dan nafsu kemaluan ( syahwat ) – zina dan perbuatan penyimpangan sexual ( seperti : lesbian, homo sexual ) , kemudian perbuatan gemar mencuri, bertindak kejam untuk memuaskan nafsu dll.

4. Sifat kebuasan.
Dari sifat ini muncul sifat pemarah, pendengki, menyeranng orang lain baik secara fisik maupun menyakiti hati, memukul, membunuh, merampas harta orang lain dll.
Dari sifat-sifat keji diatas masing-masing berada di dalam diri manusia melalui proses dan tahapan. Sifat kebinatangan biasanya menjadi sumber awal dari sifat-sifat yang lain. Jadi setelah sifat kebinatangan muncul dan tumbuh subur didalam diri manusia tanpa ada penanggulangannya maka sifat ini akan berkembang pada sifat kesetanan. 

Dan jika 2 sifat tersebut ( sifat kebinatangan dan sifat kesetanan ) terhimpun didalam diri manusia, maka siafat lain yang akan menyeret dirinya pada kejahatan sifat ketuhanan.
[8:09PM, 4/4/2015] Meyra: Hal-hal diatas adalah sifat-sifat yang menjadi sumber DOSA.
Perhatikan, jika sifat-sifat ini berkembang pada diri seseorang maka efek nyatanya sifat tersebut akan memancar pada tampilan fisik dan juga prilakunya. Sebagian diantaranya ada yang mendekam didalam hati, seperti: pemikiran bid’ah, kemunafiqan, memendam niat kejahatan, pendendam, dan sebagian lainnya ada di mata, sebagian lain ditelinga, di lidah, diperut dan dikemaliuan serta ditangan dan di kaki sebagian juga bisa berada di bagian lain dari anggota badan.
[8:10PM, 4/4/2015] Meyra: Unsur-unsur Taubat

Setelah kita memahami macam-macam sifat dosa, maka berikut ini saya akan mengajak seluruh Jama’ah Majelis Ilmu ini untuk memahami apa unsur-unsur yang ada didalam pengertian Taubat. 

Secara singkat pengertian yang mudah dari Taubat adalah suatu Amal Sholih yang harus mengandung 3 unsur utama didalamnya, yakni : 
Ilmu , Penyesalan dan ‘Amal.
[8:13PM, 4/4/2015] Meyra: ILMU
Dengan kita menambah ilmu agama, maka kita akan semakin tahu bahwa ternyata banyak hal yang telah kita langgar selama ini baik tahu atau tidak dan sadar atau tidak. 
Sekali lagi perhatikan baik-baik. 

Dengan ilmu kita akan mengetahui munculnya dosa-dosa dari setiap tingkah laku kita, terkait dengan hal apa saja, jika muncul dosa maka sensor perasaan kita akan peka dan segera dapat mendeteksi bahwa kita telah atau sedang berdosa. 

Oleh karena itu harus difahami bahwa Ilmu itu merupakan unsur yang sangat penting dalam hal Taubat. 
Tanpa ilmu seseorang pendosa besar pun juga tak akan mampu menemukan bahwa dirinya sejatinya seorang pendosa. 
Dan dengan ilmu pula seseorang akan sadar bahwa dosa kecilpun akan bisa menjadi penyebab terhijabnya antara dirinya dan Allah Subhanahu wa ta’alaa. 

Dan ini tentu akan berpotensi menimbulkan kegelisahan diri. Semakin berilmu seseorang, maka dosa kecilpun akan mengakibatkan kegeliasahan yang luar biasa baginya. 

Demikian pula sebaliknya jika bagi orang yang tidak berilmu maka dosa besar yang ada pada dirinya tak akan berefek pada stabilitas dirinya terkait penjagaan hubungannya yang harmonis antara dirinya dengan Allah ta’alaa.
[8:22PM, 4/4/2015] Meyra: 🍃 PENYESALAN
Setelah seseorang itu memiliki ilmu maka akan terjadi proses introspeksi didalam dirinya secara terus menerus, dan hati mulai bekerja untuk segera menemukan jalan dan langkah penyelamatan dari situasi penyesalan yang sangat membuat dirinya tidak nyaman. 
Kondisi Penyesalan ini mutlak ada di dalam diri seseorang yang benar-benar ingin bertaubat. 
Jika tidak ada rasa penyesalan pada dirinya, maka mustahil jika seseorang benar-benar ingin bartaubat.
[8:24PM, 4/4/2015] Meyra: 🍃 ‘AMAL
Bunda… Taubat sering diartikan sebagai suatu penyesalan, selanjutnya buah dari penyesalan itu adalan meninggalkan apa yang membuatnya menyesal itu dan kemudian bergegas untuk membersihkannya, yakni dengan mengganti hal-hal yang tidak membuatnya menyesal dan gelisah. Yakni perbuatan-perbuatan atau ama-amal yang kita yakini adalah amal sholih yang dituntunkan oleh Agama yang dapat membawa ketentraman pada dirinya dan mendatangkan cinta Allah subhanahu wa ta’alaa.

Setelah kita mengetahui unsur-unsur Taubat maka agar amal sholih Taubat kita menjadi bernilai amal sholih yang tinggi nilainya, maka kita perlu membekali diri dengan dasar-dasar dalil bahwa Taubat ini adalah pertintah Allah ta’alaa. 

