Keutamaan penghafal Al Quran

🍄 WBM 🍄
〰〰〰〰
Wacana Bermutu  Muslimah 

WBM/21/AHQ-IHQ/🌴DK-ODOJ

🌿🍀🌿🍀🌿🍀🌿🍀🌿🍀

📚Berikut ini 7 keutamaan penghafal quran berdasarkan hadits Rasulullah:

📝1.Menjadi keluarga Allah di dunia

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad) 

📝2. Lebih diutamakan untuk dihormati dan didahulukan

 “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim) 

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)

“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)

📝3. Mendapat syafaat dari Alquran

“Penghafal Quran akan datang pada hari kiamat dan AlQuran berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). AlQuran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Tirmidzi)

📝4. Termasuk sebaik-baik manusia

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

📝5. Dimuliakan oleh Allah

“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)

📝6. Orang lain boleh iri padanya

“Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ’Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat” (HR. Bukhari)

📝7. Mampu menyelamatkan kedua orangtua

Sabda rasulullah s.a.w.:

“Daripada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”.

Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Quran berkata; “saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.

👑Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya.

Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Quran.”

Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil).

🍀🌿🍀🌿🍀🌿🍀🌿🍀🌿

Dipersembahkan oleh :
Team Syiar IHQ🌴
📚Majelis Keluarga Qur’ani📚

Wanita idaman syurga

[7:47PM, 4/18/2015] Dewi: Bismillahirrohmanirrokhim
[7:47PM, 4/18/2015] Dewi: Assalamu’alaikum wr wb
[7:48PM, 4/18/2015] Dewi: Segala puji hanya.bagi Allah yg telah memberikan.banyak.nikmat pd kita semua sehingga masih.diberi kesempatan untuk mengikuti Kajian On Line pd malam hari ini
[7:49PM, 4/18/2015] Dewi: Mari.kita buka kajian ini dengan basmalah dan.surah al fatiha bersama2
[7:51PM, 4/18/2015] Dewi: Baik, mari kita simak taujih dari bunda popy yg mewakili bunda endria pd malam hari ini
[7:52PM, 4/18/2015] Dewi: Bismillahirrahmanirrahim
[7:52PM, 4/18/2015] Dewi: Assalamu’alaikum wr wb
[7:52PM, 4/18/2015] Dewi: Bunda2 sholihat yang dirahmati Allah…

Mlm ini sy mendapatkan amanah untuk menyampaikan materi yg ditulis oleh Bunda Endria karena beliau sedang dlm perjalanan & tdk memungkinkan untuk online
[7:53PM, 4/18/2015] Dewi: Sebelum sy memberikan materi tersebut, sy ingin mengajak bunda semua untuk membaca al fatihah & istighfar agar kita semua siap menerima materi & dengan hati yg bersih siap untuk menerapkan dlm kehidupan sehari-hari
[7:53PM, 4/18/2015] Dewi: لسلام عليكم ورحمة الله و بركاته
‎بسم الله الرحمن الرحيم

‎الحمد لله و الشكر لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita rizki berupa waktu untuk online dimalam hari ini, untuk mengikuti kajian IHQ. Shalawat serta salam untuk baginda besar Muhammad shallahu alaihi wassalam, untuk para sahabatnya dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Dengan membaca Basmallah kita awali kegiatan kita, mari kita berdoa semoga Allaah menjauhkan segala rintangan dalam acara malam ini, semoga kita diberi kelancaran oleh Allaah Ta’alaa.
Alhamdulillah Wa syukurillah …
[7:54PM, 4/18/2015] Dewi: Ibunda yang dirahmati Allah ta’alaa…
Berbahagia sekali rasanya saya bisa kembali berada ditengah-tengah ibunda sholihat, dalam suatu Majelis Ilmu yang semoga Allah selalu berkahi ini…

Dengan kondisi yang serba terbatas ini semoga tidak semoga mengurangi kekhusyu’an kita dalam taqarub (upaya mendekatkan diri) kepada Allah ya bundaa….mari bersama2 mengucap puji syukur kepada ALLAH subhanahu wata’alaa atas nikmat iman, nikmat berada dalam  Jalan Hidayah dan juga sehat yang kita miliki.

InsyaAllah semoga Allah ta’alaa juga berkenan mengirimkan para malaikatnya mengerumuni kita , kemudian memohonkan ampunan dan mendoakan segala kabaikan bagi kita semua.

Aamiin ya Robbal ‘aalamiin.
[7:55PM, 4/18/2015] Dewi: 🔲 Malam ini saya ingin mengangkat thema kajian yang semoga membuat kita termotivasi bisa termasuk didalamnya aamiiin …. Yakin :
” WANITA IDAMAN SYURGA.”

Setelah materi tentang Aqidah kita fahami dengan baik maka langkah kita selanjutnya adalah bagaimana mulai menata hal-hal penting yang menjadi kunci agar kita kelak bisa termasuk pada golongan para Wanita Penghuni Syurga.

Pastikan sejak saat ini juga … kita berniat menapaki jalan menuju komunitas wanita yang dirindukan  oleh Syurga…Yakni wanita yang memang layak menjadi Penghuni Syurga.

Tidak mudah tentunya untuk menjadi penghuni Syurga. Akan tetapi pasti ada jalan jika kita ada kemauan, kesungguhan, dan banyak memohon kepada Sang Pemilik Syurga.
[7:56PM, 4/18/2015] Dewi: Hal-hal penting itu diantaranya :

📌Pertama : Ucapkan BISMILLAHIROHMAANIRROHIIM.

Kemudian lanjutkan dengan mengikrarkan NIAT dalam hati dengan penuh kekhusyu’an menghadap dan seolah-olah menatap wajah Allah subhanahu wa ta’alaa.
NIAT ini harus benar2 mencerminkan bahwa kita sangat ingin memasuki dan merindukan kehidupan SyurgaNya.

Kemudian mohon ridho dan bimbinganNya agar kita bisa senantiasa berada dijalan yang benar-benar menapaki jejak menuju Syurga.

Perbaharui secara berkala NIAT tersebut, melalui muhasabah / evaluasi diri. Agar jika arah langkah hidup kita sudah mulai tetap istiqomah dan TIDAK mudah melenceng, jika terjadi serangan berupa godaan, maka segeralah kembali kepada jalan yang lurus. Dan berusahalah agar setiap amal tetap terkontrol dalam sistem Muroqobah (merasa diawasi ALLAH) agar selalu terjaga  motivasi diri ingin mencapai Syurga.
[7:58PM, 4/18/2015] Dewi: 📌Kedua : Luruskan AQIDAH.

Setelah Niat maka selanjutnya pastikan Aqidah kita lurus, bersih dari Syirik dan kemungkaran yang nyata.

Syarat diatas mutlak harus dipenuhi yaa bundaa…
Karena seseorang tidak akan pernah masuk Syurga selama didalam dirinya terdapat Syirik yang tersisa walaupun sebiji sawi sebelum dia bartaubat kepada Allah subhanahu wa ta’alaa sebelum wafatnya.

Oleh karena itu biasakan kita mengulang-ulang setiap pagi dan petang mengucap doa :

” Allahumma innii na’udzhu bika min annusyrika bika syai-an na’lamuh wa nashtaghfiruka limaa laa na’lamuh “. Doa ini intinya kita mohon ampun atas dosa2 Syirik baik yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui.

Silahkan doa tersebut diatas dicatat dan diamalkan kemudian diajarkan kepada keluarga dan orang2 yang kita cintai …
[8:00PM, 4/18/2015] Dewi: 📌Ketiga : Kuatkan IMAN dan kokohkan TAQWA sempurnakan KEIHLASAN.

Setelah memiliki Aqidah yang lurus / benar , maka kita harus segera menengok bagaimana kondisi keimanan kita ?
Apakah masih berada pada tingkat yang minim (tipis), sedang2 saja ataukah sudah kuat dan kokoh ?

Tentu kriteria menjadi Wanita Idaman Syurga harus memiliki Iman kepada Allah yang sangat kuat, sehingga mampu menjadi landasan Taqwa dengan Keihlasan yang sempurna.

Jika IMAN itu ibarat pondasi atas sebuah bangunan yang kokoh, maka TAQWA adalah tatanan batu bata yang disusun rapi diatasnya.

Sedangkan KEIHLASAN bagaikan kesempurnaan keindahannya.

Jika seseorang mengaku Beriman tetapi tidak Bertaqwa (artinya tidak taat baik dalam menjalankan perintah maupun menjauhi segala laranganNya), maka keimanan yang seperti itu adalah keimanan yang rapuh, tidak berbobot dan sangat rentan dengan risiko pengikisan Aqidah, dan perbuatan pelecehan terhadap Syari’at. Ini sangat berbahaya…

Biasanya seseorang yang memiliki iman yang rapuh/tipis, pikirannya sangat mudah diperbudak oleh syetan dan nawa nafsunya melalui fitnah dunia yang ada dihadapannya yakni berupa harta, kedudukan dan syahwat terhadap wanita.

Keimanan kepada Allah itu menuntut pembuktian yang nyata dari pelakunya melalui ketaatan dan kesungguhannya dalam melaksanakan syari’at Islam yang benar berdasarkan AL Qur’an dan Hadist sebagai sumber rujukannya.

Keimanan kepada ALLAH Tidak bisa dipisahkan dari ikatan Cinta yang dimiliki seseorang kepadaNya.

Oleh Karena itu, Sebaiknya seorang Wanita perindu Syurga bersungguh2 dalam mencintai ALLAH Subhanahu wata’alaa.

Caranya adalah dengan mengikuti apa saja yang dicontohkan dan diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

Hal ini sebagaimana firman Allahu Ta’alaa :

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(QS. Ali Imran : 31)
[8:03PM, 4/18/2015] Dewi: 📌Keempat : Khusyu’ dan Istiqomah dalam ber-IBADAH.

Ketaatan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’alaa harus dilandasi pada 3 pilar utama keimanan kepada Allah, yakni :
[8:03PM, 4/18/2015] Dewi: 1⃣  Ibadah harus dilakukan atas dasar Cinta.

Ibadah harus dilakukan atas dasar cinta kepada Allah.
Cinta kepada Allah ini haruslah cinta yang sangat kuat. Cinta yang sangat dalam dan dahsyat.

Dengan adanya rasa curahan cinta yang besar inilah yang berpotensi seorang wanita menjadi ahli ibadah yang sempurna.

Setiap ibadah yang dilakukan seorang Wanita Idaman Syurga harus berkualitas :
– KEIHLASAN tinggi,
– KEKHUSYU’AN yang sempurna
– I’TIBA Rasul, yakni harus mengikuti tuntunan Rasulullah sholallahu a’alihi Wassalam;
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Syari’at Islam.

Jika ibadah memenuhi kwalitas seperti diatas maka insyaAllah amal2 tersebut Pasti akan diangkat dan diterima oleh Allahu ta’alaa sangat tinggi.
Dan buah dari amal ibadah yang sempurna itu adalah turunnya Rahmat dan Cinta dari Allah kepada dirinya.

Subhanallah… beruntung sekali ya wanita seperti ini, pantaslah dia menjadi Wanita Idaman Syurga.
[8:05PM, 4/18/2015] Dewi: 2⃣  Ibadah dilakukan karena suatu Pengharapan.
Selain karena dasar Cinta yang Dahsyat.
Ibadah harus dilakukan atas dasar adanya suatu pengharapan hati dan kerinduannya kepada Syurganya Allah subhanahu wa ta’alaa yang didalamnya telah Dia dijanjikan berbagai keindahan dan kenikmatan sejati nan abadi.

Jika seorang wanita sudah merindukan Syurga maka sepantasnya jika Syurga pun akan merindukan dan mengharap kehadirannya.
[8:06PM, 4/18/2015] Dewi: 3⃣ Ibadah dilakukan karena adanya rasa Takut.
Ibadah harus dilakukan atas dasar adanya rasa takut didalam diri pelakunya.

Takut terhadap konsekwensi yang harus dia tanggung jika dia tidak melaksanakannya, yakni siksa dan adzab Allah yang sangat pedih.

Neraka menjadi suatu ancaman bagi dirinya sehingga dia tidak akan pernah berani main-main dengan berita-berita ancaman yang diterimanya dari sumber-sumber Aqidah yang harus diimaninya, yakni AL Qur’an dan Hadist.

Rasa takut yang ada pada dirinya begitu besar terhadap ancaman Neraka, hal ini sebagaimana besarnya pengharapan dan kerinduannya kepada Syurga.
Demikianlah seharusnya  pelaksanaan ibadah seorang Perindu Syurga ; penuh dengan  keikhlasan, kecermatan dan kesungguhan.
Seorang Wanita Idaman Syurga akan selalu concern dengan kualitas amal ibadahnya. Dia akan selalu memastikan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan tidak pernah terlepas dari 3 unsur/pilar penyangga amal tersebut sebagaimana telah dijelaskan diatas.
[8:07PM, 4/18/2015] Dewi: Setelah 3 unsur utama dari pelaksanaan ibadah sudah dipenuhi, maka selanjutnya para pemburu Maqom Calon Ahli Syuga .. Wanita Idaman Syurga harus memenuhi beberapa bekal utama yang lain, diantaranya :

1⃣ Ahlaqul Kharimah (mulia).

Ahlaq Mulia merupakan refleksi atas kesempurnaan amal sholih yang secara Istiqomah telah diperjuangkan oleh para Wanita Idaman Syurga demi memastikan ber-Balasnya Cinta dari Tuhannya kepada dirinya.

Setiap amal sholih yang memenuhi syarat untuk diterimanya secara syari’at harus didukung dengan curahan berbagai ungkapan rasa cinta yang dalam kepada yang kita ibadahi yakni Allah subhanahu wa ta’alaa.
[8:08PM, 4/18/2015] Dewi: 2⃣ Kekuatan Ilmu.

Kekuatan Ilmu yang dimiliki oleh setiap Wanita Idaman Syurga merupakan suatu hal yang Mutlak adanya.
Karena kekuatan ilmu merupakan sumber pendorong seseorang untuk melakukan amal ibadah dengan dasar rasa cinta, harap dan takut kepada Allah sebagai sesembahannya.

Demikian pula kenyataannya apapun yang kita usahakan menuju pada penghambaan yang sempurna akan membuahkan cinta yang Allah berikan kepada siapa saja yang datang dan bersimpuh merengek untuk meraih cintaNya.

Seorang wanita pendamba Syurga pasti mengejar nilai-nilai dan amal-amal yang bisa mengantarkannya pada turunnya Cinta dan Ridho Allah kepada dirinya.

Dan dia sadar bahwa untuk mencapai hal tersebut tidaklah mungkin kecuali dengan ilmu yang didapat atas rahmat dan kehendak Allah.
Dengan bekal ilmu yang memadai seorang Wanita Idaman Syurga akan memahami apa-apa yang telah ditetapkan sebagai rukun ke-islamannya dan juga kefahaman terhadap hal apa saja yang bisa mengantarkan pada kemuliaan dirinya dihadapan Allah ta’alaa. Sehingga setiap Syari’at Islam akan dia laksanakan dengan penuh penjiwaan dan sesuai dengan tuntunan yang sohih.

Rasulullah SAW dalam sebuah hadist beliau yang menyatakan bahwa :
“Barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya (mudah) faham (ilmu) Agama.” (HR. Bukhari).

Dari hadist diatas disempurnakan maknanya dengan hadist lain yang mengisyaratkan bahwa begitu mulianya seseorang yang berilmu. Dikatakan bahwa seorang yang berilmu ( ‘alim atau ahli ilmu ) keutamaxannya dibanding ‘Abid (ahli ibadah) adalah bagaikan keutamaan Bulan Purnama diantara Bintang-bintang.
[8:09PM, 4/18/2015] Dewi: 3⃣ Kemauan kuat untuk Menjadi Pribadi Yang Istiqomah dalam Ketaqwaan.

Keteguhan ini harus selalu dipertahankan selama hidupnya di dunia ini.
Tentu ini bukanlah suatu perjuangan yang mudah.
Namun perlu menjadi catatan bahwa ini adalah suatu hal pokok yang terpenting dalam hidup seorang Wanita Idaman Syurga.
Yakni IMAN, ILMU dan AMAL …

Maka hal terpenting setelah itu adalah adanya ISTIQOMAH diri dalam mempertahankan Maqom kesholihatannya.