Seperti disebutkan dalam Firman Allahu ta’alaa dalam surat An Nuur  : 31

💢💢💢💢

“Dan bertaubatlah kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” 
“Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh (nashuha), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahan kamu dan memesaukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.” 

Demikian juga di Surat At Tahrim : 8
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
[8:27PM, 4/4/2015] Meyra: Bunda…rohimakumullah
Jika kita perhatikan ayat diatas bahwa ternyata Allah ta’alaa menyeru Taubat itu kepada orang yang beriman, artinya kepada orang yang sudah berislam kemudian beriman. 

Hal ini sekaligus mengisyaratkan bahwa kita yang insya Allah termasuk orang-orang yang sudah beriman inilah yang diperintahkan secara khusus oleh Allah untuk tetap terus melalukan Taubat kepadaNya, dan tentu secara umum perintah ini juga meliputi bagi semua makhluk Allah yang mukallaf.

Jadi kurang tepat jika kita menganggap orang-orang yang perlu bertaubat adalah orang-orang pelaku dosa saja. Karena ternyata justru orang-orang yang sudah beriman pun diperintahkan untuk segera bertaubat. Sehingga Allah punya alasan untuk menutupi kesalahan-kesalahannya. 
Sebagai Qudwah saja Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam dalam sehari beliau bertaubat tidak kurang dari 70 kali. 

Bagaimana dengan kita ??

Subhanallah ini adalah bukti besarnya cinta Allah kepada kita orang-orang yang beriman.
[8:31PM, 4/4/2015] Meyra: Dan untuk mencapai kesempurnaan Taubat itu sendiri kita sebagai orang yang beriman harus terus menerus melakukannya secara kontinyu sampai akhir hayat. 

Satu hal lagi yang kita harus selalu ingat adalah bahwa diri kita ini adalah manusia yang sangat lemah dan penuh noda dosa, sehingga Taubat merupakan kebutuhan vital bagi diri kita agar kita kelak benar-benar mendapati timbangan amal kebaikan kita lebih berat dari dosa kita. 

Oleh karena itu kita harus sadar setelah melakukan taubatan nashuha maka kita harus rajin mengejar amal-amal sholih sebanyak-banyaknya dengan semangat yang tidak terputus-putus.
Dalam Al Qur’an Allah ta’alaa berfirman didalam Al Qur’anul Kariim di Surat Huud : 114

💢💢💢💢

“…. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapus (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” 
[8:31PM, 4/4/2015] Meyra: Baik bunda…
Sebelum kita mengakhiri kajian ini, saya ingin menyampaikan diantara cara-cara bertaubat.

✏Pertama,
Bertaubat haruslah diawali dengan niat kita melakukannya karena ingin mendapat ampunan Allah ta’alaa.

✏Kedua,
Menyesali perbuatan-perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.
Meninggalkan perbuatan buruk itu dan juga segala perbuatan-perbuatan maksiat yang lain. 
Melakukan segala perbuatan-perbuatan baik yang berlawanan dengan perbuatan maksiat.

✏Ketiga,
Meninggalkan alat atau orang (komunitas) yang telah menjadi penyebab munculnya keinginan untuk melakukan kembali kemaksiatan yang sudah kita taubatkan itu.
[8:33PM, 4/4/2015] Meyra: ✏Keempat,
Sabar dalam menjalani segala ujian selama melakukan proses Taubat. 
Karena bisa jadi nanti akan muncul  ujian yang nenuntut pembuktian apakah tekadnya untuk bertaubat benar-benar kuat atau tidak.

✏Kelima,
Banyak mengucapkan kalimat-kalimat Taubat dimanapun berada dengan penuh kekhusyukan dan peresapan hati. 

✏Keenam,
Mencari lingkungan dan teman2 yang banyak mengingatkan dirinya pada kebaikan dan amal sholih yang mendekatkan dirinya kepada Allah dan juga mengajak pada kemuliaan hidup.
[8:34PM, 4/4/2015] Meyra: ✏Ketujuh,
Kejar sisa usia kita dengan banyak melakukan amal sholih, karena sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berpesan kepada kita tentang 3 hal penting, yakni :

1. Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik. 
Karena sesungguhnya setiap perbuatan baik (amal sholih) itu menggugurkan perbuatan buruk (menghapus dosa).

2. Bertaqwalah kalian dimanapun berada. 
Karena sesungguhnya bertaqwa itu adalah suatu hal yang sangat penting dan utama dalam hidup ini. 

3. Pergaulilah manusia dengan ahlaq yang baik.
Karena inti dari ajaran Islam adlh : 
– Mengajarkan Taudillah (mentauhidkan Allah), 
– Mengajarkan Ahlaqul Kharimah.

Dari kedua ajaran Islam tersebut harus diperjuangkan agar diri kita senantiasa Istiqomah hingga ajal menjemput. 
[8:35PM, 4/4/2015] Meyra: Demikianlah bunda yang bisa saya sampaikan. 
Semoga dari ilmu yang sedikit ini kita semua Allah beri taufiq untuk bisa segera Bertaubat dan Beramal Shalih. 
 
Billaahi Taufiq wal Hidayah.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuh.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Endria🌴

Materi Kol IHQ 4 April 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s