Wanita Idaman Syurga juga tentu sangat menyadari bahwa semua keutamaan yang dimilikinya tidaklah akan berbuah apa-apa  sebelum Allah merahmatinya.
Dan rahmat ALLAH akan turun jika  seseorang bertahan dalam keimanan dan ketaqwaannya. Inilah yang kita sebut dengan ISTIQOMAH.

Waallahu a’lam
[8:10PM, 4/18/2015] Dewi: Demikian bunda yang dirahmati Allah…
Semoga kajian yang singkat ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua atas ridho dan kehendakNya…
Dan mengantarkan kita pada ketaqwaan yang sempurna. Dan menghantarkan kita kepada SyurgaNya.

Aamiin …

Billaahi Taufiq wal Hidayah

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuh.

Endria 🌴

🍃❤🍃❤🍃❤🍃❤🍃❤🍃❤

Kisah inspiratif utk orang tua

💦📖💦📖💦KKI📖💦📖💦

⭐Kisah-Kisah Inspiratif⭐

KKI/08/IHQ-AHQ🌴/DK-ODOJ

📋Cerita menarik untuk para orangtua & calon orang tua📋

📅Tahun 2005 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor. Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah. Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah. Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun. Prestasinya kian lama kian merosot.

Dengan lemah lembut saya tanyakan kepada Dika: “Apa yang kamu inginkan ?” Dika hanya menggeleng.
“Kamu ingin ibu bersikap seperti apa ?” tanya saya. “Biasa-biasa saja” jawab Dika singkat.
Beberapakali saya berdiskusi dengan wali kelas dan kepala sekolah untuk mencari pemecahannya, namun sudah sekian lama tak ada kemajuan. Akhirnya kamipun sepakat untuk meminta bantuan seorang psikolog.

🌞Suatu pagi, atas seijin kepala sekolah, Dika meninggalkan sekolah untuk menjalani test IQ. Tanpa persiapan apapun, Dika menyelesaikan soal demi soal dalam hitungan menit. Beberapa saat kemudian, Psikolog yang tampil bersahaja namun penuh keramahan itu segera memberitahukan hasil testnya.

📊Angka kecerdasan rata-rata anak saya mencapai 147 (Sangat Cerdas) dimana skor untuk aspek-aspek kemampuan pemahaman ruang, abstraksi, bahasa, ilmu pasti, penalaran, ketelitian dan kecepatan berkisar pada angka 140 – 160.
Namun ada satu kejanggalan, yaitu skor untuk kemampuan verbalnya tidak lebih dari 115 (Rata-Rata Cerdas).
Perbedaan yang mencolok pada 2 tingkat kecerdasan yang berbeda itulah yang menurut psikolog, perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut. Oleh sebab itu psikolog itu dengan santun menyarankan saya untuk mengantar Dika kembali ke tempat itu seminggu lagi. Menurutnya Dika perlu menjalani test kepribadian.

💥Suatu sore, saya menyempatkan diri mengantar Dika kembali mengikuti serangkaian test kepribadian. Melalui interview dan test tertulis yang dilakukan, setidaknya Psikolog itu telah menarik benang merah yang menurutnya menjadi salah satu atau beberapa faktor penghambat kemampuan verbal Dika. Setidaknya saya bisa membaca jeritan hati kecil Dika. Jawaban yang jujur dari hati Dika yang paling dalam itu membuat saya berkaca diri, melihat wajah seorang ibu yang masih jauh dari ideal.

🌾Ketika Psikolog itu menuliskan pertanyaan “Aku ingin ibuku …”
Dika pun menjawab : “membiarkan aku bermain sesuka hatiku, sebentar saja”
Dengan beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa selama ini saya kurang memberi kesempatan kepada Dika untuk bermain bebas. Waktu itu saya berpikir bahwa banyak ragam permainan-permainan edukatif sehingga saya merasa perlu menjadwalkan kapan waktunya menggambar, kapan waktunya bermain puzzle, kapan waktunya bermain basket, kapan waktunya membaca buku cerita, kapan waktunya main game di komputer dan sebagainya. Waktu itu saya berpikir bahwa demi kebaikan dan demi masa depannya, Dika perlu menikmati permainan-permainan secara merata di sela-sela waktu luangnya yang memang tinggal sedikit karena sebagian besar telah dihabiskan untuk sekolah dan mengikuti berbagai kursus di luar sekolah. Saya selalu pusing memikirkan jadwal kegiatan Dika yang begitu rumit. Tetapi ternyata permintaan Dika hanya sederhana: diberi kebebasan bermain sesuka hatinya,menikmati masa kanak-kanaknya.

🌾Ketika Psikolog menyodorkan kertas bertuliskan “Aku ingin Ayahku …”
Dika pun menjawab dengan kalimat yang berantakan namun kira-kira artinya “Aku ingin ayahku melakukan apa saja seperti dia menuntutku untuk melakukan sesuatu”.
Melalui beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa Dika tidak mau diajari atau disuruh, apalagi diperintah untuk melakukan ini dan itu. Ia hanya ingin melihat ayahnya melakukan apa saja setiap hari, seperti apa yang diperintahkan kepada Dika. Dika ingin ayahnya bangun pagi-pagi kemudian membereskan tempat tidurnya sendiri, makan dan minum tanpa harus dilayani orang lain, menonton TV secukupnya, merapikan sendiri koran yang habis dibacanya dan tidur tepat waktu. Sederhana memang, tetapi hal-hal seperti itu justru sulit dilakukan oleh kebanyakan orang tua.

🌾Ketika Psikolog mengajukan pertanyaan “Aku ingin ibuku tidak …”
Maka Dika menjawab “Menganggapku seperti dirinya” .
Dalam banyak hal saya merasa bahwa pengalaman hidup saya yang suka bekerja keras, disiplin, hemat, gigih untuk mencapai sesuatu yang saya inginkan itu merupakan sikap yang paling baik dan bijaksana. Hampir-hampir saya ingin menjadikan Dika persis seperti diri saya. Saya dan banyak orang tua lainnya seringkali ingin menjadikan anak sebagai foto copy diri kita atau bahkan beranggapan bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk sachet kecil.

🌾Ketika Psikolog itu menuliskan “Aku ingin ibuku berbicara tentang…”
Dika pun menjawab “Berbicara tentang hal-hal yang penting saja”.
Saya cukup kaget karena waktu itu saya justru menggunakan kesempatan yang sangat sempit, sekembalinya dari kantor untuk membahas hal-hal yang menurut saya penting, seperti menanyakan pelajaran dan PR yang diberikan gurunya. Namun ternyata hal-hal yang menurut saya penting, bukanlah sesuatu yang penting untuk anak saya. Dengan jawaban Dika yang polos dan jujur itu saya diingatkan bahwa
kecerdasan tidak lebih penting dari pada hikmat dan pengenalan akan Tuhan. Pengajaran tentang kasih tidak kalah pentingnya dengan ilmu pengetahuan.

🌾Atas pertanyaan “Aku ingin ayahku berbicara tentang …”
Dika pun menuliskan “Aku ingin ayahku berbicara tentang kesalahan-kesalahannya.
Aku ingin ayahku tidak selalu merasa benar, paling hebat dan tidak pernah berbuat salah. Aku ingin ayahku mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepadaku”.
Memang dalam banyak hal, orang tua berbuat benar, tetapi sebagai manusia orang tua tak luput dari kesalahan. Keinginan Dika sebenarnya sederhana, yaitu ingin orang tuanya sportif, mau mengakui kesalahannya dan kalau perlu meminta maaf atas kesalahannya, seperti apa yang diajarkan orang tua kepadanya.

🌾Ketika Psikolog menyodorkan tulisan “Aku ingin ibuku setiap hari …”
Dika berpikir sejenak, kemudian mencoretkan penanya dengan lancar “Aku ingin ibuku mencium dan memelukku erat-erat seperti ia mencium dan memeluk adikku”.
Memang adakalanya saya berpikir bahwa Dika yang hampir setinggi saya sudah tidak pantas lagi dipeluk-peluk, apalagi dicium-cium. Ternyata saya salah, pelukan hangat dan ciuman sayang seorang ibu tetap dibutuhkan supaya hari-harinya terasa lebih indah. Waktu itu saya tidak menyadari bahwa perlakukan orang tua yang tidak sama kepada anak-anaknya seringkali oleh anak-anak diterjemahkan
sebagai tindakan yang tidak adil atau pilih kasih.

🌾Secarik kertas yang berisi pertanyaan “Aku ingin ayahku setiap hari …”
Dika menuliskan sebuah kata tepat di atas titik-titik dengan satu kata “tersenyum”.
Sederhana memang, tetapi seringkali seorang ayah merasa perlu menahan senyumannya demi mempertahankan wibawanya. Padahal kenyataannya senyuman tulus seorang ayah sedikitpun tidak akan melunturkan wibawanya, tetapi justru bisa menambah simpati dan energi bagi anak-anak dalam melakukan segala sesuatu seperti yang ia lihat dari ayahnya setiap hari.

🌾Ketika Psikolog memberikan kertas yang bertuliskan “Aku ingin ibuku memanggilku …”
Dika pun menuliskan “Aku ingin ibuku memanggilku dengan nama yang bagus”
Saya tersentak sekali! Memang sebelum ia lahir kami telah memilih nama yang paling bagus dan penuh arti, yaitu Judika Ekaristi Kurniawan. Namun sayang, tanpa sadar, saya selalu memanggilnya dengan sebutan Nang. Nang dalam Bahasa Jawa diambil dari kata “Lanang” yang berarti laki-laki.

🌾Atas jawaban-jawaban Dika yang polos dan jujur itu, saya menjadi malu karena selama ini saya bekerja di sebuah lembaga yang membela dan memperjuangkan hak-hak anak. Kepada banyak orang saya kampanyekan pentingnya penghormatan hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-Hak Anak Sedunia. Kepada khalayak ramai saya bagikan poster bertuliskan “To Respect Child Rights is an Obligation, not a Choice” sebuah seruan yang mengingatkan bahwa “Menghormati Hak Anak adalah Kewajiban, bukan Pilihan”.

🚦Tanpa saya sadari, saya telah melanggar hak anak saya karena telah memanggilnya dengan panggilan yang tidak hormat dan bermartabat.
💈Dalam diamnya anak, dalam senyum anak yang polos dan dalam tingkah polah anak yang membuat orang tua kadang-kadang bangga dan juga kadang-kadang jengkel, ternyata ada banyak Pesan Yang Tak Terucapkan. Seandainya semua ayah mengasihi anak-anaknya, maka tidak ada satupun anak yang kecewa atau marah kepada ayahnya. Anak-anak memang harus diajarkan untuk menghormati ayah dan ibunya, tetapi para orang tua tidak boleh membangkitkan amarah di dalam hati anak-anaknya. Para orang tua harus mendidik anaknya di dalam ajaran dan nasehat yang baik.

💌#selfreminder15:12

Repost By :

           AHQ & IHQ🌴
📚Cinta Keluarga Qur’ani📚

Bagaimana seharusnya menjadi muslimah sejati?

[7:33PM, 4/11/2015] Dewi: Bunda sholiha, pada malam ini KOL Live bersama ustadzah afifa di Group 04,
[7:34PM, 4/11/2015] Dewi: Dan Mohon maaf untuk dikarenakan setting waktu antar benua yang cukup sulit. Dan juga kendala teknis maka beliau akan hadir InsyaAllah jam 19:40

Jazaakunnallahu khoir

🌴Team Pengurus IHQ🌴
[7:36PM, 4/11/2015] Dewi: Semoga bunda2 sholiha masih berkenan bersabar sambil berdzikir untuk menanti pembicara kita ON ☺
[8:10PM, 4/11/2015] Dewi: ِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Saya sampaikan salam kepada saudari saudariku seiman dengan salam penuh keberkahan dari sisi Allah Subhanahu wa ta’alaa untuk penghuni surga,
[8:12PM, 4/11/2015] Dewi: Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wa barakaatuh

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له و من يضلل فلا هادي له و أشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده و رسوله صلى الله عليه و سلم أما بعد 
[8:13PM, 4/11/2015] Dewi: Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya. Dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu hamba-Nya dan rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah untuknya.
[8:13PM, 4/11/2015] Dewi: Akhwaaty sholihaat yang dikasihi Allah

Menjadi muslimah adalah sebuah karunia berharga yang Allah Subhanahu wa ta’alaa berikan kepada kita. Betapa tidak? Keislaman merupakan pintu gerbang menuju pendakian iman yang akan mengantarkan seseorang ke surga. Keimanan itulah yang akan berharga di yaumil akhir nanti. Yaitu pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (qolbun salim) (QS.Asy-syuara‘ : 88-89). Begitu juga kecantikan dan jabatan, tidak akan memberi manfaat sediktpun, melainkan amal shaleh yang telah dilakukan sebagai bukti keimanan kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa.
[8:14PM, 4/11/2015] Dewi: Betapa banyak kaum wanita yang tidak terlahir di keluarga muslim seperti kita di Indonesia. Dan betapa banyak mereka yang belum memahami betapa indahnya syariat islam yang begitu luar biasa menghargai dan memuliakan kaum wanita. Karena itu, hendaklah kita mensyukuri nikmat hidayah islam ini dengan menjaga keislaman kita dan terus berusaha untuk meningkatkan keimanan kita, menjadi mukminah sejati sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta’alaa firmankan :

إنما المؤمنون الذين آمنوا بالله ورسوله ثم لم يرتابوا وجاهدوا بأموالهم وأنفسهم في سبيل الله أولئك هم الصادقون

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar“ (QS. Al-Hujurat : 15)
[8:15PM, 4/11/2015] Dewi: Maka hendaklah kita tidak hanya merasa puas dengan terselamatkan dari kekafiran, melainkan terus melakukan pendakian iman sampai Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang didekatkanNya (al-muqorrobin) yang kelak akan dikatakan kepadanya : „Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas dan diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku,dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS. Al-Fajr : 27-30)
[8:17PM, 4/11/2015] Dewi: Akhwaaty sholihaat yang dimuliakan Allah,

Rasulullah Saw. bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah”. (HR. Muslim).  Wanita sholihah adalah wanita bertaqwa yang taat pada Allah dan RasulNya dan menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. Jadi, sholihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah, baik sebagai seorang anak, seorang istri, seorang ibu, anggota masyarakat, dll. 
[8:17PM, 4/11/2015] Dewi: Wanita sholihah akan selalu berusaha melaksanakan syariat Islam dengan sepenuh kekuatan imannya.  Dia akan mendekatkan diri kepada Allah (taqorrub ilallah) dengan memperbanyak ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah, menghiasai dirinya dengan akhlaqul karimah, bergaul dengan sesama manusia dengan muamalah yang sesuai syariat Islam, serta selalu memelihara diri agar tidak berbuat maksiyat (perbuatan yang dilarang Allah dan RasulNya). Wanita sholihah selalu berusaha untuk menjaga dan meningkatkan keimananannya dengan amalan-amalan yang dapat menambah kecintaannya kepada Rabbnya dan menambah kecintaan Rabbnya kepadanya.

Lalu, amalan apa saja yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan keimanan kita?

1. Meluruskan tauhid dan meningkatkan interaksi kita dengan Al-Quran
[8:18PM, 4/11/2015] Dewi: Untuk menjadi seorang mukminah, hal paling utama yang  harus diperhatikan adalah penjagaan kemurnian dan kekuatan iman dengan meningkatkan intensitas interaksi dengan Qur’an baik dari sisi kwalitas maupun kwantitas. Tilawah Qur’an adalah indikasi paling mudah untuk mendeteksi keshalihan seorang Muslimah. Tilawah berbeda dengan qiraah yang hanya membaca saja. Tilawah lebih mendalam lagi, yang maknanya berarti membacanya, memahaminya dan mengamalkan tuntunannya. Dengan membaca dan memahami isi Al-Quran, niscaya seorang muslim akan bertambah makrifatnya(pengenalannya) kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa. Akan semakin mantap aqidah , keyakinan akan kebenaran dan keteguhannya menjalani syariat islam yang diterangkan Allah melalui Al-Quran dan Hadist. Dan niscaya akan mendapatkan bimbingan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat, karena bimbingan itu bersumber dari Sang Pencipta alam semesta ini langsung. Terlebih lagi jika kita dapat menghafalkan ayat-ayatnya yang penuh makna dalam ingatan hati kita, maka insya Allah akan semakin banyak kebaikan yang didapat.
(^o^)(^o^) (^o^) (^o^) (^o^) (^o^)

[8:21PM, 4/11/2015] Meyra: Nah, mari kita tengok diri kita, sudah seberapa sering interaksi kita dengan Al-Quran? Apakah kita sudah memahami isi Al-Quran atau minimal membaca terjemah Al-Quran dari surat Al-Fatihah sampai An-nas dengan bahasa yang kita mengerti? Sudah sejauh mana kita mengamalkan isi Al-Quran yang telah kita baca dan pahami itu?
[8:23PM, 4/11/2015] Meyra: Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, ”Barangsiapa mencintai Al-Quran berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. ath-Thabarani dalam al-Mu’jamul Kabir (no. 8657)

Allah Subhanahu wa ta’alaa berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَـبَ اللَّهِ وَأَقَامُواْ الصَّلَوةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقْنَـهُمْ سِرّاً وَعَلاَنِيَةً يَرْجُونَ تِجَـرَةً لَّن تَبُورَ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌشَكُورٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.“ (QS. Al-Fathir : 29-30)
[8:24PM, 4/11/2015] Meyra: Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan rajab, yang menandakan bulan Ramadhan (syahrul Quran) akan tiba. Maka, alangkah baiknya kita persiapkan diri sejak sekarang. Agar dapat berjumpa di bulan Ramadhan kali ini dengan keimanan, semangat beribadah yang bertambah dan amal ibadah yang lebih baik dari sisi kwalitas dan kwantitas.
[8:25PM, 4/11/2015] Meyra: 2. Menuntut Ilmu

Untuk menjadi wanita Muslimah yang berkwalitas, maka harus ditunjukkan dengan baik dan banyaknya amal yang dilakukan, serta bermanfaatnya waktu yang dia gunakan. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu tidak lepas dari ilmu. Semakin dalam ilmu yang dimiliki, maka insyaAllah akan semakin berkwalitas amal yang dilakukan serta semakin bermanfaat dan berkah waktunya. Berkwalitasnya amal disini karena dilandasi dengan ilmu, yang akan memandunya untuk melaksanakannya dengan benar dan niat ikhlas yang akan mengantarkannya kepada keberuntungan dunia akhirat. Karena syarat diterimanya amal ibadah seseorang adalah jika dilakukan ikhlas karena Allah Subhanahu wa ta’alaa dan sesuai dengan contoh yang diberikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam ibadah mahdhah). Dan kedua-duanya memerlukan ilmu.
[8:27PM, 4/11/2015] Meyra: Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan:
بَابٌ العِلمُ قَبلَ القَولِ وَالعَمَلِ

“Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”. Hal ini menunjukkan penting dan perlunya kita terus menuntut ilmu, bahkan sampai ajal menjemput kita.
[8:28PM, 4/11/2015] Meyra: Lalu, Ilmu apakah yang diperlukan seorang muslimah?

a. Ilmu yang prioritas perlu dipelajari seorang muslimah adalah ilmu yang hukumnya fardhu áin yaitu ilmu syar`i yang menjadi syarat seseorang untuk bisa memahami aqidah pokok dengan benar dan tata cara ibadah yang hendak dikerjakan. Termasuk juga ilmu tentang praktek mu`amalah yang hendak dia lakukan.

b. Ilmu bermanfaat lainnya yang akan membantunya untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Baik sebagai hamba Allah pemakmur bumi ataupun tugas-tugas lain yang diamanahkan Allah Subhanahu wa ta’alaa kepadanya sesuai dengan kodratnya.

3. Memperbanyak ibadah sunnah setelah menunaikan ibadah wajib
[8:29PM, 4/11/2015] Meyra: Dalam sebuah hadist qudsi disebutkan

عَنْ أَبِـيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّـهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «إِنَّ اللهَ تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ». 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.’” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Imam Bukhâri, no. 6502; Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyâ’ , I/34, no. 1; al-Baihaqi dalam as-Sunanul Kubra, III/346; X/219 dan al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, no. 1248, dan lainnya)
[8:30PM, 4/11/2015] Meyra: Diantara ibadah sunnah yang sangat disukai Allah Subhanahu wa ta’alaa adalah shalat tahajjud di malam hari atau qiyaamullail (menghidupkan malam dengan ibadah) khususnya di malam ramadhan.  Dan waktu tersebut merupakan saat yang paling baik untuk berdoa dan memohon ampun kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’alaa :

ومن الليل فتهجد به نافلة لك عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا

“Dan pada sebahagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra : 79)
[8:31PM, 4/11/2015] Meyra: 3. Bershodaqoh

Seorang Muslimah yang berilmu seharusnya akan banyak melakukan amal sholih. Dengan amal sholihnya menjadikan dirinya menjadi muslimah yang berakhlaqul karimah yang lembut hatinya dan peka terhadap keadaan lingkungan sekitarnya sehingga mudah terketuk untuk bershodaqoh kepada saudara-saudaranya yang kurang beruntung dibanding dirinya.

Shodaqoh adalah bukti keimanan(keyakinan) seseorang akan balasanNya bagi orang yang ikhlash. Sebagaimana akar kata dari shodaqoh itu sendiri dalam bahasa arabnya shodaqo yang artinya membenarkan. Maksudnya membenarkan janji Allah berupa balasan amal sholih, baik di dunia ini, maupun yang lebih baik kelak di akhirat.
[8:33PM, 4/11/2015] Meyra: Allah subhanahu wa ta’alaa berfirman :

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”(QS. Al-Ahzab : 35)
[8:34PM, 4/11/2015] Meyra: 4. Senantiasa dzikrullah (mengingat Allah) dalam setiap keadaan dan amalan

Bagi seorang Muslimah sholihah aktivitas dzikir sudah otomatis akan menjadi penghias nafas dan pikirannya. Segala peristiwa yang dia alami selalu akan mengingatkan dirinya pada keberadaan Allah subhanahu wa ta’alaa. Karena itu hatinya selalu hidup dan tentram karena merasakan kedekatan dirinya dengan Allah (QS.Ar-Ra’du : 28), dan insya Allah akan terhindar dari sifat sombong atau takabbur. Karena ia meyakini bahwa semua yang didapati adalah karunia Allah Subhanahu wa ta’alaa semata.
[8:37PM, 4/11/2015] Meyra: Dzikir yang dilakukan meliputi 3 bentuk :
🔹Dzikir dengan lisan, yaitu dengan cara mengucapkan lafadz-lafadz yang di dalammya mengandung asma dan sifat Allah yang telah diajarkan oleh Rasulullah Sallallahuálaihiwassalam kepada ummatnya atau yang Allah ajarkan dalam Al-Quran. Contohnya : mengucapkan tashbih, tahmid, takbir, tahlil, membaca Al-Quran dan sebagainya. Sebaik-baik dzikir lisan adalah membaca Al-Quran.
🔹Dzikir dengan perbuatan, yaitu dengan cara melakukan segala perbuatan baik yang diperintahkan Allah dan diridhoiNya serta menjauhi larangan-larangan-Nya yang dilandasi niat untuk  memperoleh rahmat dan ridho Allah. Dengan demikian, menuntut ilmu, mencari nafkah, mendidik anak, bersilaturrahim dan amalan-amalan lain yang diperintahkan agama termasuk dalam ruang lingkup dzikir dengan perbuatan.
🔹Dzikir dengan hati, yaitu dengan cara bertafakur, memikirkan ciptaan Allah sehingga timbul di dalam fikiran kita bahwa Allah adalah dzat Yang Maha Kuasa, Maha Besar dan Maha Teliti. Semua yang ada di bumi ini pastilah ada yang menciptakan dan mengatur, yaitu Allah SWT. Dengan melakukan dzikir seperti ini, keimanan seseorang kepada Allah niscaya akan bertambah.
[8:39PM, 4/11/2015] Meyra: Allah Subhanahu wa ta’alaa berfirman :

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”(QS. Ali Imran : 190-191)

Demikianlah seharusnya seorang muslimah yang akan menjadi madrasah ummat ini mengisi hidupnya disela-sela tugasnya. Sehingga  apa yang menjadi amanah Allah Subhanahu wa ta’alaa kepada dirinya untuk selalu beribadah kepadaNya bisa terimplementasi dengan baik. 
[8:40PM, 4/11/2015] Meyra: Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi pengingat kita bersama. Semoga Allah Subhanahu wa ta’alaa memberi taufiq kepada kita semua.

ﺃﻗﻮﻝ ﻗﻮﻟﻲ ﻫﺬﺍ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻲ و ﻟﻜﻦ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﻔﻌﻨﺎ ﺑﻤﺎ ﻋﻠﻤﺘﻨﺎ و ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﺎ ﻳﻨﻔﻌﻨﺎ ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﺍﻟﻠﻬﻢ و ﺑﺤﻤﺪﻙ أﺷﻬد أن ﻟﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﺃﻧﺖ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮﻙ و ﺃﺗﻮﺏ إليك

Wasalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh

Al-Faqiirah ilaa ridho rabbiha

Afifatun Nisa🌴

Syafa’at Al Quran di Dalam Kubur

🍄 WBM 🍄
〰〰〰〰
Wacana Bermutu bagi Muslimah 

WBM/19/AHQ-IHQ🌴/DK-ODOJ
  
🍀SYAFA’AT AL QUR’AN DI DALAM QUBUR⚡

🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁

🐚Merinding bacanya… Semoga kita termasuk di dalam golongan orang ini…aamiin

📖Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.

-📜 Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya). 

📔Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang – orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

📓Setelah dikuburkan dan orang – orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

📒Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”

📗Lalu ia berpaling kepad sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. 

⌚Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

📣Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan  permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

🎿Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.

📖Allah…terimalah bacaan Al-Quran kami. Sempurnakanlah kekurangannya.

⌛Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah SWT. Aamiin.. 

🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂🍁🍂

➰Prof. DR. Ahmad Sathori Ismail.

Reposted by IHQ🌴
📚Menyampaikan dgn hati📚

Jangan menunda taubat

[8:03PM, 4/4/2015] Meyra: Malam ini sy mendapatkan amanah untuk membawakan materi bunda Endria yg berhalangan hadir ditengah2 kita.

Materi ini berjudul ” JANGAN MENUNDA TAUBAT”
[8:04PM, 4/4/2015] Meyra: Mungkin diantara bunda ada yang masih ingat saya sudah pernah menyampaikan materi tentang Taubat. Mengingat begitu pentingnya kita segera melakukan Taubat, maka pada kesempatan hari ini saya ingin kembali menyampaikan materi yang terkait dengan Taubat. 

Sehingga harapan saya, bisa mengantarkan diri saya dan bunda sekalian untuk segera melaksanakan Taubat, – tidak menunda-nundanya. 
[8:05PM, 4/4/2015] Meyra: Karena menunda-nunda Taubat adalah termasuk perbuatan mendzalimi diri sendiri. Bahkan bisa sampai pada menjerumuskan diri ke jurang api neraka jika tidak dilaksanakan sebelum ajal menjemputnya. 

Sedangkan tidak ada 1 manusia pun yang mengetahui sampai umur berapa ajalnya tiba dan sedang melakukan apa dia ketika ajal itu datang.

TAUBAT juga merupakan ibadah yang menyebabkan turunnya cinta Allah kepada diri kita. 
[8:05PM, 4/4/2015] Meyra: Sebelum kita membahas tentang Taubat, ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu macam-macam dosa yang karenanya mengapa kita harus bertaubat. 
Dengan mengenali  jenis-jenis dosa insyaAllah kita akan lebih mudah  menggerakkan niat untuk segera bertaubat. 

Berbeda dengan orang yang tidak mengenal macam-macam perbuatan yang termasuk dosa, maka dia tidak akan pernah menyesal dan juga tidak merasa perlu untuk segera bertaubat, sehingga dosa-dosa akan tetap menumpuk. 
Dan orang yang seperti ini biasanya sulit untuk kembali, karena ya itu tadi, dia tidak merasa telah melakukan dosa. 
Kondisi inilah yang harus kita hindarkan setelah kita mengkaji materi ini.
[8:06PM, 4/4/2015] Meyra: 🌾 Penjelasan tentang macam-macam dari Sifat Dosa.

Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia itu memiliki sifat yang bermacam-macam. Tetapi kita akan membatasi pada pembahasan terkait sifat-sifat manusia yang membangkitkan dosa , yakni ada 4 macam :
[8:07PM, 4/4/2015] Meyra: 1. Sifat yang menyamai dirinya dengan sifat-sifat Allah dimana sifat tersebut seharusnya adalah bagi Allah semata. 
Contoh : Sifat Takabur, Sifat Membanggakan diri, mencari Popularitas ( keagungan ) dihadapan manusia, dll. Ini adalah termasuk dosa-dosa yang merusak, sekalipun banyak orang yang melalaikannya dan menganggap bahwa hal tersebut bukanlah suatu dosa.

2. Sifat yang mengadopsi dari sifat syetan.
Dari sifat inilah timbulnya kebencian, kesewenang-wenangan, menipu, berdusta, kemunafikan, kufur, menyuruh kepada kerusakan dll.
[8:08PM, 4/4/2015] Meyra: 3. Sifat kebinatangan.
Dari sifat ini muncul sifat kejahatan, keinginan memenuhi nafsu baik nafsu perut dan nafsu kemaluan ( syahwat ) – zina dan perbuatan penyimpangan sexual ( seperti : lesbian, homo sexual ) , kemudian perbuatan gemar mencuri, bertindak kejam untuk memuaskan nafsu dll.

4. Sifat kebuasan.
Dari sifat ini muncul sifat pemarah, pendengki, menyeranng orang lain baik secara fisik maupun menyakiti hati, memukul, membunuh, merampas harta orang lain dll.
Dari sifat-sifat keji diatas masing-masing berada di dalam diri manusia melalui proses dan tahapan. Sifat kebinatangan biasanya menjadi sumber awal dari sifat-sifat yang lain. Jadi setelah sifat kebinatangan muncul dan tumbuh subur didalam diri manusia tanpa ada penanggulangannya maka sifat ini akan berkembang pada sifat kesetanan. 

Dan jika 2 sifat tersebut ( sifat kebinatangan dan sifat kesetanan ) terhimpun didalam diri manusia, maka siafat lain yang akan menyeret dirinya pada kejahatan sifat ketuhanan.
[8:09PM, 4/4/2015] Meyra: Hal-hal diatas adalah sifat-sifat yang menjadi sumber DOSA.
Perhatikan, jika sifat-sifat ini berkembang pada diri seseorang maka efek nyatanya sifat tersebut akan memancar pada tampilan fisik dan juga prilakunya. Sebagian diantaranya ada yang mendekam didalam hati, seperti: pemikiran bid’ah, kemunafiqan, memendam niat kejahatan, pendendam, dan sebagian lainnya ada di mata, sebagian lain ditelinga, di lidah, diperut dan dikemaliuan serta ditangan dan di kaki sebagian juga bisa berada di bagian lain dari anggota badan.
[8:10PM, 4/4/2015] Meyra: Unsur-unsur Taubat

Setelah kita memahami macam-macam sifat dosa, maka berikut ini saya akan mengajak seluruh Jama’ah Majelis Ilmu ini untuk memahami apa unsur-unsur yang ada didalam pengertian Taubat. 

Secara singkat pengertian yang mudah dari Taubat adalah suatu Amal Sholih yang harus mengandung 3 unsur utama didalamnya, yakni : 
Ilmu , Penyesalan dan ‘Amal.
[8:13PM, 4/4/2015] Meyra: ILMU
Dengan kita menambah ilmu agama, maka kita akan semakin tahu bahwa ternyata banyak hal yang telah kita langgar selama ini baik tahu atau tidak dan sadar atau tidak. 
Sekali lagi perhatikan baik-baik. 

Dengan ilmu kita akan mengetahui munculnya dosa-dosa dari setiap tingkah laku kita, terkait dengan hal apa saja, jika muncul dosa maka sensor perasaan kita akan peka dan segera dapat mendeteksi bahwa kita telah atau sedang berdosa. 

Oleh karena itu harus difahami bahwa Ilmu itu merupakan unsur yang sangat penting dalam hal Taubat. 
Tanpa ilmu seseorang pendosa besar pun juga tak akan mampu menemukan bahwa dirinya sejatinya seorang pendosa. 
Dan dengan ilmu pula seseorang akan sadar bahwa dosa kecilpun akan bisa menjadi penyebab terhijabnya antara dirinya dan Allah Subhanahu wa ta’alaa. 

Dan ini tentu akan berpotensi menimbulkan kegelisahan diri. Semakin berilmu seseorang, maka dosa kecilpun akan mengakibatkan kegeliasahan yang luar biasa baginya. 

Demikian pula sebaliknya jika bagi orang yang tidak berilmu maka dosa besar yang ada pada dirinya tak akan berefek pada stabilitas dirinya terkait penjagaan hubungannya yang harmonis antara dirinya dengan Allah ta’alaa.
[8:22PM, 4/4/2015] Meyra: 🍃 PENYESALAN
Setelah seseorang itu memiliki ilmu maka akan terjadi proses introspeksi didalam dirinya secara terus menerus, dan hati mulai bekerja untuk segera menemukan jalan dan langkah penyelamatan dari situasi penyesalan yang sangat membuat dirinya tidak nyaman. 
Kondisi Penyesalan ini mutlak ada di dalam diri seseorang yang benar-benar ingin bertaubat. 
Jika tidak ada rasa penyesalan pada dirinya, maka mustahil jika seseorang benar-benar ingin bartaubat.
[8:24PM, 4/4/2015] Meyra: 🍃 ‘AMAL
Bunda… Taubat sering diartikan sebagai suatu penyesalan, selanjutnya buah dari penyesalan itu adalan meninggalkan apa yang membuatnya menyesal itu dan kemudian bergegas untuk membersihkannya, yakni dengan mengganti hal-hal yang tidak membuatnya menyesal dan gelisah. Yakni perbuatan-perbuatan atau ama-amal yang kita yakini adalah amal sholih yang dituntunkan oleh Agama yang dapat membawa ketentraman pada dirinya dan mendatangkan cinta Allah subhanahu wa ta’alaa.

Setelah kita mengetahui unsur-unsur Taubat maka agar amal sholih Taubat kita menjadi bernilai amal sholih yang tinggi nilainya, maka kita perlu membekali diri dengan dasar-dasar dalil bahwa Taubat ini adalah pertintah Allah ta’alaa. 

Seperti disebutkan dalam Firman Allahu ta’alaa dalam surat An Nuur  : 31

💢💢💢💢

“Dan bertaubatlah kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” 
“Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh (nashuha), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahan kamu dan memesaukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.” 

Demikian juga di Surat At Tahrim : 8
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
[8:27PM, 4/4/2015] Meyra: Bunda…rohimakumullah
Jika kita perhatikan ayat diatas bahwa ternyata Allah ta’alaa menyeru Taubat itu kepada orang yang beriman, artinya kepada orang yang sudah berislam kemudian beriman. 

Hal ini sekaligus mengisyaratkan bahwa kita yang insya Allah termasuk orang-orang yang sudah beriman inilah yang diperintahkan secara khusus oleh Allah untuk tetap terus melalukan Taubat kepadaNya, dan tentu secara umum perintah ini juga meliputi bagi semua makhluk Allah yang mukallaf.

Jadi kurang tepat jika kita menganggap orang-orang yang perlu bertaubat adalah orang-orang pelaku dosa saja. Karena ternyata justru orang-orang yang sudah beriman pun diperintahkan untuk segera bertaubat. Sehingga Allah punya alasan untuk menutupi kesalahan-kesalahannya. 
Sebagai Qudwah saja Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam dalam sehari beliau bertaubat tidak kurang dari 70 kali. 

Bagaimana dengan kita ??

Subhanallah ini adalah bukti besarnya cinta Allah kepada kita orang-orang yang beriman.
[8:31PM, 4/4/2015] Meyra: Dan untuk mencapai kesempurnaan Taubat itu sendiri kita sebagai orang yang beriman harus terus menerus melakukannya secara kontinyu sampai akhir hayat. 

Satu hal lagi yang kita harus selalu ingat adalah bahwa diri kita ini adalah manusia yang sangat lemah dan penuh noda dosa, sehingga Taubat merupakan kebutuhan vital bagi diri kita agar kita kelak benar-benar mendapati timbangan amal kebaikan kita lebih berat dari dosa kita. 

Oleh karena itu kita harus sadar setelah melakukan taubatan nashuha maka kita harus rajin mengejar amal-amal sholih sebanyak-banyaknya dengan semangat yang tidak terputus-putus.
Dalam Al Qur’an Allah ta’alaa berfirman didalam Al Qur’anul Kariim di Surat Huud : 114

💢💢💢💢

“…. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapus (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” 
[8:31PM, 4/4/2015] Meyra: Baik bunda…
Sebelum kita mengakhiri kajian ini, saya ingin menyampaikan diantara cara-cara bertaubat.

✏Pertama,
Bertaubat haruslah diawali dengan niat kita melakukannya karena ingin mendapat ampunan Allah ta’alaa.

✏Kedua,
Menyesali perbuatan-perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.
Meninggalkan perbuatan buruk itu dan juga segala perbuatan-perbuatan maksiat yang lain. 
Melakukan segala perbuatan-perbuatan baik yang berlawanan dengan perbuatan maksiat.

✏Ketiga,
Meninggalkan alat atau orang (komunitas) yang telah menjadi penyebab munculnya keinginan untuk melakukan kembali kemaksiatan yang sudah kita taubatkan itu.
[8:33PM, 4/4/2015] Meyra: ✏Keempat,
Sabar dalam menjalani segala ujian selama melakukan proses Taubat. 
Karena bisa jadi nanti akan muncul  ujian yang nenuntut pembuktian apakah tekadnya untuk bertaubat benar-benar kuat atau tidak.

✏Kelima,
Banyak mengucapkan kalimat-kalimat Taubat dimanapun berada dengan penuh kekhusyukan dan peresapan hati. 

✏Keenam,
Mencari lingkungan dan teman2 yang banyak mengingatkan dirinya pada kebaikan dan amal sholih yang mendekatkan dirinya kepada Allah dan juga mengajak pada kemuliaan hidup.
[8:34PM, 4/4/2015] Meyra: ✏Ketujuh,
Kejar sisa usia kita dengan banyak melakukan amal sholih, karena sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berpesan kepada kita tentang 3 hal penting, yakni :

1. Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik. 
Karena sesungguhnya setiap perbuatan baik (amal sholih) itu menggugurkan perbuatan buruk (menghapus dosa).

2. Bertaqwalah kalian dimanapun berada. 
Karena sesungguhnya bertaqwa itu adalah suatu hal yang sangat penting dan utama dalam hidup ini. 

3. Pergaulilah manusia dengan ahlaq yang baik.
Karena inti dari ajaran Islam adlh : 
– Mengajarkan Taudillah (mentauhidkan Allah), 
– Mengajarkan Ahlaqul Kharimah.

Dari kedua ajaran Islam tersebut harus diperjuangkan agar diri kita senantiasa Istiqomah hingga ajal menjemput. 
[8:35PM, 4/4/2015] Meyra: Demikianlah bunda yang bisa saya sampaikan. 
Semoga dari ilmu yang sedikit ini kita semua Allah beri taufiq untuk bisa segera Bertaubat dan Beramal Shalih. 
 
Billaahi Taufiq wal Hidayah.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuh.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Endria🌴

Materi Kol IHQ 4 April 2015

Pentingnya mengenal dosa-dosa besar

[8:04PM, 3/28/2015] Dewi: Malam ini, Judul Materi nya sangat menarik lho ukh,  yaitu : PENTINGNYA MENGENALI DOSA-DOSA BESAR
[8:04PM, 3/28/2015] Dewi: Mari kita bertafakur sejenak ukh,  siapakah didunia ini yg tdk pernah berbuat dosa?
[8:06PM, 3/28/2015] Dewi: Mari kita melihat, apa yang Allah katakan dlm Al Qur’an tentang dosa-dosa tersebut
[8:10PM, 3/28/2015] Dewi: Menurut Ibnu Abbas, jumlah tujuh puluh lebih mendekati kebenaran daripada tujuh. Ibnu Abbas telah berkata benar-demi Allah. Hadits di atas tidaklah membatasi jumlah dosa besar. Bahkan, dalil yang ada menegaskan bahwa barangsiapa melakukan satu dari dosa-dosa yang terdapat hukuman hudud di dunia, seperti membunuh, berzina, dan mencuri (terdapat ancaman siksa dan murka Allah di akhirat. Pelakunya pun dilaknat melalui lisan Nabi Muhammad) maka hal itu dinamakan Kabair (dosa-dosa besar). Termasuk kesepakatan bahwa sebagian dosa-dosa besar lebih besar dari sebagian yang lain.
[8:10PM, 3/28/2015] Dewi: Kemudian dalam surat an-Najm ayat 32 :
الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الإثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ
32.  (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Rabbmu Maha luas ampunanNya…”
[8:10PM, 3/28/2015] Dewi: Nabi bersabda :
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِر
“Shalat lima waktu dan shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya selama tidak melakukan dosa besar.”
[8:10PM, 3/28/2015] Dewi: Allah berfirman dalam surat an-Nisa’ ayat 31 :
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
31.  Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).
Dengan nash ayat ini, Allah menjamin orang yang menjauhi dosa-dosa besar ntuk memasukkannya ke dalam Surga.
[8:10PM, 3/28/2015] Dewi: Allah berfirman dalam surat asy-Syura ayat 37 :
وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ
37.  Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf
[8:10PM, 3/28/2015] Dewi: Ikhwati rahimani warohimakumullah….

Karena itu, kita wajib mengetahui dosa-dosa besar. Hal ini bertujuan agar seorang Muslim dapat menghindarinya.

Para ulama berselisih pendapat mengenai jumlahnya. Sebagian ada yang berpendapat jumlahnya tujuh dan ada yang berpendapat lebih dari itu. Berdasarkan hadits Nabi yang berbunyi,”Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan …”(HR. Bukhari dan Muslim). Di dalamnya disebutkan : syirik, sihir, membunuh jiwa yang haram untuk dibunuh, memakan harta anak yatim, memakan harta riba, lari (kabur) dari medan perang, dan menuduh wanita Muslimah baik-baik berzina.
[8:11PM, 3/28/2015] Dewi: Tidakkah Ukhtifillah melihat bahwa Nabi mengkategorikan syirik termasuk dosa besar? Karena pelakunya kekal di Neraka dan tidak diampuni selama-lamanya.

Allah berfirman dalam surat an-Nisa ayat 48 :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
48.  Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya,…”

Dia juga berfirman dalam surat al-Maidah ayat 72 :
…… إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ…
72. “…..Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka,…”
[8:11PM, 3/28/2015] Dewi: Karena itu, nash-nash yang ada perlu dikompromikan.

Nabi bersabda,”maukah aku beri tahukan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?” Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.

Para Shahabat berkata,”Mau, wahai Rasulullah.”

Beliau bersabda,”Yaitu syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua.” Semula beliau duduk bersandar, lalu beliau duduk dengan tegak seraya melanjutkan sabdanya,”Juga perkataan dusta.”

Beliau terus mengulanginya hingga kami berkata,”Semoga beliau diam.” (HR. Muttafaq ‘alaih)
[8:12PM, 3/28/2015] Dewi: Dalam hadits di atas Nabi menjelaskan bahwa PERKATAAN DUSTA dan DURHAKA KEPADA ORANG TUA termasuk kategori dosa paling besar. Namun, keduanya tidak disebutkan dalam hadits mengenai tujuh dosa yang menyebabkan kebinasaan.
[8:12PM, 3/28/2015] Dewi: Ikhwati rahimani warohimakumullah….

Pada kesempatan ini akan kami sampaikan tujuh puluh lebih dosa-dosa besar yang telah ditulis oleh Imam Adz-Dzahabi, dalam kitabnya Al-Kabair.

Akan tetapi tidak kami jelaskan satu persatu karena tidak mencukupi untuk dibahas pada kesempatan ini. Jika ingin mengetahui penjelasannya segera miliki bukunya karena apa yang kami sampaikan mengambil dari kitab tersebut.
[8:13PM, 3/28/2015] Dewi: Berikut daftar dosa-dosa besar :

1. Syirik
2. Membunuh
3. Sihir
4. Meninggalkan Shalat
5. Enggan mengeluarkan zakat
6. Durhaka kepada orang tua
7. Memakan harta riba
8. Memakan harta anak yatim
9. Dusta atas nama Nabi
10. Tidak berpuasa tanpa uzur
11. Lari dari medan perang
12. Zina
13. Pemimpin yang zhalim
14. Minum khamer
15. Sombong
16. Kesaksian palsu
17. Homoseksual
18. Menuduh berzina
19. Menggelapkan hak milik umum
20. Korupsi
21. Mencuri
22. Merampok
23. Sumpah palsu
24. Berdusta
25. Bunuh diri
26. Penguasa dan hakim yang jahat
27. Lalai mendidik dan mengawasi anak-istri
28. Wanita menyerupai laki-laki dan sebaliknya
29. Nikah muhallil dan muhallal lahu
30. Memakan bangkai, darah dan daging babi
31. Tidak bersuci setelah buang air kecil
32. Pungutan liar
33. Riya’
34. Berkhianat
35. Menyembunyikan dan menyalahgunakan ilmu agama
36. Mengungkit pemberian
37. Tidak percaya takdir
38. Menguping rahasia orang
39. Tukang laknat
40. Mengkhianati janji
41. Percaya dukun dan ilmu nujum
42. Durhaka kepada suami
43. Memutus tali silaturrahmi
44. Melukis dan mematung
45. Mengadu domba
46. Meratap dan menampar muka saat melayat
47. Mencaci maki nasab
48. Melampui batas
49. Memberontak dan mengkafirkan tanpa alasan yang dibenarkan
50. Menyakiti dan menghina Muslimin
51. Menyakiti wali Allah
52. Memanjangkan celana melebihi mata kaki (Isbal)
53. Laki-laki mengenakan sutra dan emas
54. Budak yang melarikan diri dari tuannya
55. Menyembelih hewan untuk selain Allah
56. Mengubah batas tanah
57. Mencela Shahabat Nabi
58. Mencela orang Anshar
59. Menyeru kepada kesesatan
60. Menyambung rambut, mengukir gigi dan tato
61. Menodongkan senjata kepada saudaranya
62. Menasabkan diri kepada selain Ayah kandung
63. Tathayyur
64. Mekan dan minum dengan bejana emas dan perak
65. Debat kusir (Mira’)
66. Menzalimi budak
67. Mencurangi timbangan dan takaran
68. Merasa aman dari ancaman Allah
69. Berputus asa dari rahmat Allah
70. Enggan berterima kasih
71. Menahan  kelebihan air
72. Memberi tanda di muka binatang
73. Judi
74. Melakukan kejahatan di Masjidil haram
75. Meninggalakan Shalat Jum’at
76. Musuh dalam selimut
[8:13PM, 3/28/2015] Dewi: Ikhwati rahimani warohimakumullah….

Ada hal penting lagi selain mengenali dosa-dosa besar, yaitu dosa-dosa kecil yang sering dilakukan. Karena jika dosa-dosa kecil dilakukan terus-menerus akan membuatnya menjadi dosa besar. Hal ini belum termasuk dengan apa yang terbetik di dalam hati yang menyertai seseorang saat melakukan perbuatan itu seperti merendahkan perintah-perintah syariat dan meremehkannya. Jika demikian, secara otomatis dosa kecil akan menjadi besar.

Janganlah menganggap remeh dosa kecil, karena gunung yang menjulang tinggi dan kokoh terdiri dari batu-batu yang kecil.
[8:13PM, 3/28/2015] Dewi: Renungkanlah syair berikut ini….

Aku melihat dosa-dosa itu mematikan hati

Dan melakukannya terus-menerus akan mewariskan kehinaan

Sedangkan meninggalkan dosa adalah tanda hidupnya hati

Dan kebaikan untuk dirimu dengan meninggalkannya
[8:14PM, 3/28/2015] Dewi: Ikhwati rahimani warohimakumullah….

Ketahuilah, bahwa Allah menciptakan kita untuk tujuan yang sangat agung dan kepentingan yang sangat urgen, tidak menciptakan sia-sia dan tidak membiarkan kita begitu saja tanpa pertanggung jawaban.

Tujuan agung itu adalah ibadah, di mana Allah sama sekali tidak membutuhkannya, sementara kita sangat membutuhkannya.

Ya Allah, berikanlah kepada hamba segala yang engkau sukai pada diri hamba dan hindarkanlah hamba dari segala yang telah Engkau larang hamba darinya.

Waallahu a’lam.
[8:14PM, 3/28/2015] Dewi: Demikian kajian kita malam ini, mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan, segala kebenaran datang dari Allah dan segala kekhilafan datang dari saya pribadi.

Wallahu ‘alam
Wassalamu”alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz Jayyad – IHQ Team🌴

Kol IHQ